Banjir Bandang Dahsyat Terjang Nepal, 157 Tewas dan Ratusan Wisatawan Masih Dicari

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:03 WIB
Banjir Nepal menerjang kawasan perbatasan Tibet dan menewaskan sedikitnya 157 orang. Ratusan wisatawan masih dicari setelah banjir bandang merusak rumah, jalan, jembatan dan infrastruktur. (Foto: Instagram)
Banjir Nepal menerjang kawasan perbatasan Tibet dan menewaskan sedikitnya 157 orang. Ratusan wisatawan masih dicari setelah banjir bandang merusak rumah, jalan, jembatan dan infrastruktur. (Foto: Instagram)

SOLOBALAPAN.COM  Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026). Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 157 orang di Nepal, sementara lebih dari 400 wisatawan masih dilaporkan hilang. Operasi pencarian dan penyelamatan hingga Kamis (27/8/2026) masih berlangsung.

Angka korban tersebut merupakan perkembangan terbaru dan masih dapat berubah. Sebelumnya, laporan awal menyebut 19 orang meninggal dunia dan 384 wisatawan atau pelancong belum diketahui keberadaannya. Data terbaru menunjukkan sedikitnya 403 wisatawan masih belum ditemukan, terdiri atas 341 warga negara asing dan 62 warga Nepal.

Wisatawan asing menjadi perhatian karena mereka berada di kawasan yang menjadi jalur menuju Langtang, serta rute perjalanan menuju Gunung Kailash dan Danau Mansarovar. Dalam daftar awal, warga India menjadi kelompok terbesar, disusul wisatawan dari Amerika Serikat, Australia, Inggris, Kanada, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.

Baca Juga: Polemik Ucapan Ultah Istri Gubernur Kalteng di Tengah Bencana Karhutla, Bikin Warganet Meradang

Banjir menerjang Distrik Rasuwa dan wilayah di sekitarnya setelah aliran sungai membawa lumpur, batu, serta material lainnya. Sejumlah rumah, jalan, jembatan, fasilitas perbatasan dan infrastruktur lainnya rusak atau tersapu banjir.

Penyebab bencana awalnya dikaitkan dengan gempa bermagnitudo 4,4 yang diduga memicu longsoran es dan batu. Namun, temuan terbaru USGS menyebut peristiwa tersebut lebih berkaitan dengan runtuhan gletser yang memicu longsoran material ke sungai.

Dampak juga dirasakan sektor energi. Nepal Electricity Authority melaporkan sejumlah pembangkit listrik tenaga air dan fasilitas transmisi mengalami kerusakan sehingga pasokan listrik di beberapa wilayah terganggu.

Baca Juga: Pengamanan Gedung DPR Diperketat! 18.504 Polisi Dikerahkan Kawal Demo AMPB Pati

Pemerintah Nepal mengerahkan personel keamanan, militer, serta helikopter untuk mencari dan mengevakuasi korban. Namun, operasi menghadapi kendala karena kerusakan jalan, jembatan, jaringan komunikasi dan medan pegunungan.

Pencarian juga berlangsung di sisi Tibet, China, yang turut terdampak bencana. Hingga kini, proses identifikasi korban dan verifikasi orang yang hilang masih dilakukan. Karena itu, jumlah korban maupun wisatawan yang belum ditemukan masih berpotensi berubah seiring operasi pencarian berlanjut. (monique millania s)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
monique millania s bencana alam banjir bandang tibet nepal