Daftar Elemen Masyarakat yang Demo di DPR RI 27 Agustus 2026, Kawal RUU Perampasan Aset hingga Pajak

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:01 WIB
Demo warga Pati pada Rabu 13 Agustus 2025 di depan Kanotr Bupati Pati.
Demo warga Pati pada Rabu 13 Agustus 2025 di depan Kanotr Bupati Pati.

SOLOBALAPAN, JAKARTA — Gelombang aksi unjuk rasa berskala besar dipastikan kembali memadati kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (27/8/2026).

Sejumlah elemen gabungan masyarakat sipil, mulai dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang menghimpun belasan organisasi mahasiswa, hingga barisan pengemudi ojek online (ojol) dan kurir logistik lintas daerah bersiap turun ke jalan menyuarakan aspirasi krusial.

Isu pemberantasan korupsi melalui percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, penegakan keadilan hukum, perbaikan upah dan beban pajak, hingga evaluasi program pemerintah menjadi poros utama dalam tuntutan unjuk rasa tersebut.

AMPB Tuntut Hukuman Mati Koruptor dan Aliansi Ojol Siap Menginap

Massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) tercatat telah mendirikan posko donasi dan bersiaga di depan gerbang parlemen sejak 21 Agustus 2026.

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Jakarta, BEM UI Lontarkan Kritik Menohok: Kita Dijajah Pemerintah Sendiri!

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, menegaskan bahwa kedatangan ribuan warga Pati ke ibu kota difokuskan pada dua tuntutan utama demi memutus rantai kesenjangan sosial:

  1. Pengesahan RUU Perampasan Aset

  2. Penerapan Hukuman Mati bagi Pelaku Tindak Pidana Korupsi

Dukungan moral juga mengalir dari kelompok pengemudi ojek online (ojol) dan kurir logistik dari berbagai wilayah, seperti Jawa Tengah hingga Jabodetabek, yang hadir secara swadaya dan sukarela.

Para driver ojol berkomitmen bermalam di depan Gedung DPR RI demi menjaga keamanan massa aksi dan mencegah potensi kericuhan maupun provokasi dari pihak luar.

Pernyataan Perwakilan Ojol & Kurir:

  • Umar Kiting (Ojol Asal Borobudur): "Secara swadaya datang ke Jakarta memenuhi panggilan Mas Botok dan kawan-kawan untuk menyampaikan aspirasi RUU Perampasan Aset sama hukuman mati koruptor. Kami menjaga amanah dari rakyat dan mencegah chaos dari kubu manapun."

  • Melva (Kurir Shopee): "Kami para kurir dan ojol tidak ada yang dibayar, kami dengan sukarelawan hati nurani. Kami pengen disahkan RUU Perampasan Aset itu, jangan ditunda-tunda lagi. Pimpinan DPR harus turun ke jalan temui kita."

Aliansi GERAM Bawa Tagar #MerebutKembaliIndonesia dan 10 Poin Tuntutan

Selain aliansi warga daerah dan ojol, gerakan mahasiswa serta koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) menjadwalkan aksi damai mulai pukul 14.00 WIB dengan estimasi sekitar 1.000 massa.

Aliansi ini melibatkan lebih dari 14 entitas, seperti DPM UNUSIA, Aliansi Mahasiswa UT, BEM Universitas Trilogi, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Mahasiswa STF, hingga Serikat Tahanan Politik.

Koordinator Aksi GERAM, Ahmad Mixel M.I., menuntut pimpinan DPR RI untuk hadir langsung membuka ruang dialog terbuka dan tidak sekadar memberikan respons simbolis.

10 Poin Tuntutan Aliansi GERAM:

  1. Adili Prabowo-Gibran: Tuntut pertanggungjawaban politik-hukum terkait demokrasi dan ekonomi.

  2. Hentikan KDMP dan MBG: Evaluasi menyeluruh program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis terkait transparansi anggaran.

  3. Hentikan Pajak yang Menindas Rakyat: Dorong penerapan sistem pajak progresif bagi pemilik modal besar.

  4. Pendidikan & Kesehatan Gratis Berkualitas: Tolak komersialisasi kampus dan pemangkasan layanan dasar.

  5. Turunkan Harga Pokok & Naikkan Upah Buruh: Berikan kepastian upah layak dan stabilkan harga sembako.

  6. Status Bencana Nasional Sumatra & NTT: Percepat mobilisasi bantuan dan pemulihan daerah bencana.

  7. Penuhi Hak Pekerja Rumah Tangga (PRT): Jamin perlindungan hukum dan upah manusiawi.

  8. Demiliterisasi Ruang Sipil: Hentikan pembangunan batalyon baru dan tegaskan supremasi sipil.

  9. Hentikan Kriminalisasi Aktivis: Bebaskan seluruh tahanan politik serta pejuang agraria dan HAM.

  10. Sita Seluruh Aset Koruptor: Alihkan aset rampasan korupsi untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan bencana.

Di sisi lain, narasi media sosial turut menyebut rencana kehadiran kelompok Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) yang berniat menyuarakan dukungan terhadap program MBG, meski belum memberikan konfirmasi resmi mengenai partisipasi aksinya.

Tabel Pemetaan Elemen Aksi, Estimasi Massa, dan Tuntutan Demonstrasi 27 Agustus

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai latar belakang kelompok massa, fokus tuntutan, serta teknis aksi secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Elemen Massa Basis / Perwakilan Estimasi & Titik Aksi Fokus Tuntutan Utama
AMPB (Aliansi Masyarakat Pati Bersatu) Warga Kabupaten Pati / Supriyono (Botok) Halaman Depan DPR RI (Bersiaga sejak 21 Agustus) Pengesahan RUU Perampasan Aset & Hukuman Mati Koruptor
Aliansi GERAM (#MerebutKembaliIndonesia) 14+ Organisasi Mahasiswa & Koalisi Sipil ~1.000 Massa (Mulai Pukul 14.00 WIB) 10 Tuntutan Rakyat (Pendidikan, Pajak, Evaluasi MBG, Reformasi Hukum)
Komunitas Ojol & Kurir Nusantara Pengemudi Ojol Daerah & Kurir Logistik Menginap di Depan Gerbang DPR RI Pengawalan Aksi Damai, RUU Perampasan Aset, & Evaluasi MBG
RMP4 (Relawan Madura) Relawan Jawa Timur Terpantau di Linimasa Medsos Wacana pengawalan program pemerintah (Belum terkonfirmasi resmi)

Aksi serentak berbagai elemen masyarakat ini menjadi sorotan nasional dalam menguji keterbukaan pimpinan parlemen dalam merespons langsung aspirasi publik mengenai penegakan hukum dan kesejahteraan sosial di Senayan.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
demo dpr ri pajak RUU Perampasan Aset