Viral Video Penurunan Logo Bank Mandiri di Jakpus Usai Ramai Isu Pemblokiran Rekening, Ini Faktanya

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:55 WIB
Seorang pekerja diduga mencopot logo Bank Mandiri di gedung bank tersebut yang berlokasi di Jakarta Pusat. (X @bismillahyuk_)
Seorang pekerja diduga mencopot logo Bank Mandiri di gedung bank tersebut yang berlokasi di Jakarta Pusat. (X @bismillahyuk_)

SOLOBALAPAN, JAKARTA — Jagat media sosial dihebohkan oleh rekaman video yang memperlihatkan proses penurunan logo Bank Mandiri di salah satu gedung perbankan pelat merah tersebut di kawasan Jakarta Pusat pada Selasa (25/8/2026).

Video yang beredar luas di berbagai platform digital ini langsung memantik beragam spekulasi liar di kalangan warganet.

Sejumlah pihak mengaitkan pencopotan logo visual tersebut dengan polemik pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, yang sebelumnya memimpin aksi unjuk rasa warga Pati di depan Gedung DPR RI.

Video Pencopotan Logo dan Kaitan Isu Rekening Koordinator Demo Pati

Dalam rekaman video yang viral di media sosial, terlihat sejumlah pekerja tengah beraktivitas di bagian fasad depan gedung untuk melepas plang logo Bank Mandiri.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan tajam lantaran berlangsung di tengah ramainya perbincangan publik mengenai kendala perbankan yang dialami Supriyono alias Botok.

Baca Juga: Warga Pati Kepung Kompleks Parlemen! Desak Pengesahan RUU Perampasan Aset dan Hilirisasi Pertanian

Sebelumnya, koordinator aksi warga Kabupaten Pati tersebut mengaku rekening Bank Mandiri miliknya mendadak tidak dapat diakses maupun digunakan saat dirinya tengah berada di Jakarta untuk mendampingi dan mengoordinasikan massa aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8/2026).

Keluhan pemblokiran saldo tersebut memicu sorotan tajam netizen terhadap integritas layanan bank BUMN tersebut.

Ragam Spekulasi Netizen dan Belum Adanya Klarifikasi Resmi

Peredaran video penurunan logo tersebut langsung dibanjiri ragam komentar dan spekulasi dari warganet.

Sebagian netizen menduga tindakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi pengamanan gedung, sementara lainnya mengaitkannya dengan sentimen publik terhadap kinerja perbankan.

Ragam Reaksi Warganet di Media Sosial:

  • Akun @ayu.yunira91: "Takut digruduk massa kayanya."

  • Akun @nawan_hernandez: "Emang klo di copot para pendemo gak tau gitu gedung @bankmandiri yang mana…"

  • Akun @iriel.ar89: "Yang raib tidak hanya logo @bankmandiri nya saja, tidak lama gedung di pusat dan setiap cabang paling juga akan ikut raib, lihat saja lha wong baru beberapa hari blokir nasabah saham langsung terjun bebas."

  • Akun @_virga.sevira: "Perampasan asset sudah di lakukan oleh apparat dan justru yang dirampas asset masyarakat."

Hingga saat ini, pihak manajemen Bank Mandiri belum memberikan keterangan resmi maupun konfirmasi terkait alasan teknis di balik penurunan logo di gedung Jakarta Pusat tersebut, apakah terkait peremajaan merek (rebranding), renovasi fasilitas gedung, atau faktor operasional lainnya.

Tabel Pemetaan Fakta Penurunan Logo Bank Mandiri & Isu Terkait

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai kronologi video viral, keterkaitan isu aksi demonstrasi, serta respons publik secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter Informasi Detail Fakta & Catatan Kejadian
Objek Kejadian Penurunan logo Bank Mandiri pada fasad salah satu gedung di Jakarta Pusat
Sumber Informasi Rekaman video pekerja copot logo yang viral di media sosial
Konteks Isu yang Dikaitkan Pemblokiran rekening Koordinator AMPB, Supriyono (Botok)
Agenda Terkait Koordinator Aksi unjuk rasa warga Pati di depan Gedung DPR RI (Jumat, 21 Agustus 2026)
Bentuk Spekulasi Netizen Dugaan kekhawatiran aksi massa hingga kritik sentimen terhadap perbankan
Status Konfirmasi Resmi Pihak Bank Mandiri belum memberikan pernyataan atau klarifikasi resmi

Publik diimbau untuk menyikapi video viral tersebut secara jernih dan menunggu penjelasan resmi dari pihak manajemen perbankan guna menghindari disinformasi di ruang digital.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
bank mandiri Jakpus video