SOLOBALAPAN, PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menuai gelombang kritik tajam dari warganet usai jajaran dinas dan instansi kedinasan secara serentak mengunggah poster ucapan selamat ulang tahun ke-27 untuk istri Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, pada Jumat (21/8/2026).
Langkah publikasi serentak melalui kanal media sosial resmi tersebut dinilai nirempati lantaran dilakukan tepat di saat wilayah Kalimantan Tengah tengah membara dan dikepung kabut asap pekat akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Netizen meluapkan kekecewaan di jagat maya karena menganggap saluran komunikasi resmi institusi pemerintah daerah semestinya diprioritaskan untuk penanganan kedaruratan krisis lingkungan ketimbang seremonial perayaan keluarga pejabat publik.
Deretan Akun Dinas Kompak Unggah Ucapan Resmi Ketua TP-PKK
Berdasarkan pantauan di lini masa digital, unggahan ucapan selamat hari lahir tersebut dipublikasikan secara hampir bersamaan oleh berbagai akun resmi dinas di lingkungan Pemprov Kalteng.
Instansi yang terpantau mengunggah poster tersebut antara lain Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dispursip, Dishub, Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik), Dinas Pendidikan (Disdik), hingga Sekretariat Daerah (Sekda) Kalteng.
Masing-masing poster menampilkan potret formal sang istri gubernur lengkap dengan gelar dan jabatannya sebagai pimpinan organisasi daerah, disertai untaian doa kesehatan serta kebijaksanaan.
Teks Ucapan Resmi Kedinasan: "Selamat Ulang Tahun Ny. Aisyah Thisia Agustiar Sabran, S.H., M.Kn (Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah)."
Reaksi Keras Netizen: Sindiran Sarkasme Lilin hingga Tuntutan Empati
Publikasi masif tersebut langsung memantik respons negatif dari warganet yang tengah merasakan dampak buruk kepulan asap karhutla dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah komentar bernada satir dan sarkasme membanjiri linimasa, menyoroti kontrasnya perayaan pejabat di tengah penderitaan warga yang kesulitan bernapas akibat kebakaran hutan.
Warganet menilai jajaran birokrasi telah kehilangan kepekaan sosial terhadap penderitaan rakyat yang terdampak langsung oleh bencana asap.
Kritik Pedas Warganet di Media Sosial: "Sekalimantan nggak bakar lilin, tapi hutannya yang kebakar... Tiup hutannya, tiup hutannya, tiup hutannya sekarang juga...
Untuk segala dinas yang ada di Gubernuran dan Provinsi Kalteng, tolong empatinya itu ada buat rakyat kalian yang ada di Kalimantan. Supaya apa? Supaya rakyat tidak tambah marah melihat kalian nirempati kayak gini," tulis warganet dalam komentarnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan maupun klarifikasi resmi dari Aisyah Thisia Agustiar Sabran maupun pihak Pemprov Kalteng terkait ramainya polemik unggahan media sosial tersebut.
Tabel Pemetaan Fakta Polemik Ucapan Ultah Istri Gubernur Kalteng
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai momen perayaan, daftar dinas terkait, serta sorotan publik secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Informasi | Detail Fakta & Catatan Polemik |
| Tokoh yang Berulang Tahun | Ny. Aisyah Thisia Agustiar Sabran, S.H., M.Kn (Istri Gubernur Kalteng) |
| Jabatan Tertera | Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah |
| Momen Peringatan | Ulang tahun ke-27 pada Jumat, 21 Agustus 2026 |
| Pihak yang Mengunggah | Jajaran dinas Pemprov Kalteng (Disbudpar, Dinkes, Dishub, Perkimtan, Disdik, dll.) |
| Situasi Lapangan Kalteng | Sedang dilanda bencana kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) |
| Pemicu Kritik Publik | Unggahan serentak di akun kedinasan dinilai tidak peka krisis & nirempati |
| Bentuk Reaksi Warganet | Sindiran satir ("Tiup lilin vs Hutan terbakar") dan desakan empati sosial |
| Status Tanggapan Resmi | Belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait maupun Pemprov Kalteng |
Polemik ini menjadi pengingat penting bagi institusi pemerintah mengenai urgensi kepekaan sosial dan etika komunikasi publik di ruang digital, khususnya dalam mengelola kanal resmi kedinasan saat masyarakat sedang berjuang menghadapi bencana kedaruratan lingkungan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo