Duka Pendaki Muda Sumbing: Tangis Ibunda Mengiringi Kepergian Dude yang Sempat Tak Direstui

tim solobalapan • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:34 WIB
Isak tangis iringi pemakaman Dude (17), pendaki asal Karanganyar yang tewas di tebing Puncak Sejati Sumbing. Sempat tak direstui sang ibu, perjalanan tektok ini berujung duka usai korban terpisah dari rekannya.
Isak tangis iringi pemakaman Dude (17), pendaki asal Karanganyar yang tewas di tebing Puncak Sejati Sumbing. Sempat tak direstui sang ibu, perjalanan tektok ini berujung duka usai korban terpisah dari rekannya.

SOLOBALAPANCOM — Suasana duka mendalam menyelimuti Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (23/8/2026) malam. Isak tangis keluarga dan kerabat tak terbendung saat mengantarkan Dude Kurniawan Pasha (17), seorang pendaki remaja yang gugur dalam tragedi di Gunung Sumbing, ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Kauman.

Jenazah korban diusung dari rumah duka menuju liang lahad sekitar pukul 19.45 WIB dengan diiringi kedua orang tuanya, Sri Widodo dan Retno Lestari. Duka yang begitu berat membuat sang ibunda tak sanggup melangkah sendiri hingga harus dibopong oleh kerabat menuju lokasi pemakaman sebelum prosesi pemakaman selesai pada pukul 20.10 WIB.

Tragedi ini menyisakan penyesalan mendalam bagi keluarga. Menurut penuturan sang ayah, Sri Widodo, kepergian Dude untuk menaklukkan Gunung Sumbing sebenarnya sempat dihalangi oleh ibunya. Sang ibu meminta korban tetap berada di rumah untuk membantu rangkaian kegiatan peringatan Kemerdekaan RI di lingkungan tempat tinggal mereka. Namun, karena rencana perjalanan bersama dua rekan sekolahnya sudah dirancang, Dude tetap memilih berangkat.

Baca Juga: Pendaki Asal Semarang Meninggal di Jalur Selo Merbabu, Jatuh Tak Sadarkan Diri di Sabana

Rombongan tiga remaja tersebut tiba di Basecamp Gunung Sumbing jalur Banaran pada Jumat (21/8/2026) malam dan memulai pendakian dengan metode tektok atau perjalanan cepat tanpa menginap sekitar pukul 23.30 WIB. Di tengah perjalanan menuju Puncak Sejati, salah satu rekan korban memutuskan untuk turun lebih awal di area sabana, sementara Dude dan rekannya, Fatahilah, terus melanjutkan perjalanan hingga ke puncak.

Bencana bermula saat perjalanan turun dari puncak sekitar pukul 13.00 WIB. Dude memilih melintasi jalur tebing di bawah Puncak Sejati sisi utara yang terpisah dari jalur rekannya. Keputusan berpisah di medan ekstrem tersebut berujung fatal. Dude hilang kontak hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB di area terjal bawah puncak.

Baca Juga: Pendaki Asal Jambi Alami Hipotermia di Jalur Suwanting Merbabu, Tertolong Shelter Emergency Pos 3

Proses evakuasi melibatkan 10 personel SAR Kabupaten Temanggung yang berjuang membawa jenazah turun melalui medan terjal hingga tiba di basecamp pada siang hari, sebelum dipulangkan ke rumah duka di Colomadu. Kejadian ini menjadi pengingat kelam akan tingginya risiko pendakian tektok serta pentingnya kewaspadaan ekstra saat melintasi jalur-jalur rawan di puncak gunung. (angelyna fransiska meia)

Editor : Kabun Triyatno
angelyna fransiska meia gunung sumbing duka pendaki tewas