SOLOBALAPAN, BANJARBARU — Foto seekor bekantan dewasa yang duduk terdiam di atas atap rumah warga di kawasan Nagara, Kalimantan Selatan, mendadak viral di media sosial dan menyentuh rasa iba warganet.
Satwa endemik Pulau Kalimantan berhidung panjang tersebut diduga kuat terpaksa keluar dari hutan untuk menyelamatkan diri setelah habitat aslinya hangus akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas.
Unggahan yang pertama kali dibagikan oleh akun X @bebekhermes pada Kamis (20/8/2026) ini langsung menuai atensi masif di tengah kepungan kabut asap pekat yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.
Viral Potret Bekantan Mengungsi ke Pemukiman Warga
Dalam foto yang beredar luas di jagat maya, satwa dilindungi tersebut tampak terduduk pasrah di atas seng atap pemukiman warga Nagara tanpa pergerakan agresif.
Baca Juga: Joget Tak Pantas di Depan Gamelan Pendopo Ageng ISI Surakarta Viral, Pihak Kampus Minta Maaf!
Kondisi ini mencerminkan keputusasaan satwa liar yang kehilangan ruang hidup alaminya akibat kobaran api yang melalap pepohonan hutan rawa.
Hingga saat ini, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 504 ribu kali dan dibagikan ulang (retweet) oleh lebih dari 16 ribu pengguna media sosial X yang menyuarakan keprihatinan mendalam atas rusaknya ekosistem hutan Kalimantan.
Unggahan Viral Akun X (@bebekhermes): "Penampakan seekor bekantan di atas rumah warga di Nagara, Kalsel. Kasihan banget ya Allah... habitatnya udah habis kebakar, makin bingung mau mengungsi ke mana lagi selain ke atap rumah warga. Kita yang cuma kena asapnya aja udah engap, apalagi mereka yang rumahnya beneran hilang."
Kabut Asap Selimuti Banjarbaru dan Evakuasi Satwa Dilindungi
Bencana karhutla di Kalimantan Selatan dilaporkan telah memasuki fase mengkhawatirkan sejak Rabu (19/8/2026), di mana kabut asap tebal mulai menyelimuti wilayah Kota Banjarbaru dan sekitarnya.
Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan, Raden Rafiq, mengungkapkan bahwa pekatnya kabut asap telah memangkas jarak pandang secara drastis hingga tersisa sekitar 10 meter pada siang hari.
Kondisi kritis ini mendorong balai konservasi bersama instansi di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan dan evakuasi satwa liar.
Satwa-satwa langka yang terancam seperti orangutan, bekantan, hingga gajah kalimantan dipindahkan dari zona titik panas (hotspot) menuju kawasan konservasi yang lebih aman guna mencegah kepunahan fauna akibat kebakaran hutan.
Tabel Pemetaan Fakta Evakuasi Bekantan & Dampak Karhutla Kalsel
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai kronologi kejadian, sebaran kabut asap, serta langkah penanganan satwa dilindungi secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Informasi | Detail Fakta & Catatan Lapangan |
| Satwa Terdampak | Seekor Bekantan Dewasa (Nasalis larvatus / Satwa Endemik) |
| Lokasi Kemunculan | Atap rumah warga di kawasan Nagara, Kalimantan Selatan |
| Dugaan Pemicu | Kehilangan habitat asli akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) |
| Sumber Informasi Viral | Akun media sosial X @bebekhermes (Kamis, 20 Agustus 2026) |
| Interaksi Medsos | Ditayangkan >504 ribu kali & dibagikan >16 ribu pengguna |
| Dampak Kabut Asap | Jarak pandang turun drastis hingga $\le$ 10 meter di Banjarbaru |
| Pernyataan WALHI Kalsel | Disampaikan langsung oleh Direktur WALHI Kalsel, Raden Rafiq |
| Upaya Penyelamatan | Evakuasi satwa (bekantan, orangutan, gajah) oleh otoritas konservasi & KLH |
Fenomena mengungsinya satwa liar ke atap rumah warga ini menjadi alarm keras bagi seluruh pihak mengenai darurat karhutla yang tidak hanya mengancam kesehatan pernapasan manusia, tetapi juga merusak keanekaragaman hayati nusantara.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo