SOLOBALAPAN, BOGOR — Sosok Susanah (38), warga Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendadak menjadi pusat perhatian nasional usai namanya diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat (14/8/2026).
Di tengah riuhnya sorotan warganet mengenai narasi upah "pengupas bawang Rp700 ribu per kilogram", kediaman semipermanen milik Susanah justru terpantau dipasangi potongan garis polisi (police line).
Pemasangan garis pembatas tersebut dilakukan oleh perangkat lingkungan setempat bukan karena kasus kriminal, melainkan sebagai langkah proteksi untuk menjaga ketenangan dan kondisi psikologis anak-anak Susanah dari serbuan kerumunan awak media dan pihak luar.
Alasan Pemasangan Garis Polisi: Lindungi Psikologis Anak dari Serbuan Media
Potongan garis polisi berwarna kuning terlihat terikat di bagian atap teras rumah berukuran 3x3 meter milik keluarga Susanah.
Istri Ketua RT setempat, Iis Isnawati, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara Ketua RW, kepala desa, dan kepala dusun.
Langkah preventif itu diambil lantaran banyaknya awak media serta instansi yang mendatangi rumah secara tiba-tiba tanpa koordinasi lingkungan, sementara Susanah dan suaminya, Didim, masih berada di Jakarta untuk memenuhi undangan kenegaraan hingga Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka pada Senin (17/8/2026).
Penjelasan Perangkat RT (Iis Isnawati): "Takutnya, khawatirnya mungkin jiwa anak-anaknya belum siap dengan kondisi yang tiba-tiba orang tuanya viral. Di Kampung Ciuncal ini, terutama di RT 01, tidak ada profesi pengupas bawang ya," jelas Iis sembari menambahkan bahwa keluarga Susanah terdaftar resmi sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kategori desil 1 penerima bansos PKH dan BPNT.
Fakta Pekerjaan Sebenarnya: Penjahit Majun Rp700, Bukan Bawang Rp700 Ribu
Pihak keluarga meluruskan kekeliruan data yang sempat memicu perdebatan di media sosial. Anak kandung serta kakak ipar Susanah, Wina, menegaskan bahwa Susanah terkejut saat dirinya dinarasikan sebagai pengupas bawang berupah ratusan ribu rupiah.
Profesi utama yang ditekuni Susanah sehari-hari adalah buruh jahit rumahan kain lap majun (kain perca). Dari pekerjaan tersebut, ia hanya menerima upah sebesar Rp700 per kilogram, bukan Rp700.000.
Dalam sehari, Susanah mampu menjahit rata-rata 20 kilogram kain dengan total pendapatan berkisar Rp14.000 per hari.
Selain itu, pada siang hari Susanah bekerja sambilan sebagai petugas pencuci ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Bojong.
Klarifikasi Kakak Ipar Susanah (Wina): "Itu tidak benar kalau dia bekerja mengupas bawang dengan harga Rp700 ribu perkilo. Ibu Susanah itu bekerja di MBG dan juga penjahit lap majun dengan harga Rp700 perkilo," tegas Wina.
Respons Pihak Istana Kepresidenan
Menanggapi ramainya polemik perbedaan angka upah tersebut di ruang publik, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengimbau masyarakat untuk melihat substansi dan pesan besar pidato kepala negara secara utuh, ketimbang terpaku pada potongan kalimat yang ramai diolah algoritma media sosial.
Tanggapan Penasihat Khusus Presiden (Hasan Nasbi): "Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden ya. Yang satu kalimat, dua kalimat digoreng itu saya rasa kita harus belajar untuk tidak terfokus. Pikirkan substansi besar dan gagasan besar dari pidato presiden," ujar Hasan di Istana Negara.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya memastikan bahwa pihak Istana akan melakukan penelusuran serta pengecekan ulang terhadap validitas basis data yang dipaparkan tersebut.
Tabel Pemetaan Fakta Kasus & Klarifikasi Susanah
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai profil, data upah asli, serta alasan pemasangan garis pembatas secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Informasi | Detail Fakta & Catatan Kejadian |
| Profil Warga | Susanah (38 Tahun) & Suami: Didim |
| Alamat Domisili | Kampung Ciuncal RT 01/RW 04, Desa Situsari, Cileungsi, Bogor |
| Kategori Ekonomi | Desil 1 (Keluarga Penerima Manfaat Bansos PKH & BPNT) |
| Pekerjaan Riil 1 | Penjahit kain lap majun rumahan (Upah: Rp700 / kg, Rp14.000/hari) |
| Pekerjaan Riil 2 | Petugas cuci ompreng SPPG Makan Bergizi Gratis (MBG) Bojong |
| Klaim yang Viral | Narasi pengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram |
| Alasan Garis Polisi | Proteksi psikologis 3 anak Susanah dari kerumunan media |
| Agenda di Jakarta | Undangan Sidang Tahunan MPR RI & Upacara HUT ke-81 RI Istana |
| Sikap Istana | Mensesneg cek ulang data; Hasan Nasbi imbau fokus substansi pidato |
Klarifikasi terbuka dari pihak keluarga dan pengurus lingkungan diharapkan mampu menghentikan kesalahpahaman publik, sekaligus memulihkan ketenangan keluarga Susanah di kediamannya.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo