Dugaan Intimidasi Demo Mahasiswa: Sewa 24 Kopaja Dibatalkan Mendadak, BEM UI Nekat Naik Angkot!

Damianus Bram • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:55 WIB
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BEM FH UI) Anandaku Dimas Rumi Chattaristo. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BEM FH UI) Anandaku Dimas Rumi Chattaristo. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

SOLOBALAPAN.COM – Pelaksanaan aksi demonstrasi mahasiswa diwarnai dugaan intimidasi setelah sebanyak 24 armada bus Kopaja yang telah disewa dibatalkan secara sepihak pada Selasa (18/8/2026) pagi.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (BEM FH UI), Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengungkapkan bahwa puluhan bus yang sedianya diplot mengangkut massa aksi mendadak dibatalkan menjelang keberangkatan ke lokasi unjuk rasa.

Dampak pembatalan sepihak ini membuat rombongan mahasiswa terpaksa mengalihkan moda transportasi dengan menyewa angkutan kota (angkot) demi tetap sampai ke titik aksi di Jakarta Pusat.

Informasi yang berkembang di lapangan mengindikasikan adanya dugaan surat imbauan yang melatarbelakangi pembatalan armada tersebut.

Meski demikian, kepastian kabar ini masih memerlukan konfirmasi resmi dari Kementerian Perhubungan.

"Tiba-tiba di-cancel semua Kopajanya dan kita enggak tahu kenapa. Ada kabar seperti itu, silakan dikonfirmasi ke Kementerian Perhubungan untuk mengeluarkan pernyataan," ujar Dimas saat berorasi di Jalan MH Thamrin, Selasa (18/8/2026).

Merespons tudingan bahwa unjuk rasa mahasiswa kerap memicu kericuhan, pihak BEM UI menegaskan komitmen penuh untuk menjaga jalannya aksi agar tetap kondusif.

Dimas menepis tegas stigma negatif tersebut dan memastikan gerakan mahasiswa murni berjuang menuntut perbaikan tata kelola pemerintahan dan keadilan sosial.

"Kami bisa pastikan bahwa kalaupun ada yang rusuh, itu bukan mahasiswa. Jika kita semua adalah masyarakat yang resah, kita pasti hanya ingin menyampaikan suara dan menuntut perbaikan," tegas Dimas.

Isu Tekanan Akademik dan Pengamanan Gabungan

Selain kendala pembatalan armada transportasi umum, koordinasi lintas elemen mahasiswa diakui menghadapi berbagai dinamika di lapangan, termasuk rumor tekanan.

Ketua BEM Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (BEM FIB UI), M. Lintang Kharisma Azzim, menyoroti kekhawatiran sebagian mahasiswa terhadap potensi sanksi akademik jika terlibat dalam aksi turun ke jalan.

"Yang kita takutkan bukan sekadar bentuk intimidasi dan ancaman biasa, tapi lebih daripada itu, yaitu ancaman akademik. Tapi alhamdulillah, dari kami di UI tidak ada bentuk ancaman tersebut sama sekali," ungkap Lintang. (dam)

Editor : Damianus Bram
BEM UI kopaja demo intimidasi