Kondisi Putrinya Sempat Drop, Ibu di Karo Tuntut Transparansi Medis ke Kepala BGN: Apa Racun yang Dimakan Anak Saya?

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:53 WIB
Kepala BGN Sudaryono saat menjenguk siswa keracunan di RS Haji Medan, Sumut, Minggu (16/8). (Istimewa).
Kepala BGN Sudaryono saat menjenguk siswa keracunan di RS Haji Medan, Sumut, Minggu (16/8). (Istimewa).

SOLOBALAPAN, KARO — Isak tangis histeris sekaligus luapan kekecewaan mendalam seorang ibu pecah saat berhadapan langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, di Rumah Sakit Efarina, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Minggu (16/8/2026).

Ibu dari salah seorang siswi SMA Negeri 1 Berastagi yang menjadi korban dugaan keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut meluapkan amarahnya lantaran kondisi kesehatan putrinya sempat kembali memburuk usai dipulangkan dari rumah sakit.

Ia menegaskan bahwa permohonan maaf dari pihak berwenang tidak akan pernah memulihkan kesehatan sang anak tanpa adanya transparansi zat racun yang terkandung dalam makanan tersebut guna menentukan tindakan medis yang tepat.

Jeritan Hati Ibu Korban: Tuntut Kepastian Zat Beracun dan Pertanggungjawaban

Momen emosional tersebut terjadi saat Sudaryono melakukan inspeksi langsung ke ruang perawatan pasien keracunan MBG di RS Efarina.

Baca Juga: 353 Siswa di Karo Keracunan Program MBG, Sudaryono Ketua BGN Beri Peringatan Keras dan Buka Opsi Jalur Hukum

 Sang ibu menceritakan bahwa putrinya mulai mengeluhkan gangguan kesehatan berupa sesak napas parah sejak Kamis (13/8/2026) dan sempat dirawat selama tiga hari di Rumah Sakit Amanda.

Namun, setelah sempat diizinkan pulang, kondisi fisik sang siswi justru kembali anjlok dengan gejala tambahan berupa muntah-muntah dan gatal-gatal di sekujur tubuh hingga harus dilarikan ke RS Efarina.

Dengan suara bergetar dan bercampur bahasa daerah, sang ibu mendesak BGN tidak hanya sekadar datang berkunjung, melainkan memberikan kepastian penyebab medis.

Jeritan Hati Ibu Siswi di Depan Sudaryono: "Tolong Bapak, permintaan maaf Bapak tidak mengubah keadaan, apa sebenarnya racun yang dimakan anak saya, agar kami tahu mengobatinya... Pertanggungjawaban yang mana yang kalian bilang, anak saya ini segeranya kenapa, tolong jangan cuma datang dan melihat kasih kami keterangan yang jelas," protes sang ibu sembari menangis histeris.

BGN Buka Suara: Ikan 12 Jam di Luar Pendingin, Dapur Ditutup dan Kepala SPPG Dicopot

Menanggapi cecaran dan kepanikan keluarga korban, Kepala BGN Sudaryono menegaskan komitmen lembaganya untuk membuka seluruh hasil investigasi secara transparan ke ranah publik tanpa ada fakta yang ditutup-tutupi.

Berdasarkan hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan, Sudaryono mengungkapkan bahwa pemicu utama keracunan massal tersebut berasal dari komoditas ikan olahan yang mengalami pembusukan akibat kelalaian prosedur penyimpanan.

Klarifikasi dan Tindakan Tegas Kepala BGN Sudaryono: "Kita akan terbuka, semuanya kita akan buka, kalau penyebab berasal dari ikan yang tidak diletakkan di ruang pendingin lebih dari 12 jam. Hasil uji sudah ada di Dinas Kesehatan, itu ada kelalaian yang fatal dan kita sudah lakukan penutupan dapur, dan kepala SPPG sudah kita copot," tegas Sudaryono di hadapan keluarga pasien.

Update Penanganan: 64 Pelajar Masih Dirawat Intensif

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 64 pelajar masih harus menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan di kawasan Berastagi, termasuk RS Efarina, RS Amanda, RSU Kabanjahe, dan puskesmas setempat.

Fokus tim medis saat ini adalah memberikan penanganan intensif terhadap para siswa yang mengalami penurunan kondisi tubuh atau gejala susulan (relapse) agar stabilitas kesehatan mereka segera pulih sepenuhnya.

Tabel Pemetaan Fakta Insiden Keracunan MBG di Berastagi

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian kronologi, penyebab medis, serta tindakan penegakan disiplin oleh BGN secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter Informasi Detail Fakta & Catatan Kejadian
Lokasi Pertemuan Rumah Sakit Efarina, Kabupaten Karo, Sumatera Utara
Waktu Konfrontasi Minggu, 16 Agustus 2026
Pihak yang Diprotes Sudaryono (Kepala Badan Gizi Nasional / BGN)
Profil Korban Protes Siswi SMA Negeri 1 Berastagi (Alami sesak napas, muntah, & gatal-gatal)
Penyebab Keracunan Bahan baku ikan tidak disimpan di ruang pendingin (chiller) selama >12 jam
Sumber Uji Laboratorium Data resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Karo
Tindakan Disiplin BGN Dapur MBG resmi ditutup & Kepala SPPG dicopot dari jabatan
Jumlah Korban Dirawat 64 Siswa masih menjalani rawat inap intensif

Keterbukaan informasi hasil uji klinis dari BGN dan Dinas Kesehatan diharapkan mampu mempercepat proses penyembuhan medis para pelajar terdampak serta memastikan evaluasi total sistem rantai dingin (cold chain) pada seluruh dapur MBG nasional.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Sudaryono Kepala BGN karo