SOLOBALAPAN.COM – Jumlah korban jiwa akibat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat. Hingga Senin (17/8/2026), tercatat sebanyak 55 orang meninggal dunia dan 132 warga lainnya mengalami luka-luka.
Sampai hari ini, tim gabungan masih terus menggencarkan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) di berbagai titik reruntuhan.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, turun langsung meninjau lokasi terdampak parah di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
”Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terdampak gempa. Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat,” ujar Syafii, dikutip dari JawaPos.com, Selasa (18/8/2026).
Di tengah berjalannya evakuasi, jenderal bintang tiga TNI AU tersebut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan menghindari bangunan yang retak atau rawan roboh.
Syafii juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, dan warga lokal dalam melewati masa kritis pascabencana.
”Agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” imbaunya.
Rincian Sebaran Tim SAR Khusus Basarnas di Wilayah Terdampak Gempa NTT
Dalam operasi SAR hari ketiga pasca gempa, Basarnas mengerahkan 119 personel yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 11 personel ditempatkan di Kabupaten Nagekeo, 5 personel di Kabupaten Ende, 12 personel di Kabupaten Manggarai Timur, ditambah 14 personel dari tim pusat.
Kemudian 21 personel berada di Kabupaten Sikka, 9 personel di Kabupaten Manggarai Barat dengan tambahan 23 personel dari tim pusat, serta 17 personel di Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Reo.
”Selain itu, sebanyak 7 personel kru helikopter HR 3604 turut mendukung pelaksanaan operasi SAR,” kata dia.
Mengerahkan 711 Personel Gabungan dan Alutsista Helikopter
Pada operasi pencarian hari ketiga pascagempa, Basarnas telah memobilisasi sebanyak 119 personel inti yang disebar secara taktis ke berbagai kabupaten terdampak di Pulau Flores.
Secara keseluruhan, operasi kemanusiaan ini melibatkan total 711 personel gabungan dari lintas instansi, meliputi TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, hingga relawan masyarakat setempat.
”Selain itu, sebanyak 7 personel kru helikopter HR 3604 turut mendukung pelaksanaan operasi SAR,” ungkap Syafii.
Ia menegaskan bahwa seluruh armada pendukung serta kesiapsiagaan personel akan terus dijaga selama masa darurat bencana berlaku.
”Basarnas memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung tetap terjaga selama operasi berlangsung, dengan prioritas utama keselamatan dan pertolongan masyarakat yang terdampak gempa,” pungkasnya. (dam)
Editor : Damianus Bram