Sentil Keras Pemerintahan Prabowo-Gibran, BEM UI Gelar Demo Besar di Jakarta: Pertanyakan Makna Kemerdekaan? Ini 8 Tuntutan Utamanya!

Damianus Bram • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Demo BEM UI.
Aksi Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

SOLOBALAPAN.COM – Sehari usai peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mendadak bergejolak.

BEM UI bersama 15 BEM Fakultas dan 25 organisasi aliansi melangsungkan aksi demonstrasi masif pada Selasa (18/8/2026) mulai pukul 13.00 WIB.

Mengusung tagar seruan #MerebutKemerdekaan, massa mahasiswa berkumpul mengepung jantung ibu kota guna mempertanyakan esensi perayaan kemerdekaan di tengah krisis kedaulatan, ketimpangan ekonomi, hingga keadilan hukum.

Aksi damai ini dipicu oleh kegelisahan kolektif aliansi mahasiswa terhadap tata kelola pemerintahan yang dinilai kian melenceng jauh dari cita-cita awal pendirian titik berdiri republik.

Baca Juga: Pesan Menyentuh Shin Tae-yong di HUT ke-81 RI: Minta Masyarakat Indonesia Lakukan Hal Ini!

BEM UI Sentil Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menyoroti kontradiksi tajam antara kemewahan seremoni tahunan negara dengan realitas kesejahteraan rakyat di lapangan.

Ia menegaskan, Indonesia didirikan agar negara menjadi milik seluruh rakyat, bukan milik penguasa maupun pengusaha semata.

"Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan dan memilih jalan republik: negara yang bukan milik penguasa, bukan milik pengusaha, melainkan milik seluruh rakyat," ujar Yatalathof, Selasa (18/8/2026).

Sosok yang akrab disapa Athof itu menyebut kondisi sosial-politik saat ini telah mengikis makna sejati proklamasi kemerdekaan.

"Hari ini, sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?," katanya.

Ia menggarisbawahi hadirnya krisis kedaulatan yang nyata, mulai dari ketundukan pada perjanjian dagang asing hingga pembungkaman suara kritis warga sipil.

"Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan wajah kekuasaan yang gemar berpidato tentang kedaulatan, tapi lupa menegakkannya. Republik yang dijanjikan berdaulat, adil, dan makmur, kini justru direduksi jadi slogan tahunan tanpa substansi," sambungnya.

Minta Maaf Bikin Kemacetan di Bundaran HI

Dampak dari penumpukan massa di kawasan Bundaran HI tak dipungkiri memicu kemacetan arus lalu lintas di pusat Jakarta.

Pihak penyelenggara aksi pun menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat umum yang perjalanannya terganggu.

"Kepada warga Jakarta, kami mohon maaf atas kemacetan hari ini. Namun ingat: kemacetan lalu lintas ini hanya beberapa jam, sedangkan kemacetan struktural, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan keadilan yang dipaksakan sudah delapan puluh satu tahun dan terus memburuk," tegas Yatalathof.

8 Tuntutan Utama Aksi BEM UI & Aliansi Mahasiswa:

Dalam pergerakan ini, BEM UI bersama aliansi sipil merumuskan delapan tuntutan mendesak yang ditujukan langsung kepada rezim pemerintahan:

  1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
  2. Hentikan praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).
  3. Wujudkan reforma agraria yang sejati.
  4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
  5. Evaluasi total PSN serta hentikan program MBG dan KDMP.
  6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah.
  7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
  8. Hentikan represifitas serta intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil dan bubarkan YON TP.

Narahubung BEM UI, Ridho, membenarkan bahwa pergerakan ini melibatkan konsolidasi lintas kampus yang cukup besar di kawasan ibu kota.

"Benar, BEM UI bersama dengan 15 BEM Fakultas se-UI dan 25 organisasi aliansi lainnya akan turun aksi di Bundaran HI," ungkap Ridho. (dam)

Editor : Damianus Bram
BEM UI demo bundaran hi demonstrasi hut ri