Jaringan Lumpuh Pasca Gempa M 7,7 NTT! 200 BTS di 10 Daerah Mati Total, Sikka Paling Parah!

Damianus Bram • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:53 WIB
Ilustrasi Tower BTS. (Dok. JawaPos.com)
Ilustrasi Tower BTS. (Dok. JawaPos.com)

 

SOLOBALAPAN.COM – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang menerjang kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) subuh, berdampak signifikan pada kelancaran infrastruktur telekomunikasi.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama seluruh operator seluler kini bergerak cepat memantau kondisi jaringan sekaligus melangsungkan upaya pemulihan sinyal di lokasi terdampak.

Gempa yang terjadi pada pukul 05.58 WITA (04.58 WIB) tersebut berpusat di wilayah Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Berdasarkan data pemantauan dashboard operator telekomunikasi hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 200 site atau pemancar BTS dilaporkan mengalami gangguan teknis yang tersebar di 10 kabupaten dan kota se-NTT.

“Sebanyak 16.35 persen BTS diwilayah yang teridentifikasi terdampak mengalami gangguan. Komdigi terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk memastikan gangguan dapat segera ditangani. Keselamatan petugas dan akses publik terhadap akses telekomunikasi menjadi pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan di lapangan,” tegas Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, dikutip dari JawaPos.com, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga: Update Resmi Gempa M 7,7 NTT: Sempat Disebut 2 Orang, BNPB Pastikan Korban Meninggal Gempa NTT 1 Jiwa: Ini Detailnya!

Kondisi Jaringan Telkomsel, XLsmart, dan Indosat

Gangguan pasokan sinyal dilaporkan menimpa tiga operator seluler besar di Indonesia, yakni Telkomsel, XLsmart, dan Indosat, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi di setiap wilayah.

Telkomsel mencatat sejumlah site BTS tidak dapat beroperasi akibat terputusnya pasokan aliran listrik pascagempa. Sementara XLsmart melaporkan kendala layanan utama di wilayah pemukiman yang berdekatan langsung dengan pusat gempa.

Adapun Indosat masih terus memantau situasi secara intensif sembari mengarahkan tim teknis menuju lokasi gangguan.

Selain pemancar sinyal, Komdigi juga mendeteksi adanya kerusakan pada jaringan transmisi utama, yang turut memperlambat operasional lalu lintas data telekomunikasi di beberapa kawasan.

Data Rincian Kerusakan BTS di 10 Kabupaten/Kota NTT

Kabupaten Sikka mencatatkan angka kerusakan infrastruktur telekomunikasi tertinggi dengan total 51 site BTS terdampak, disusul Kabupaten Ende sebanyak 31 site, dan Kabupaten Flores Timur sebanyak 26 site.

Daftar Sebaran BTS Terdampak Gempa M 7,7 NTT:

No Kabupaten / Kota Jumlah BTS Terdampak Total BTS Wilayah Persentase Gangguan
1 Kabupaten Sikka 51 site 192 site 26,56%
2 Kabupaten Ende 31 site 118 site 26,27%
3 Kabupaten Flores Timur 26 site 161 site 16,15%
4 Kabupaten Manggarai 22 site 150 site 14,67%
5 Kabupaten Manggarai Barat 17 site 141 site 12,06%
6 Kabupaten Manggarai Timur 16 site 80 site 20,00%
7 Kabupaten Ngada 13 site 101 site 12,87%
8 Kabupaten Nagekeo 11 site 73 site 15,07%
9 Kabupaten Lembata 10 site 73 site 13,70%
10 Kabupaten Timor Tengah Utara 3 site 134 site

Komdigi Terus Pantau dan Upayakan Pemulihan Cepat

Hingga berita ini diturunkan, seluruh 200 site BTS yang terdampak gempa bumi tersebut masih dalam penanganan intensif untuk pemulihan konektivitas.

Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) Komdigi berkolaborasi dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, serta penyedia jaringan terus mengumpulkan laporan berkala dari lapangan.

“Kondisi jaringan sangat dinamis setelah terjadi bencana. Karena itu, data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan di lapangan. Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan pada site yang mengalami gangguan,” jelas Wayan.

Komdigi mengimbau seluruh masyarakat di wilayah terdampak bencana gempa untuk senantiasa mengutamakan keselamatan jiwa dan hanya mempercayai informasi resmi yang dirilis BMKG, BPBD, serta lembaga pemerintah berwenang.

Editor : Damianus Bram
jaringan gempa ntt bts ntt sinyal