SOLOBALAPAN.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi memperbarui data dampak korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jika sebelumnya dilaporkan terdapat dua korban jiwa, hasil validasi data terbaru memastikan korban meninggal dunia akibat bencana alam tersebut berjumlah satu orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa pemutakhiran data di lapangan hingga Sabtu (15/8) pukul 08.00 WIB mencatat satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka.
”Korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sikka, sementara korban luka tercatat di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo,” ujar Berton dalam keterangan resminya, Sabtu (15/8).
Baca Juga: Duka di NTT! Gempa M 7,7 Guncang Subuh Hari, 2 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
BNPB Sampaikan Permohonan Maaf Atas Kekeliruan Laporan Awal
Berton menjelaskan perihal perubahan data tersebut. Setelah petugas gabungan melangsungkan verifikasi ketat di lokasi terdampak, laporan awal dua korban jiwa akhirnya dikoreksi menjadi satu korban jiwa.
”BNPB menyampaikan permohonan maaf atas perihal laporan awal dan akan terus memastikan setiap informasi yang disampaikan telah melalui proses verifikasi,” tegasnya.
Saat ini, proses pendataan dan verifikasi terhadap para korban maupun tingkat kerusakan infrastruktur masih terus dirampungkan oleh BPBD Provinsi NTT bersama instansi terkait.
2.000 Warga Nagekeo Mengungsi dan Rincian Kerusakan Fasilitas
Pasca-guncangan gempa dahsyat yang terjadi pada pukul 05.58 WITA tersebut, sebanyak 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo dilaporkan langsung melakukan proses evakuasi mandiri ke lokasi aman.
Langkah cepat tersebut diambil warga sebagai bentuk kewaspadaan tinggi pascagempa serta munculnya peringatan dini potensi tsunami dari BMKG. Sementara itu, di Kota Bima, NTB, tercatat satu kepala keluarga (6 jiwa) turut terdampak.
Data Sementara Kerusakan Bangunan Fisik:
- Rumah Rusak Berat: 2 unit
- Rumah Rusak Sedang: 1 unit
- Rumah Rusak Ringan: 2 unit
- Fasilitas Umum Rusak Ringan: 3 unit
- Kantor Pemerintahan Rusak: 6 gedung
- Fasilitas Logistik: 1 gudang Bulog terdampak
”Dampak kerusakan sementara yang telah teridentifikasi meliputi 2 unit rumah rusak berat, 1 unit rumah rusak sedang, 2 unit rumah rusak ringan, 1 gudang Bulog terdampak, 3 fasilitas umum rusak ringan, serta 6 kantor pemerintahan terdampak,” terang Berton.
Berton memungkas bahwa seluruh data dampak bencana tersebut masih bersifat sementara dan terus divalidasi oleh tim BPBD NTT di lapangan.
Sebagai informasi, pusat gempa M 7,7 ini berada pada kedalaman 30 kilometer di Timur Laut Mbay-Nagekeo, NTT, di mana getaran kuatnya terasa hingga ke kawasan Sulawesi Selatan. (dam)
Editor : Damianus Bram