Duka di NTT! Gempa M 7,7 Guncang Subuh Hari, 2 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Damianus Bram • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Pasien RS Labuan Bajo dievakuasi keluar saat terjadi gempa bumi Magnitudo 7,7 di NTT, Sabtu (15/8). (Istimewa)
Pasien RS Labuan Bajo dievakuasi keluar saat terjadi gempa bumi Magnitudo 7,7 di NTT, Sabtu (15/8). (Istimewa)

 

SOLOBALAPAN.COM – Kabar duka menyelimuti wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8) subuh tadi.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa kedua korban jiwa tersebut ditemukan di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.

"Dua korban meninggal dunia terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan," ujar Berton dalam keterangan pers resminya, Sabtu (15/8).

Ia menambahkan, hingga saat ini data rincian korban terdampak masih terus menjalani proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim gabungan di lapangan.

Selain dua korban jiwa, dilaporkan ada satu warga lainnya yang mengalami luka-luka akibat gempa bumi yang sempat memicu peringatan dini potensi tsunami tersebut.

Baca Juga: Heboh Pidato Prabowo Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilo, Netizen: Mau Banting Setir!

Pusat Gempa Berada di Laut Nagekeo Kedalaman 15 Km

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi M 7,7 tersebut berpusat di wilayah Kabupaten Nagekeo.

Berdasarkan pemutakhiran data terkini, pusat gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, atau berjarak sekitar 38 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, dan Polri masih terus melangsungkan proses evakuasi di titik-titik terdampak.

BNPB bersama BPBD Kabupaten Sikka juga terus berkoordinasi intensif untuk penanganan darurat korban serta memastikan keselamatan masyarakat pesisir.

Warga Panik dan Berhamburan Keluar Rumah

Guncangan gempa dirasakan sangat kuat di Kabupaten Nagekeo selama kurang lebih satu menit. Kuatnya guncangan membuat sebagian besar masyarakat panik dan berhamburan menyelamatkan diri ke luar rumah.

BPBD Kabupaten Nagekeo langsung mengambil langkah siaga dengan merespons peringatan dini tsunami serta mengevakuasi warga yang bermukim di kawasan pesisir pantai.

Kondisi kepanikan serupa turut dilaporkan terjadi di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Barat. Guncangan kuat selama satu menit memaksa ribuan warga bertahan di luar hunian mereka.

Tak hanya di NTT, getaran gempa M 7,7 ini bahkan dirasakan hingga ke Kota Bima (Nusa Tenggara Barat), serta sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Maros. (dam)

Editor : Damianus Bram
gempa ntt Kabupaten Sikka gempa magnitudo nusa tenggara timur