SOLOBALAPAN.COM – Camat Rancabungur, Dita Aprilia, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait rekaman video viral aksi perdebatan mengenai penolakan pemasangan Bendera Merah Putih di sebuah tempat pangkas rambut.
Dita secara tegas membantah bahwa pria yang melayangkan ucapan bernada intimidasi kepada sang tukang cukur, Nurhidayat alias Apuy, adalah anggotanya.
Dita menegaskan bahwa sosok pria perekam yang mencecar Apuy sembari membawa-bawa nama pihak kecamatan tersebut tidak terdaftar sebagai ASN maupun pegawai di Kantor Kecamatan Rancabungur.
"Perlu kami tegaskan dalam hal ini bahwa orang tersebut bukanlah pegawai Kecamatan Rancabungur," ujar Dita kepada awak media, dilansir dari JawaPos.com, Kamis (13/8/2026).
Dita juga mengklaim tak pernah memberikan instruksi, perizinan, maupun perintah kepada oknum tersebut untuk mendatangi kembali tempat usaha Apuy dan mengeluarkan kata-kata yang memicu kegaduhan publik.
"Saya sebagai Camat Rancabungur tidak pernah menginstruksikan kepada orang tersebut untuk mengintimidasi atau mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan kepada Kang Apuy," tuturnya.
Klaim Murni Berikan Imbauan Partisipasi Warga
Terkait keberadaan dirinya yang sempat tertangkap kamera masuk ke tempat kerja Apuy pada potongan video awal, Dita menjelaskan bahwa kehadirannya saat itu murni dalam rangka sosialisasi dan imbauan rutin menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, pihak kecamatan berupaya mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk memeriahkan bulan kemerdekaan sepanjang 1 hingga 31 Agustus.
"Kedatangan kami untuk meningkatkan rasa empati dan penghormatan warga masyarakat terhadap perjuangan para pahlawan. Setidaknya di bulan Agustus ini warga masyarakat mengibarkan bendera merah putih," jelas Dita.
Awal Mula Perdebatan yang Memicu Reaksi Publik
Sebelumnya, jagat media sosial digemparkan oleh potongan video aksi penolakan pemasangan bendera oleh seorang tukang cukur di kawasan Pasar Kambing, Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Dalam video pertama, Dita Aprilia tampak mendatangi Apuy dan memintanya untuk membeli serta memasang Bendera Merah Putih.
"Beli dong. Masa tidak sanggup beli? Saya sudah ngasih banyak," cetus wanita dalam video tersebut.
"Banyak apa?" jawab Apuy santai.
Insiden tersebut kemudian berbuntut panjang saat seorang pria mendatangi kembali lokasi potong rambut sembari merekam Apuy yang sedang melayani pelanggan.
Pria tersebut mencecar Apuy dengan narasi kemerdekaan yang langsung dibalas Apuy dengan pertanyaan retoris, "Kata siapa sudah merdeka?".
Meskipun Apuy telah melayangkan video permohonan maaf terbuka sambil memegang Sang Saka Merah Putih, netizen di berbagai platform media sosial justru ramai-ramai memberikan pembelaan dan pasang badan untuk sang tukang cukur. (dam)
Editor : Damianus Bram