Gempar di Thailand! Eks Anggota Parlemen Tembak Pejabat Daerah hingga Tewas, Ngaku Saat Live Streaming YouTube

Damianus Bram • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:07 WIB
Mantan anggota parlemen Chalong Riewrang di kantor polisi di provinsi Nonthaburi, Thailand, setelah ditangkap atas aksi penembakan. (Arnun Chonmahatrakool/Thai News Pix)
Mantan anggota parlemen Chalong Riewrang di kantor polisi di provinsi Nonthaburi, Thailand, setelah ditangkap atas aksi penembakan. (Arnun Chonmahatrakool/Thai News Pix via JawaPos.com)

 

SOLOBALAPAN.COM – Dunia politik dan hukum Thailand diguncang insiden penembakan tragis. Mantan anggota parlemen Thailand, Chalong Reawraeng, ditangkap pihak kepolisian usai menembak mati pejabat senior pemerintahan daerah Nonthaburi, Thongchai Yenprasert, pada Senin (10/8/2026) waktu setempat.

Aksi penembakan tersebut terjadi tepat di area luar kantor pemerintahan daerah Nonthaburi, wilayah yang berbatasan langsung dengan ibu kota Bangkok.

Selain menewaskan Thongchai—yang juga diketahui sebagai purnawirawan kolonel polisi sekaligus Presiden Nonthaburi Provincial Administrative Organization (PAO)—insiden berdarah ini turut melukai sopir pribadi korban di bagian lengan.

Dilansir dari BBC, Komandan Kepolisian Nonthaburi, Mayor Jenderal Dejrapee Kongdee, mengonfirmasi bahwa korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak parah di bagian leher.

Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Tim SAR Gabungan Kerahkan Armada Laut dan Helikopter Evakuasi Penumpang

Mengaku di Tengah Siaran Live YouTube

Hal yang membuat kasus ini viral dan menyita perhatian publik internasional adalah aksi nekad Chalong sesaat setelah melepaskan tembakan. Sebelum ditangkap aparat, ia sempat menelepon seorang komentator politik kondang, Anchalee Paireerak, yang tengah melakukan siaran langsung (livestreaming) di platform YouTube.

Di tengah siaran, Anchalee menerima panggilan telepon tersebut tanpa menyangka bakal mendengar pengakuan atas kasus pembunuhan.

"Apakah dia mati? Kamu menembaknya di kepala? Kamu harus menunggu polisi datang di sana!" ucap Anchalee dengan raut wajah terkejut di hadapan ribuan penonton siaran langsungnya.

Anchalee lantas meminta Chalong untuk tetap berada di lokasi kejadian dan tidak melarikan diri hingga petugas kepolisian tiba untuk menciduknya.

Dalih Tak Berniat Menembak

Usai diamankan ke markas kepolisian setempat, Chalong diberikan kesempatan memberikan keterangan kepada awak media.

Dalam pembelaannya, Chalong mengklaim bahwa korban sejatinya merupakan teman baiknya dan ia sama sekali tidak berniat menghabisi nyawa Thongchai.

Chalong berdalih bahwa insiden bermula saat dirinya ingin menyelesaikan perselisihan pribadi secara baik-baik, namun ditolak dan didorong oleh korban.

"Dia (Thongchai) mendorongku dan berkata tidak mau bicara. Ketika saya mengeluarkan senjata, saya tidak berniat menembak. Namun, sopir Thongchai mendadak mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke arah saya, sehingga saya melepaskan tembakan untuk membela diri," pungkanya.

Hingga saat ini, Tim Kepolisian Nonthaburi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap reka adegan sebenarnya serta motif mendasar di balik perselisihan berdarah antarelit politik tersebut. (dam)

Editor : Damianus Bram
chalong reawraeng penembakan thailand youtube