SOLOBALAPAN, SUKABUMI — Media sosial dihebohkan oleh beredarnya rekaman video yang memperlihatkan patung berukuran besar menyerupai kepala Firaun Mesir di tengah rimbunnya hutan lereng Gunung Salak.
Unggahan yang bermula dari momen seorang warga mencari rumput tersebut mendadak viral dan memicu berbagai spekulasi liar, termasuk narasi peninggalan peradaban kuno.
Namun, kabar mengenai temuan situs sejarah atau cagar budaya baru di kawasan tersebut dipastikan hoaks.
Sanggahan Warga Lokal dan Asal-Usul Patung Firaun
Klarifikasi langsung disampaikan oleh warga setempat sekaligus kreator konten lokal, Bang Al. Ia menegaskan bahwa patung bergaya Mesir Kuno tersebut bukanlah temuan purbakala, melainkan sisa dekorasi dari objek wisata komersial yang sudah lama tidak beroperasi.
Baca Juga: Viral! Dedi Mulyadi Semprot Camat Coblong saat Sidak Jalan Suci Bandung, Warganet Pro dan Kontra
Patung-patung tersebut berada di kawasan bekas Vila Asaba—yang dahulu populer sebagai objek wisata Taman Kupu-Kupu—di Desa Cidahu, Kabupaten Sukabumi, berbatasan dengan Desa Parakan Salak.
Klarifikasi Warga Lokal: "Itu memang patung yang sudah lama ada, bahkan jumlahnya banyak. Bukan penemuan baru atau peninggalan peradaban kuno... Kalau tidak percaya, datang saja langsung ke lokasi agar bisa melihat kondisi sebenarnya," ujar Al mengimbau warganet agar tidak mudah terprovokasi narasi tanpa verifikasi.
Tabel Pemetaan Fakta Viral Patung Firaun Gunung Salak
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian narasi viral, lokasi sebenarnya, serta status kejelasan isu secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Informasi | Detail Fakta & Catatan Lapangan |
| Isu Viral | Penemuan patung Firaun di hutan Gunung Salak diklaim peninggalan sejarah |
| Status Informasi | HOAKS / TIDAK BENAR (Bukan situs arkeologi) |
| Lokasi Sebenarnya | Bekas Vila Asaba / Taman Kupu-Kupu, Desa Cidahu, Kab. Sukabumi |
| Asal-Usul Bangunan | Sisa dekorasi bekas tempat wisata & kebun binatang mini yang terbengkalai |
| Awal Mula Konten | Video rekaman warga saat mencari rumput di area semak belukar |
| Tindakan Instansi | Tidak ada penetapan situs bersejarah dari Dinas Kebudayaan / Pemprov Jabar |
Hingga saat ini, belum ada pernyataan atau penetapan resmi dari instansi kebudayaan setempat karena lokasi tersebut murni merupakan aset peninggalan tempat wisata swasta yang mangkrak.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo