Bukan Sekadar Lomba 17 Agustus, Ini Makna Filosofi di Balik Permainan Bakiak

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:40 WIB
Lomba bakiak menjadi salah satu permainan tradisional yang memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI. (Pinterest)
Lomba bakiak menjadi salah satu permainan tradisional yang memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Setiap peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, berbagai perlombaan tradisional digelar untuk memeriahkan suasana.

Salah satunya adalah lomba bakiak, permainan yang menuntut kekompakan dan kerja sama antaranggota tim agar dapat mencapai garis finis.

Meski terlihat sederhana, lomba bakiak memiliki filosofi yang erat kaitannya dengan semangat persatuan yang menjadi salah satu nilai penting dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Baca Juga: Bagaimana China Membangun Ribuan Kilometer Jalur Kereta Cepat?

Bakiak atau terompah panjang merupakan alas kaki tradisional yang terbuat dari kayu. Dalam perlombaan, satu pasang bakiak digunakan oleh tiga hingga lima orang secara bersamaan.

Agar dapat berjalan dengan baik, setiap peserta harus menyamakan langkah, menjaga keseimbangan, dan saling berkomunikasi.

Tidak jarang sebuah tim terjatuh karena langkah yang tidak serempak. Sebaliknya, tim yang mampu menjaga ritme dan kekompakan biasanya dapat melaju lebih cepat hingga mencapai garis akhir.

Hal tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerja sama seluruh anggota tim.

Baca Juga: Bagaimana Warga Indonesia Merayakan Kemerdekaan dari Tahun ke Tahun?

Nilai inilah yang membuat lomba bakiak kerap hadir dalam perayaan Hari Kemerdekaan. Semangat saling membantu, gotong royong, dan mengutamakan kepentingan bersama menjadi cerminan perjuangan para pahlawan yang berhasil merebut dan mempertahankan kemerdekaan melalui persatuan.

Selain mengajarkan kekompakan, lomba bakiak juga melatih komunikasi, kepercayaan, dan sportivitas. Setiap peserta dituntut untuk mendengarkan aba-aba, menghargai rekan satu tim, serta menerima hasil perlombaan dengan lapang dada.

Di tengah perkembangan zaman, lomba bakiak tetap menjadi salah satu permainan tradisional yang digemari masyarakat.

Perlombaan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat, baik di lingkungan sekolah, perkantoran, maupun permukiman.

Melalui langkah yang dilakukan secara bersama-sama, lomba bakiak mengingatkan bahwa kemajuan sebuah bangsa hanya dapat dicapai apabila masyarakat mampu berjalan dalam satu tujuan.

Nilai kebersamaan itulah yang menjadikan permainan tradisional ini tetap relevan sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. (luthfiana sekar)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
luthfiana sekar bakiak filosofi lomba 17 agustus