Kejanggalan Tewasnya Satpam Jatiluhur Diungkap KDM: Korban Sempat Kirim Foto Lama ke Istri Sebelum Ditemukan Meninggal

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:33 WIB
KDM saat berkunjung ke keluarga satpam waduk Jatiluhur.
KDM saat berkunjung ke keluarga satpam waduk Jatiluhur.

SOLOBALAPAN, PURWAKARTA — Pengusutan kasus tewasnya petugas keamanan (satpam) Bendungan Jatiluhur, Sumarna, yang terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026 lalu, memasuki babak baru.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkap fakta mengejutkan terkait pesan terakhir dan alibi yang disampaikan almarhum kepada sang istri sebelum insiden terjadi.

Fakta tersebut terungkap melalui tayangan video di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel yang diunggah pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Alibi Dampingi Danru dan Foto Arsip Tahun 2025

Berdasarkan penuturan istri almarhum, dirinya sempat mencoba menghubungi Sumarna melalui sambungan telepon sekitar pukul 20.00 WIB di malam kejadian.

Namun, panggilan telepon sebanyak tiga kali tersebut berturut-turut ditolak oleh almarhum.

Baca Juga: Jennifer Coppen Sumbang Keluarga Almarhum Satpam Waduk Jatiluhur Sumarna, Jumlahnya Bikin Melongo

Istri Sumarna kemudian mengirimkan pesan singkat untuk mengingatkan agenda rapat di desa. Almarhum lantas membalas pesan tersebut dengan mengirimkan foto kebersamaannya dengan Komandan Regu (Danru) satpam, sembari beralasan tidak bisa pulang karena sedang mendampingi sang atasan.

Namun, kejanggalan terkuak setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pada perangkat seluler almarhum. Danru yang bersangkutan membantah tengah berada bersama Sumarna pada waktu tersebut.

Keterangan Danru & Hasil Cek HP: "Ya terus beliau baca, terus beliau balas ngirim foto, fotonya sama pak Danru ini. Katanya lagi ada Danru, gak enak ditinggalin... Pas dicek di HP-nya, itu teh foto arsip tahun 2025," ungkap Danru memperjelas kebohongan alibi foto tersebut.

Laporan Terlambat Shift dan Panggilan HT

Selain manipulasi foto alibi, terungkap pula dinamika kehadiran almarhum pada malam kejadian. Sumarna diketahui datang terlambat dari jadwal giliran kerja (shift) malam yang seharusnya dimulai pukul 19.00 WIB.

Almarhum baru mengirimkan laporan serah terima tugas melalui pesan pribadi WhatsApp kepada Danru pada pukul 19.28 WIB. Pihak Danru juga sempat melakukan pengecekan rutin via Radio HT ke setiap pos penjagaan pada pukul 20.00 WIB.

Temuan foto arsip 2025 ini menjadi petunjuk penting bagi pihak berwenang untuk mendalami kronologi sebenarnya serta motif di balik alasan almarhum sebelum ditemukan tewas.

Tabel Pemetaan Fakta Baru Kasus Satpam Bendungan Jatiluhur

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian kronologi, alibi korban, serta temuan fakta secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter Informasi Detail Fakta & Temuan Kejadian
Nama Korban Sumarna (Satpam Bendungan Jatiluhur)
Waktu Kejadian Jumat, 24 Juli 2026
Pihak Mengungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Unggahan 1 Agustus 2026)
Temuan Utama Foto bersama Danru yang dikirim ke istri ternyata arsip foto tahun 2025
Kronologi Pesan Panggilan telepon pkl 20.00 WIB ditolak; Korban berdalih tak enak tinggalkan Danru
Laporan Presensi Korban datang terlambat (Shift malam 19.00 WIB, baru lapor WA pkl 19.28 WIB)
Penyelidikan Menjadi petunjuk mendalam untuk merekonstruksi ulang kronologi kematian korban

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Jatiluhur satpam