Ebemartono alias Emanuel Bryan Siapa? Minta Maaf Usai Rekam Usher GIIAS 2026 Tanpa Izin Pakai Kacamata Meta

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 16:48 WIB
 Ebemartono alias Emanuel Bryan.
Ebemartono alias Emanuel Bryan.

SOLOBALAPAN, JAKARTA — Kreator konten Ebemartono alias Emanuel Bryan akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik setelah menuai gelombang kritik pedas di media sosial.

Gelombang desakan tersebut dipicu oleh tindakan Bryan yang merekam seorang usher (petugas pameran) GIIAS 2026 tanpa izin menggunakan kacamata pintar (smart glasses).

Permohonan maaf tersebut diunggah langsung melalui akun Instagram pribadinya pada Senin, 3 Agustus 2026.

Permohonan Maaf Emanuel Bryan dan Berdalih Konten Iseng

Dalam video klarifikasi tersebut, Bryan mengakui kegaduhan yang timbul akibat unggahan kontennya dan melayangkan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang dirugikan atas tindakannya.

Bryan menjelaskan bahwa konten bertema berkenalan dengan orang asing (strangers) tersebut berawal dari tindakan iseng yang biasa ia lakukan di berbagai ruang publik.

Baca Juga: Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia Sakit Apa? Dikabarkan Tutup Usia di Usia 76 Tahun, Dimakamkan Sore Ini

Pernyataan Minta Maaf Emanuel Bryan: "Beberapa hari ini sedang ramai terjadinya kegaduhan. Sebelumnya saya Bryan, saya ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya.

Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan... Awal tuh iseng, suka kenalan sama orang... Ke depannya saya akan membenahi diri dan meluruskan semua yang terjadi," ungkapnya.

Merekam Pakai Kacamata Meta Tanpa Izin, Sempat Tolak Takedown

Polemik ini bermula saat Bryan mengunggah konten video bertajuk 'Cara Deketin Cewek di Pameran'. Video tersebut diambil diam-diam menggunakan kacamata pintar Meta yang merekam interaksinya dengan seorang usher profesional di area pameran otomotif GIIAS 2026.

Tindakan tersebut memicu kecaman netizen karena dinilai melakukan perekaman tanpa persetujuan (consent) serta menjadikan korban sebagai objek utama demi kepentingan konten semata.

Perempuan yang menjadi usher dalam video tersebut kemudian membeberkan kronologi dari sudut pandangnya:

Meski saat ini video kontroversial tersebut telah dihapus dari akun media sosial Bryan, pihak usher menyatakan persoalan belum sepenuhnya selesai dan masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya.

Tabel Pemetaan Informasi Kasus Ebemartono vs Usher GIIAS 2026

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian tokoh, kronologi peritiwa, serta status perkembangan kasus secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter Informasi Detail Fakta & Catatan Kasus
Pemeran Utama Ebemartono / Emanuel Bryan (Kreator Konten)
Korban Terdampak Usher / Petugas Pameran Profesional GIIAS 2026
Judul Konten Viral 'Cara Deketin Cewek di Pameran'
Perangkat Perekam Kacamata pintar (Smart Glasses) Meta tanpa izin
Akar Masalah Merekam tanpa persetujuan (consent) & dugaan komersialisasi objek
Sikap Kreator Melayangkan permintaan maaf terbuka & menghapus video dari media sosial
Status Kasus Video resmi dihapus; pihak korban masih mempertimbangkan langkah hukum

Kasus ini menjadi ikhtibar penting bagi para kreator konten mengenai batasan etika privasi, penggunaan teknologi perekam terselubung, serta perlunya mengantongi izin sebelum mempublikasikan wajah orang lain ke ruang digital.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Meta Ebemartono Emanuel Bryan GIIAS