Survei SMRC sebut Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Menurun, Istana: Kami Lakukan Pembenahan!

Damianus Bram • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:25 WIB
Presiden Prabowo menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan untuk atasi stunting dan dorong ekonomi rakyat. (YT Presiden Prabowo)
Presiden Prabowo menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan untuk atasi stunting dan dorong ekonomi rakyat. (YT Presiden Prabowo)

 

SOLOBALAPAN.COM – Istana Kepresidenan merespons santai sekaligus terbuka hasil rilis temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto berada di angka 51,1 persen.

Dilansir dari JawaPos.com, Senin (3/8/2026), Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, menegaskan bahwa pemerintah secara konsisten terus melakukan evaluasi terhadap jalannya roda pemerintahan.

Selain pembenahan internal di sektor tata kelola dan penegakan hukum, hasil riset opini publik dari lembaga independen turut dijadikan salah satu masukan berharga bagi penyusunan kebijakan ke depan.

"Tentu saja kami terus melakukan evaluasi. Dan memang itu yang selalu dilakukan oleh Bapak Presiden. Evaluasi itu kan ada berbagai macam, mulai dari evaluasi tata kelola hingga evaluasi hukum,” ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Baca Juga: Lagu Lama Kembali Masuk Playlist, TikTok Kenalkan ke Generasi Baru

Minta Variabel Indikator Survei Lebih Mendalam

Sebagai tokoh yang memiliki latar belakang panjang di dunia riset dan survei, Qodari mengaku sangat memahami arti penting opini publik dalam iklim demokrasi.

Ia menegaskan tidak membantah hasil yang dirilis SMRC. Namun, ia berpandangan bahwa penelitian opini publik akan memberikan dampak jauh lebih efektif apabila menggunakan parameter yang lebih terukur dan mendetail.

Menurutnya, variabel besar seperti sektor ekonomi, politik, dan hukum sebaiknya diuraikan kembali ke dalam parameter spesifik.

Sebagai contoh pada bidang ekonomi, indikator penilaian bisa dipilah mengenai pergerakan harga bahan pokok, ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, stabilitas nilai tukar rupiah, tingkat kepuasan terhadap program-program bantuan sosial pemerintah

"Saya lebih melihat dalam konteks akan jauh lebih baik kalau risetnya lebih mendetail, sehingga argumentasinya lebih tajam dan bermanfaat. Makin detail kan makin bagus," terang Qodari.

Bahan Koreksi dan Edukasi Publik

Qodari menambahkan, hasil penelitian yang rinci tidak hanya membantu pemerintah dalam melakukan langkah-langkah korektif, tetapi juga memberikan edukasi dan pemahaman yang berimbang bagi masyarakat luas.

Dengan begitu, publik dapat memetakan secara objektif mengenai indikator mana yang sudah berjalan optimal dan variabel mana yang masih memerlukan perbaikan mendesak.

"Jika dijelaskan variabel-variabel yang lebih detail—seperti kenapa variabel ekonomi atau politik turun—publik juga akan paham secara komprehensif dan sistematis," pungkas Qodari. (dam)

Editor : Damianus Bram
Sumber : jawapos.com
kepuasan publik Survei SMRC tingkat kepuasan publik Presiden Prabowo