SOLOBALAPAN, HUKUM & SELEBRITI — Sosok Frank Alexander Hutapea mendadak ramai diperbincangkan publik setelah secara terbuka melayangkan kritik pedas kepada ayahnya sendiri, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.
Perselisihan terbuka ini dipicu oleh keputusan Hotman Paris yang bersedia menjadi kuasa hukum mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah, dalam pusaran kasus mega korupsi dan pencucian uang.
Alih-alih mendukung, putra sulung Hotman Paris ini justru membongkar tabiat sang ayah di media sosial dan menuding pembelaan hukum tersebut hanya sebagai ajang pencitraan dan pencarian panggung semata.
Berani Berseberangan dan Sindir Tabiat 'Pencitraan' Sang Ayah
Kritik tajam yang dilayangkan oleh Frank mencuat setelah Hotman Paris mengeklaim di depan awak media bahwa dirinya memasang tarif super mahal dan tidak mengharapkan bayaran sepeser pun dari eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Frank yang mengaku sudah setahun tidak saling bertegur sapa dan memilih pisah jalan dengan ayahnya langsung memberikan komentar menohok.
Ia bahkan tidak ragu mengungkit masalah internal keluarga, termasuk momen pernikahan adiknya, Fritz Hutapea, untuk membuktikan argumennya bahwa sang ayah tidak se-altruistik yang dicitrakan di media sosial.
Sentilan Menohok Frank Hutapea: "Halah kebanyakan pencitraan. Fritz married aja angpaonya lo ambil. Ala-ala nggak mau duit," cetus Frank secara blak-blakan menanggapi klaim sang ayah terkait pembelaan kasus korupsi kakap tersebut.
Rekam Jejak Pendidikan Internasional dan Karier Mandiri
Terlepas dari perselisihannya dengan sang ayah, Frank Hutapea memiliki latar belakang akademis dan karier yang tidak kalah mentereng.
Pria kelahiran tahun 1991 ini merupakan lulusan dari University of Kent, London, salah satu fakultas hukum terkemuka dan bergengsi di Inggris, serta sukses meraih gelar Bachelor of Laws (LLB).
Sebelum menjadi partner di firma hukum milik ayahnya selama lebih dari empat tahun, Frank merintis kariernya dari bawah sebagai Associate Trainee di kantor hukum papan atas Hadinoto Hadriputranto and Partners pada periode April 2013 hingga September 2014.
Guna menjaga independensi idealisme hukumnya, Frank akhirnya resmi mendirikan firma hukum mandiri bernama FRANK Solicitors pada Desember 2025.
Tabel Biodata, Profil Karier, dan Struktur Jabatan Frank Hutapea
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai profil lengkap serta rekam jejak profesional dari putra sulung Hotman Paris ini secara rapi, objektif, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Komponen Profil | Rincian Fakta & Informasi Resmi | Catatan & Konteks Lapangan |
| Nama Lengkap | Frank Alexander Hutapea, S.H., LLB. | Putra sulung dari pasangan Hotman Paris dan Agustianne Marbun. |
| Tahun Lahir / Usia | 1991 / 35 Tahun | Menikah dengan Winona Delany Tandra. |
| Pendidikan Terakhir | Bachelor of Laws (LLB) - University of Kent | Menempuh studi hukum formal di London, Inggris. |
| Awal Karier | Associate Trainee di Hadinoto Hadriputranto & Partners | Menimba ilmu di salah satu law firm korporat top (2013–2014). |
| Firma Hukum Mandiri | FRANK Solicitors (Berdiri Desember 2025) | Langkah mandiri untuk keluar dari firma hukum Hotman Paris. |
| Hubungan Keluarga | Kakak dari Felicia Hutapea dan Fritz Hutapea | Hubungan komunikasi dengan sang ayah dikabarkan sedang renggang. |
| Jabatan Publik/Organisasi | Tenaga Ahli Madya DPN (Dewan Pimpinan Nasional) | Menduduki posisi strategis bersama deretan tokoh lintas disiplin. |
Kiprah di DPN Bersama Tokoh Nasional dan Budayawan
Kapasitas intelektual Frank Hutapea di bidang hukum juga diakui di tingkat nasional. Dalam struktur Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Frank dipercaya untuk menduduki posisi strategis sebagai Tenaga Ahli Madya.
Di lembaga tersebut, ia bekerja sama dan bersanding dengan sejumlah nama besar lintas profesi yang memiliki reputasi tinggi di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah budayawan sekaligus musisi Sabrang Damar Panuluh (yang akrab disapa Noe Letto, putra dari budayawan kondang Cak Nun), serta akademisi terpandang Dr. Ir. Jupriyanto.
Langkah karier yang independen dan berbobot ini membuktikan bahwa Frank Hutapea mampu berdiri tegak di atas kakinya sendiri tanpa harus terus berlindung di bawah nama besar dan popularitas ayahnya.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo