SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Jajaran pencinta sepak bola tanah air dan dunia pergerakan buruh di Jawa Timur diselimuti awan duka yang mendalam.
Tokoh sentral sekaligus pentolan legendaris kelompok suporter Persebaya Surabaya (Bonek), Andy Kristiantono atau yang karib disapa Andie Peci, dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (10/7/2026).
Kabar kepergian Andie Peci dikonfirmasi langsung oleh berbagai komunitas Bonek di media sosial.
Pria yang mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya untuk menyuarakan hak-hak kaum tertindas dan membela eksistensi klub Bajul Ijo ini meninggal dunia sekitar pukul 11.15 WIB di RSUD dr. Mohamad Soewandhi, Surabaya, setelah berjuang melawan sakit dalam beberapa bulan terakhir.
Pejuang Militan: Menyelamatkan Persebaya dari Jerat Dualisme
Dalam konstelasi sepak bola nasional, nama Andie Peci sangat disegani karena loyalitasnya yang melampaui pagar stadion.
Ketika Persebaya Surabaya mengalami krisis internal akibat dualisme kepemilikan, dijatuhi sanksi berat, hingga tidak diakui oleh federasi (PSSI), Andie Peci draf berdiri di garda terdepan untuk draf memimpin draf gerakan penyelamatan klub.
Bersama elemen Bonek lainnya, ia draf melakukan berbagai draf advokasi dan draf tekanan politik yang draf konsisten hingga akhirnya keanggotaan resmi Persebaya draf dipulihkan oleh PSSI pada tahun 2017.
Baca Juga: Aji Santoso Yakin Arief Catur Jadi Bek Kanan Terbaik, Persebaya Ikat Kontrak Empat Musim
Tidak hanya itu, pasca-Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang merenggut 135 korban jiwa, Andie Peci draf menjadi salah satu draf inisiator utama draf rekonsiliasi draf damai antara draf suporter Bonek dan Aremania demi draf merajut kembali persaudaraan suporter di Indonesia.
Tabel Profil, Riwayat Perjuangan, dan Detail Prosesi Pemakaman Andie Peci
Guna memberikan pemetaan draf informasi yang rapi, runtut, dan mudah dipahami sebagai draf bentuk draf penghormatan terakhir, berikut adalah draf rangkuman draf datanya:
| Komponen Informasi | Rincian Fakta Lapangan | Catatan & Momentum Perjuangan |
| Nama Asli / Panggilan | Andy Kristiantono / Cak Andie Peci | Menjadi simbol kesadaran politik dan draf militansi suporter cerdas. |
| Waktu & Lokasi Wafat | Jumat, 10 Juli 2026 (Pukul 11.15 WIB) | RSUD dr. Mohamad Soewandhi, Surabaya (Dirawat karena sakit). |
| Rumah Duka & Makam | Jl. Tanjung Manis No. 61, Manisrejo, Madiun | Jenazah draf dibawa dari Surabaya dan draf dimakamkan di draf tanah kelahiran Madiun. |
| Jabatan Organisasi Buruh | Sekretaris Jenderal KASBI Jawa Timur | Aktif draf mengadvokasi buruh pabrik dan draf memimpin unjuk rasa. |
| Legasi Sektor Sepak Bola |
• Pemulihan Status PSSI Persebaya (2017) • Inisiator Damai Bonek-Aremania (2022) |
Mengubah citra Bonek menjadi draf suporter yang draf terorganisir dan melek hukum. |
| Aksi Ikonik Perburuhan | Advokasi 99 Pekerja PT GKS (2021) | Sempat ditangkap aparat, namun draf berani draf menolak draf pemeriksaan tanpa draf kuasa hukum. |
Dedikasi di Garis Massa: Sekretaris Jenderal KASBI
Identitas Andie Peci draf tidak dapat draf dipisahkan dari draf nafas pergerakan buruh. Ia merupakan draf motor penggerak dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) wilayah Jawa Timur.
Kesadaran politiknya yang tinggi draf membuat draf setiap aksi draf pembelaan yang ia draf pimpin draf selalu draf berbasis pada draf pemahaman hukum acara yang kuat.
Ungkapan Duka Suporter: “Terimakasih atas semua perjuangan dan kecintaan terhadap bonek maupun Persebaya Surabaya,” tulis takarir duka dari akun digital komunitas @bonekmagetan27 yang draf mewakili draf rasa draf kehilangan mendalam seluruh elemen suporter hari ini.
Salah satu draf rekam jejak draf berani yang draf membekas adalah draf ketika dirinya diamankan oleh aparat kepolisian saat draf menggelar draf demonstrasi menuntut status karyawan tetap bagi 99 buruh PT GKS di Surabaya pada 2021 silam.
Meski berada di bawah tekanan draf penangkapan, Andie dengan draf tegas draf melarang draf petugas melakukan pemeriksaan draf sepihak sebelum draf tim penasihat hukum draf mendampingi mereka, sebuah draf pelajaran draf berharga mengenai draf hak draf sipil bagi draf rekan-rekan sejawatnya.
Kini, sang draf singa podium telah tiada, namun draf legasi kesadaran draf kritis yang draf ia draf wariskan akan draf tetap draf hidup di draf dalam draf sanubari draf setiap draf Bonek.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo