SOLOBALAPAN.COM – Suasana di Mapolresta Surakarta pada Jumat (10/7/2026) dini hari berubah menjadi pusat perhatian setelah tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan terhadap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT).
Di tengah proses pemeriksaan yang berlangsung tertutup, muncul pemandangan tak biasa. Tepat sekitar pukul 04.20 WIB, sejumlah petugas terlihat membawa enam koper berwarna hijau menuju lantai dua Mapolresta Surakarta, lokasi pemeriksaan para pihak yang diamankan.
Keberadaan koper-koper tersebut langsung memancing perhatian awak media yang sejak Kamis (9/7) malam telah menunggu perkembangan proses pemeriksaan.
Meski demikian, hingga kini KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai isi koper tersebut. Karena itu, tidak dapat dipastikan apakah koper itu berisi dokumen, barang bukti, atau perlengkapan lain yang berkaitan dengan proses penyidikan.
Pemeriksaan Berlangsung Semalaman
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Etik Suryani mulai menjalani pemeriksaan sejak Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Seluruh proses dilakukan di lantai dua Mapolresta Surakarta dengan pengamanan ketat dan akses yang terbatas bagi pihak luar.
Di tengah pemeriksaan itulah, sekitar pukul 04.20 WIB, petugas terlihat membawa enam koper hijau menuju ruang pemeriksaan.
Sekitar satu jam setelah itu, tepatnya pukul 05.41 WIB, Etik Suryani akhirnya keluar dari gedung Mapolresta Surakarta.
Ia tampak mengenakan atasan hitam putih, celana jeans, dan langsung berjalan menuju bus yang telah disiapkan di halaman Mapolresta Surakarta.
Tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada wartawan yang telah menunggu semalaman, Etik segera masuk ke dalam bus bersama rombongan untuk diberangkatkan ke Jakarta.
Ia juga memilih tidak menanggapi berbagai pertanyaan yang diajukan awak media.
Baca Juga: Tega Cabuli Anak di Bawah Umur Berulang Kali, Ayah Tiri di Wonogiri Diringkus Polisi
Lima Orang Diamankan dalam OTT
KPK mengonfirmasi bahwa operasi tangkap tangan yang dilakukan di wilayah Solo Raya mengamankan lima orang, termasuk Bupati Sukoharjo.
"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 5 orang, salah satunya Bupati Sukoharjo," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Operasi tersebut merupakan bagian dari penyelidikan tertutup yang dilakukan KPK di wilayah Jawa Tengah.
"Konfirm, bahwa KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dan terjadi peristiwa tertangkap tangan di wilayah Soloraya, Jawa Tengah," ungkapnya.
Selain Etik, empat orang lainnya juga ikut diamankan. Namun hingga kini identitas mereka belum diumumkan secara resmi.
Diduga Terkait Pemerasan Perangkat Daerah
KPK juga mengungkap garis besar perkara yang sedang ditangani.
Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, operasi tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo.
"Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
KPK belum menjelaskan lebih rinci mengenai modus dugaan pemerasan, nilai uang yang diduga terkait perkara, maupun barang bukti yang berhasil diamankan.
Karena itu, belum ada keterangan resmi yang mengaitkan enam koper hijau yang terlihat dibawa ke ruang pemeriksaan dengan barang bukti tertentu.
Dibawa ke Jakarta Setelah Pemeriksaan Awal
Usai menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta, seluruh pihak yang diamankan langsung diberangkatkan menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK.
"Para pihak kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Polresta Surakarta, dan pagi ini akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam sejak operasi tangkap tangan dilakukan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto juga telah membenarkan adanya operasi tangkap tangan terhadap Bupati Sukoharjo.
"Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto ketika dikonfirmasi, Jumat (10/6).
Publik Menanti Penjelasan Resmi KPK
Hingga saat ini, perhatian publik masih tertuju pada perkembangan kasus yang menjerat Bupati Sukoharjo.
Selain menunggu penetapan status hukum para pihak yang diamankan, masyarakat juga menantikan penjelasan resmi KPK mengenai barang bukti yang disita dalam operasi tersebut, termasuk klarifikasi terkait enam koper hijau yang terlihat dibawa ke ruang pemeriksaan pada dini hari.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan informasi resmi yang telah disampaikan KPK dan fakta hasil pantauan di lokasi. Penyebutan enam koper hijau hanya berdasarkan observasi di Mapolresta Surakarta. Hingga artikel ini ditulis, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai isi koper tersebut maupun rincian barang bukti yang diamankan. (lz)
Editor : Laila Zakiya