SOLOBALAPAN, VIRAL — Nama Yudo Sadewa, putra kedua Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mendadak menjadi sorotan tajam publik di berbagai platform media sosial.
Pemuda berusia 21 tahun tersebut dituding terlibat aktif dalam aktivitas judi bola online sekaligus diduga ikut mempromosikan platform taruhan tersebut melalui akun Instagram pribadinya.
Kontroversi ini menggelinding setelah Yudo mengunggah tangkapan layar dari platform Polymarket—situs prediksi dan taruhan yang telah diblokir oleh Komdigi—yang menampilkan hasil pertandingan sepak bola antara Brasil melawan Norwegia dengan skor akhir 0-1.
Unggahan dengan takarir "Eh buset dah wkwkwk menang banyak nih" tersebut seketika memicu spekulasi liar netizen terkait aktivitas taruhan olahraga yang dilarang di Indonesia.
Baca Juga: Rupiah Jeblok Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Pembelaan Yudo Sadewa: Klaim Hanya Memantau
Sadar namanya masuk dalam jajaran trending topic di Twitter (X), Yudo akhirnya buka suara memberikan klarifikasi resmi melalui akun Instagram miliknya @bc.8a41121a.
Ia membantah dengan tegas tuduhan bahwa dirinya bermain judi bola dan menyatakan tidak memiliki akun sama sekali di platform tersebut.
Menurutnya, unggahan itu murni dilakukan hanya untuk memantau aktivitas orang-orang di situs Polymarket.
Tabel Fakta Kontroversi, Duduk Perkara, dan Pembelaan Yudo Sadewa
Guna memetakan draf informasi secara rapi, objektif, dan scannable, berikut adalah rangkuman draf pernyataan dan kedudukan kasus Yudo Sadewa:
| Komponen Informasi | Rincian Fakta Lapangan | Catatan & Argumentasi Hukum |
| Nama Lengkap / Akun | Yudo Sadewa / @bc.8a41121a | Putra kedua Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. |
| Platform yang Viral | Polymarket (Situs diblokir Komdigi) | Menampilkan draf skor laga Brasil vs Norwegia (0-1). |
| Tudingan Publik | Bermain dan mempromosikan judi bola | Dinilai netizen mengarah pada pelanggaran aturan KUHP perjudian. |
| Status Domisili | Amerika Serikat (Usia 21 Tahun) | Mengaku menetap di AS dan menggunakan draf uang pribadi. |
| Sikap Terhadap Publik | Menolak Meminta Maaf | Menegaskan hukum Indonesia tidak bisa disamakan dengan AS. |
Alasan Ogah Minta Maaf dan Perbedaan Yurisdiksi Hukum
Selain membantah kepemilikan akun, Yudo Sadewa secara blak-blakan menyatakan keengganannya untuk menyampaikan permohonan maaf kepada publik Indonesia.
Ia beralasan bahwa saat ini dirinya bertempat tinggal di Amerika Serikat, di mana aktivitas taruhan olahraga dan beberapa hal lain sepenuhnya dilegalkan oleh hukum setempat.
Pernyataan Yudo Sadewa: "'Wah lo blunder' lah di Amerika legal bro. Bahkan di Amerika aja lo mau ngapain aja legal. Gw umur 21 dan tinggal di Amerika, pake uang sendiri.
Kecuali kalo gw di Indonesia baru gw bisa minta maaf. Jangankan juday, lo di Amerika aja beli senjata api, narkoboy, dan open BO aja legal lo. Hukumnya gak bisa disamakan dengan di Indonesia," ungkap Yudo dalam akun Instagram-nya.
Ia juga menganalogikannya dengan fenomena selebgram Indonesia yang pergi dan bermain judi di Las Vegas.
Menurut argumentasinya, selama aktivitas tersebut dilakukan di wilayah hukum negara yang melegalkannya serta tidak melakukan draf promosi yang menyasar pasar Indonesia, maka hal tersebut dinilai aman dan tidak berkaitan langsung dengan yurisdiksi hukum domestik.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo