SOLOBALAPAN, VIRAL — Ajang kompetisi akademik populer besutan Ruangguru, Clash of Champions (CoC) Season 3, mendadak diterpa isu miring.
Salah satu pesertanya, Ghaza Muhammad Al-Ghifari, resmi dikeluarkan dari program tersebut setelah namanya viral dan menjadi sorotan tajam di berbagai platform media sosial seperti X (Twitter) dan Threads terkait dugaan keterlibatan dalam kasus pelecehan atau kekerasan seksual.
Gelombang desakan publik bermula ketika sejumlah akun menyebarkan tangkapan layar percakapan yang menuding taruna kedinasan tersebut sebagai pelaku pelecehan seksual yang telah memakan banyak korban.
Isu ini kian diperkuat dengan adanya informasi bahwa status kemahasiswaan Ghaza di kampusnya bahkan telah dinonaktifkan atau dicutikan akibat sanksi dari pihak institusi sebelum ia mengikuti ajang CoC.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, pihak Ruangguru langsung mengambil tindakan tegas dengan merilis pernyataan resmi melalui kanal WhatsApp Clash of Champions Season 3 pada Senin (6/7/2026).
Melalui penjelasan yang dibagikan oleh Co-Founder Ruangguru, Iman Usman, keputusan pendiskualifikasian diambil setelah melalui proses investigasi internal berupa verifikasi dan klarifikasi langsung dengan pihak terkait.
6 Poin Utama Keputusan Tegas Manajemen Ruangguru
Pihak penyelenggara berkomitmen penuh untuk menyelesaikan draf permasalahan ini secara transparan dan bertanggung jawab. Berikut adalah poin-poin utama keputusan tegas dari manajemen Ruangguru:
-
Adanya Kebohongan Administrasi: Ruangguru menemukan adanya informasi material terkait pelanggaran masa lalu yang sengaja tidak disampaikan oleh peserta saat proses seleksi dan administrasi.
-
Keterangan Tidak Sesuai: Ditemukan adanya keterangan atau jawaban yang dinilai tidak sesuai dan tidak jujur saat proses klarifikasi langsung dilakukan.
-
Pemberhentian Tetap: Peserta yang bersangkutan secara resmi dinyatakan tidak lagi menjadi bagian dari program Ruangguru Clash of Champions.
-
Pencabutan Hak dan Fasilitas: Ruangguru mencabut seluruh hak, akses, privilege, benefit, hingga fasilitas yang melekat pada peserta. Ia juga dilarang terlibat dalam kegiatan promosi, publikasi, event, maupun aktivitas publik lainnya.
-
Penyuntingan Tayangan: Tim editor Ruangguru akan melakukan penyesuaian editorial guna membatasi kemunculan wajah dan aksi peserta tersebut dalam episode-episode mendatang sejauh dimungkinkan.
-
Menjaga Privasi Korban: Pihak Ruangguru memilih untuk tidak mengungkap detail jenis pelanggaran maupun identitas eksplisit peserta demi menjaga privasi dan martabat pihak-pihak terdampak (korban).
Tabel Profil, Latar Belakang, dan Status Akademik Ghaza
Guna memberikan informasi yang terstruktur mengenai latar belakang peserta yang bersangkutan, berikut adalah rangkuman data profilnya:
| Aspek Informasi | Rincian Data Fakta Lapangan | Catatan Akademik & Organisasi |
| Nama Lengkap | Muhammad Al-Ghifari (Ghaza) | Peserta Clash of Champions Season 3. |
| Asal & Lahir | Mojokerto, 8 Maret | Alumni dari SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto. |
| Institusi Pendidikan | Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) | Angkatan 2022; Mendalami bidang sistem transportasi darat. |
| Rekam Jejak Kampus | Anggota Komisi II Dewan Musyawarah Taruna | Menjabat di Bidang Olahraga dan Seni periode 2024/2025. |
| Prestasi Olahraga | Medali Perunggu Kejurnas Finswimming 2019 | Diraih pada nomor 200 Meter Bifins KU-C. |
| Status Medsos Terkini | Akun @ghaza.m.al (Instagram & TikTok) | Sudah tidak lagi aktif atau menghilang dari ruang publik. |
| Status Kemahasiswaan | Nonaktif / Dicutikan oleh Institusi | Mengalami penonaktifan sebelum mengikuti ajang CoC. |
Langkah Sensor Tayangan Dapat Apresiasi Warganet
Pasca-mencuatnya kasus ini ke publik, seluruh akun media sosial pribadi milik Ghaza dilaporkan sudah tidak lagi dapat diakses publik.
Langkah cepat dan tegas yang diambil oleh manajemen Ruangguru dalam mendiskualifikasi peserta tersebut menuai banyak apresiasi dari warganet di media sosial.
Langkah penyuntingan gambar berupa sensor atau blur pada episode mendatang dinilai netizen sebagai tindakan yang sangat perlu segera dilakukan.
Hal ini dianggap krusial demi menjaga integritas kompetisi serta memberikan kenyamanan bagi para penonton maupun para peserta Clash of Champions Season 3 lainnya yang tengah berjuang.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo