SOLOBALAPAN, NASIONAL — Nama Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang lebih dikenal dengan sapaan Om Zein, tengah menjadi sorotan hangat publik.
Sosok kepala daerah asal Jawa Barat ini ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial setelah lagu ciptaannya yang berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat menuai kritik tajam dari berbagai kalangan karena dinilai mengandung lirik yang merendahkan kaum perempuan.
Di tengah polemik yang menggelinding tersebut, banyak masyarakat dan warganet yang penasaran dengan profil, perjalanan karier, hingga latar belakang pendidikan Om Zein sebelum dirinya resmi menduduki kursi nomor satu di Kabupaten Purwakarta.
Dari Aktivis Pergerakan hingga Kursi Bupati Purwakarta
Jauh sebelum dikenal sebagai seorang pejabat publik, Om Zein merupakan tokoh yang telah lama aktif di dunia organisasi kepemudaan.
Ia merintis pengalaman kepemimpinannya sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta dan kemudian dipercaya untuk memimpin Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Purwakarta.
Pengalaman matang di dunia aktivis tersebut menjadi modal penting bagi Om Zein saat memutuskan terjun ke panggung politik praktis bersama Partai Gerindra.
Pada Pilkada 2024, ia maju sebagai calon Bupati Purwakarta menggandeng Abang Ijo Hapidin dan berhasil memenangkan kontestasi.
Pasangan ini resmi dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto untuk masa jabatan periode 2025–2030.
Tabel Biodata, Latar Belakang, dan Kiprah Politik Om Zein
Guna memberikan pemetaan informasi yang rapi, transparan, dan scannable, berikut adalah rangkuman data mengenai profil Bupati Purwakarta:
Duduk Perkara Kontroversi Lagu “Lalaki Langit”
Nama Om Zein menjadi bahasan nasional setelah karya lagu ciptaannya memicu polemik luas.
Sejumlah pihak, mulai dari aktivis perempuan, anggota DPR, hingga lembaga bantuan hukum (LBH) menilai bahwa lirik dalam lagu tersebut melanggengkan stereotip negatif terhadap perempuan.
Menanggapi gelombang kritik tersebut, Om Zein bersikap terbuka dan langsung menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada seluruh lapisan masyarakat.
Ia mengklarifikasi bahwa materi lagu tersebut sebenarnya berasal dari sebuah puisi yang ia tulis pada tahun 2020 silam sebagai bentuk refleksi perjalanan hidup pribadinya, jauh sebelum ia terpilih menjadi bupati.
Tindakan Responsif Kepala Daerah: Sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegaduhan di ruang publik, Om Zein telah menghapus total video lagu tersebut dari seluruh akun media sosial pribadinya.
Ia menegaskan akan menjadikan momentum kritik keras ini sebagai bahan evaluasi mendalam, baik dalam hal berkarya seni maupun dalam menjalankan roda pemerintahan di Purwakarta.
(did)