SOLOBALAPAN, NASIONAL — Wali Kota Bima, HA Rahman H Abidin, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait ditudingnya roda pemerintahan Pemkot Bima melakukan praktik nepotisme.
Isu ini sempat viral di berbagai platform media sosial setelah sejumlah nama yang dituding sebagai istri dan kerabat sang kepala daerah menduduki posisi dan jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bima.
Pria yang akrab disapa Aji Man ini menegaskan bahwa seluruh proses mutasi, rotasi, hingga pengangkatan pejabat di internal Pemkot Bima telah berjalan secara profesional, transparan, serta mematuhi koridor regulasi yang berlaku melalui penerapan sistem merit.
Pemetaan Fakta dan Sanggahan Terkait Jabatan Kerabat Wali Kota
Guna meluruskan kesalahpahaman publik di ruang digital, berikut adalah pemetaan informasi komprehensif mengenai nama-nama kerabat yang diisukan, posisi jabatan, serta draf klarifikasi riil dari Wali Kota Bima:
| Nama Aparatur / Kerabat | Jabatan Strategis di Pemkot Bima | Fakta Hukum & Klarifikasi Resmi |
| Badrah Ekawati (Istri) | Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) | Mengabdi 33 tahun sebagai PNS (sejak 1993); meniti karier dari bawah lewat uji kompetensi. |
| M Auwaliyah (Diisukan Ipar) | Kepala Bagian Umum Setda Kota Bima | Sanggahan: Dari 10 saudara perempuan Wali Kota, hanya 3 suaminya ASN dan semuanya sudah pensiun. |
| Irwansyah (Sepupu) | Kepala Bagian Pengadaan Barang & Jasa | Diangkat berdasarkan draf penilaian objektif Baperjakat dan kompetensi kerja. |
Rekam Jejak Karier Badrah Ekawati: 33 Tahun Mengabdi dari Bawah
Wali Kota Bima mengakui bahwa sorotan tajam netizen terhadap draf jabatan istrinya, Badrah Ekawati, merupakan pil pahit yang harus ia telan secara pribadi.
Namun, ia mengajak masyarakat untuk melihat draf rekam jejak profesional sang istri secara objektif:
-
Pengabdian Panjang: Diangkat resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1993, jauh sebelum HA Rahman H Abidin memutuskan terjun ke dunia politik praktis.
-
Merintis dari Nol: Menjadi staf biasa selama 20 tahun sebelum akhirnya dipromosikan sebagai Kepala Seksi Promosi Kesehatan (2013), lalu naik menjadi Kepala Bidang Promosi Kesehatan (2016).
-
Kualifikasi Akademik: Memiliki latar belakang draf pendidikan kesehatan yang kuat dan linier, mulai dari SPK, D1, D3, D4 Kebidanan, profesi bidan, hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi.
-
Kepangkatan: Telah memperoleh pangkat golongan IV/a sejak April 2017 berdasarkan penilaian kinerja yang akuntabel.
Komitmen Sistem Merit dan Prinsip 'Maja Labo Dahu'
Aji Man menambahkan bahwa semua proses pelantikan pejabat di lingkungannya tidak diputuskan secara sepihak, melainkan wajib melalui mekanisme ketat Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) serta telah mengantongi Persetujuan Teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Sebagai draf pemimpin daerah yang dilantik pada Februari 2025, ia menegaskan tidak pernah mengistimewakan ASN berdasarkan asal-usul keluarga, melainkan murni dari indikator kompetensi, integritas, dan hasil kerja nyata.
"Bagi saya, ketidakpuasan itu bagian dari demokrasi. Tugas saya menjawabnya dengan kerja, bukan dengan janji. Saya memegang teguh prinsip hidup Maja Labo Dahu (malu berbuat salah dan takut melanggar aturan). Prinsip ini yang saya tanamkan ke anak-istri saya," tegas HA Rahman H Abidin.
Ia berharap birokrasi di Kota Bima ke depan bisa terus memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi seluruh putra-putri terbaik daerah secara humanis, objektif, dan profesional tanpa harus terjebak dalam draf sentimen latar belakang keluarga.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo