Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Politikus PDIP Minta Pelatihan Manajer Koperasi Fokus ke Manajemen Bisnis, Bukan Fisik Tentara: Hemat Anggaran Triliunan

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 30 Juni 2026 | 20:15 WIB
Korban Bertambah, Total 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil Kemenhan.
Korban Bertambah, Total 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil Kemenhan.

SOLOBALAPAN, NASIONAL — Gelombang kritik terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih terus bergulir.

Kali ini, politikus senior dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, ikut angkat bicara. Ia menyoroti urgensi evaluasi menyeluruh, tidak hanya dari sisi keselamatan peserta, melainkan juga dari aspek efisiensi anggaran belanja negara dalam skala makro.

Hasanuddin memperkirakan, jika komponen latihan ala militer tersebut dihapuskan dari kurikulum pendidikan, negara memiliki potensi besar untuk menghemat pengeluaran finansial yang sangat signifikan secara nasional.

Hitungan Efisiensi Anggaran: Potensi Hemat Rp30 Juta per Peserta

Menurut kalkulasi matematis yang dipaparkan oleh TB Hasanuddin, biaya untuk mengakomodasi latihan fisik kemiliteran memakan porsi yang teramat besar dari total pagu anggaran diklat.

Dengan meniadakan materi tersebut, struktur biaya pelatihan dapat dipangkas secara drastis tanpa mengurangi esensi kompetensi dasar peserta.

Baca Juga: Viral Curhatan Diduga Eks Peserta Latsarmil Kopdes Kemenhan: Tidur 3 Jam hingga Krisis Air Minum

“Artinya, dengan menghilangkan latihan militer, negara bisa menghemat sekitar Rp30 juta atau dua pertiga dari total biaya pelatihan per peserta,” ujar TB Hasanuddin memberikan rincian estimasi anggarannya.

Lompatan efisiensi ini akan terasa sangat masif jika diakumulasikan secara nasional.

Mengingat volume peserta yang terdaftar pada gelombang pertama saja sudah menembus angka 35.476 orang, keputusan untuk menghapus komponen militer dinilai menjadi solusi taktis yang dapat menyelamatkan keuangan belanja negara hingga menyentuh angka triliunan rupiah.

Tabel Analisis Porsi Anggaran dan Proyeksi Efisiensi Diklat Koperasi

Guna memberikan visualisasi data yang jelas mengenai dampak finansial dari usulan rasionalisasi anggaran tersebut, berikut adalah rincian kalkulasinya:

Indikator Anggaran & Peserta Nilai Finansial / Rasionalisasi Proyeksi Dampak Efisiensi Nasional
Potensi Hemat per Peserta Rp30 Juta Nilai penghematan murni dengan menghapus komponen latihan militer fisik.
Rasio Penghematan Biaya 2/3 (Dua Pertiga) Anggaran Menunjukkan mayoritas dana diklat habis terserap untuk pos latihan fisik.
Estimasi Total Biaya Awal Rp45 Juta per Orang Total pagu indikatif per peserta sebelum dilakukan proses streamlining.
Jumlah Peserta Gelombang I 35.476 Orang Skala volume target tenaga manajer koperasi yang dilatih di fase awal.
Total Efisiensi Makro Mencapai Triliunan Rupiah Dana segar yang berhasil diselamatkan untuk dialokasikan ke sektor produktif lain.

Tuntutan Kompetensi Profesional Manajer Koperasi

Lebih lanjut, purnawirawan jenderal TNI bintang dua tersebut menegaskan bahwa cetak biru pelatihan harus dikembalikan pada koridor khitah profesionalisme yang linier.

Pekerjaan utama seorang manajer koperasi adalah mengelola roda organisasi, mengembangkan lini usaha, memahami manajemen keuangan makro, menyusun strategi pemasaran yang agresif, serta memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.

Oleh sebab itu, materi pembelajaran yang disuguhkan oleh kementerian terkait seharusnya lebih dititikberatkan pada penguatan sains bisnis dan tata kelola manajerial, bukan pada penempaan fisik semi-militer di lapangan terbuka.

“Yang kita butuhkan adalah manajer koperasi yang mumpuni dalam mengelola bisnis, menguasai tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan rakyat. Karena itu, pelatihan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka,” tegas TB Hasanuddin mengakhiri penjelasannya.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#manajer #manajemen #pdip #koperasi