SOLOBALAPAN, NASIONAL — Pertanyaan mengenai letak geografis dan lokasi tepat dari Gunung Kawi mendadak memuncaki papan pencarian hangat di berbagai platform media sosial.
Riuh pembahasan ini mencuat ke permukaan pasca-viralnya potongan video dari kanal YouTube Jejak Backpacker yang diunggah pada 19 Juni 2026 lalu.
Dalam tayangan tersebut, seorang narasumber bernama samaran Fitri, yang mengaku sebagai mantan asisten pribadi sekaligus Make Up Artist (MUA) seorang artis ternama, membeberkan dugaan keterlibatan sang bos dalam praktik ritual gaib di Gunung Kawi yang juga menyeret nama sejumlah penyanyi dangdut hingga pejabat publik.
Kesaksian Eks Aspri Soal Dugaan Ritual Mistis Tokoh Publik
Fitri mengisahkan bahwa dirinya mulai bekerja di bawah naungan sang artis sejak tahun 2011.
Setelah empat bulan dinamika kerja berjalan normal, ia mulai mengendus adanya kejanggalan ketika sang artis mengajaknya pergi ke luar kota secara mendadak demi mendatangi area pegunungan tersebut.
Tidak hanya mengantar sang bos, Fitri mengklaim dirinya menyaksikan langsung keberadaan figur-figur terkenal lain yang juga datang dengan tendensi serupa di lokasi yang sama.
"Terus aku dibawa tuh keluar kota sama dia. Di sini nih aku baru tahu ternyata dia itu melakukan pesugihan, pergi ke Gunung Kawi. Pejabat juga banyak ke sana," ungkap Fitri dalam petikan wawancara yang membuat pemandu podcast terkejut hingga potongan videonya didistribusikan masif oleh netizen di TikTok pada Minggu (28/6/2026).
Tabel Analisis Geografis, Sejarah, dan Mitos Gunung Kawi
Guna meluruskan kesimpangsiuran informasi serta memberikan pemetaan yang jelas mengenai identitas asli dari kawasan ini berdasarkan data resmi pemerintah, berikut adalah tabel komparatifnya:
Meluruskan Citra Wisata Religi dari Stigma Pesugihan
Berdasarkan data dari laman Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata, kawasan Gunung Kawi sejatinya merupakan destinasi wisata religi dan cagar budaya yang sangat dihormati.
Tokoh yang dimakamkan di Pesarean Gunung Kawi, yakni Eyang Jugo dan RM Imam Soedjono, merupakan para pejuang tanah air yang pernah bertempur bersama Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa melawan kolonialisme Belanda.
Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menegaskan bahwa stigma pesugihan yang melekat pada Gunung Kawi hanyalah sebuah persepsi komersial sosiologis yang telanjur menyebar dari mulut ke mulut sejak lama.
Faktanya, aktivitas utama di Pesarean maupun area Keraton Gunung Kawi di lereng selatan berfokus pada pelestarian tradisi ziarah leluhur, pagelaran seni budaya, serta perwujudan harmoni antarumat beragama yang dicerminkan lewat berdirinya bangunan ibadah lintas keyakinan secara berdampingan.
Pihak dinas menyatakan tidak ada bukti otentik yang dapat membenarkan klaim-klaim mistis penarikan uang gaib seperti yang kerap digemakan di ruang digital.
(did)