Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Misteri Infus dan Tato di Kasus Penyekapan YTR Bandung, Ada Apa di Balik Kos Penyiksaan Taufik Hidayat?

Laila Zakiya • Senin, 29 Juni 2026 | 10:34 WIB
Penampakan sosok Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan wanita di Bandung. (Pontianak Post)
Penampakan sosok Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan wanita di Bandung. (Pontianak Post)

 

SOLOBALAPAN.COM - Kasus penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap Yuvita Tri Rezeki (YTR) di Bandung terus memunculkan fakta-fakta yang semakin mengerikan.

Setelah publik dibuat syok oleh kondisi korban yang kehilangan penglihatan akibat penyiksaan berulang, kini muncul dua temuan baru yang memicu tanda tanya besar: alat infus di tempat kejadian perkara (TKP) dan tato bergambar wajah pelaku di tubuh korban.

Dua temuan ini membuat kasus yang menjerat Taufik Hidayat (30) terasa semakin kompleks. Bukan hanya soal kekerasan fisik, tetapi juga dugaan kontrol psikologis yang mendalam terhadap korban.

Baca Juga: Diterpa Kabar Selingkuh Usai Umumkan Perceraian, Larissa Choi Bilang Begini Soal Perpisahan dengan Ikram Rosadi

Misteri Infus di Kamar Kos: Upaya Menolong atau Ada Hal Lain?

Salah satu temuan paling mengundang perhatian adalah keberadaan alat infus di lokasi tempat korban diduga disekap.

Polda Jawa Barat membenarkan bahwa alat medis tersebut memang ditemukan di TKP. Namun, keberadaannya justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

"Betul ada infus di sana, dan kita sudah dalami. Pernah ada [klaim pelaku] upaya untuk menyembuhkan atau mengobati korban, itu dilakukan oleh tersangka," beber Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan saat menggelar konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, Sabtu (27/6/2026).

Pernyataan ini memunculkan dugaan mengerikan: apakah pelaku berusaha “merawat” korban sendiri setelah menyiksanya?

Polisi juga belum menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam pemasangan infus tersebut.

"Apakah ada orang yang membantu, apakah dia sendiri, dan kita akan menginformasikan juga ke pihak korban. Itu yang pertama," imbuhnya.

Jika benar infus digunakan untuk menjaga kondisi korban tetap hidup selama masa penyekapan, maka temuan ini dapat memperkuat dugaan bahwa penyiksaan berlangsung secara sistematis.

Baca Juga: Kenalan Kilat 3 Bulan hingga Tiba-tiba Umumkan Perpisahan, Larissa Chou Kesal Masa Lalunya Dibahas-bahas Lagi Usai Umumkan Perceraian dengan Ikram Rosadi

Tato Wajah Pelaku di Tubuh Korban Bikin Publik Merinding

Selain infus, perhatian publik kini tertuju pada tato-tato di tubuh YTR.

Polisi memastikan bahwa tubuh korban memang memiliki sejumlah tato yang berkaitan langsung dengan Taufik Hidayat.

"Ada beberapa yang mau kita sampaikan dengan banyaknya pertanyaan dari masyarakat. Yang pertama, berkaitan dengan tato, kami sampaikan bahwa tato yang ada di tubuh korban ini memang kami benarkan," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan, Minggu (28/6).

Yang mengejutkan, tato tersebut bukan sekadar tulisan nama.

"Ada beberapa tulisan 'love', ya, 'love Taufik', TH, dan juga ada gambar daripada si tersangka di badan korban," ungkapnya.

Artinya, di tubuh korban terdapat:

Temuan ini memunculkan dugaan kuat bahwa korban berada dalam hubungan yang sarat manipulasi emosional.

Baca Juga: Beda Nasib Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, Eks Barca Kembali Pecahkan Rekor Fantastis di Piala Dunia 2026

Dugaan Love Bombing Sebelum Kekerasan Brutal

Menurut polisi, pola hubungan YTR dan Taufik menunjukkan ciri love bombing—strategi manipulasi emosional ketika pelaku membanjiri korban dengan perhatian, cinta, dan afeksi berlebihan untuk menciptakan ketergantungan.

"Dan ini tentu saja, kita sampaikan mungkin bagian dari pada 'love bombing' yang terjalin dari keduanya. Tetapi tentu saja ada perilaku-perilaku yang dilakukan oleh TH ini yang berakhir kepada pembatasan sosial, interaksi sosial yang akhirnya mengarah kepada kekerasan fisik," ucapnya.

Dalam banyak kasus kekerasan domestik, love bombing sering menjadi fase awal sebelum kontrol penuh dimulai.

Korban dibuat percaya bahwa pelaku adalah satu-satunya orang yang peduli padanya—hingga akhirnya terisolasi dari keluarga dan lingkungan sosial.

Baca Juga: Berharap Tak Lupa Akar Budaya, Svaranusa Cegat Anak-Anak di Mal Solo Paragon Demi Kenalkan Lagu 'Gundul-Gundul Pacul'

Hubungan Berawal dari Tinder, Berakhir di Kos Penyiksaan

Kisah kelam ini bermula pada 2024, saat YTR dan Taufik berkenalan melalui aplikasi kencan Tinder.

Awalnya hubungan tampak biasa. Namun seiring waktu, kehidupan korban berubah drastis.

“Dilakukan karena kekesalan dan kecemburuan terhadap korban,” terang Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudi Setiawan di kantornya, Jumat, 26 Juni 2026.

Setelah tinggal bersama, YTR perlahan menghilang dari keluarganya. Komunikasi terputus. Mobilitas dibatasi. Kontrol terhadap hidup korban makin total.

Selama periode Mei 2024 hingga Juni 2026, polisi menemukan empat lokasi berbeda yang digunakan pasangan tersebut untuk tinggal bersama.

Di lokasi pertama di Cicaheum, korban mulai mengalami pemukulan dan disundut rokok.

Di lokasi kedua, mata kiri korban dihantam besi hingga rusak permanen.

Di lokasi ketiga di Cilengkrang, mata kanan korban dipukul menggunakan helm.

Akibatnya, YTR kehilangan penglihatan total.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lagu Putus, Ini Makna Mendalam 'To My First' (Majimak Insa) Milik NCT Dream

Misteri yang Masih Diselidiki Polisi

Hingga kini, polisi masih mendalami apakah tato dan infus punya keterkaitan langsung dengan unsur pidana yang akan dikenakan kepada tersangka.

"Mengenai tato, saya sendiri belum pernah melihat itu tatonya, tapi saya mendengar bisikan-bisikan ada tatonya. Semuanya kami dalami, tetapi kalau tidak ada hubungannya dengan perkara atau peristiwa pidana, tentu kita akan abaikan," ucapnya.

Meski begitu, publik menilai dua temuan ini menjadi simbol paling kuat dari relasi yang diduga penuh dominasi.

Infus memunculkan pertanyaan soal bagaimana korban bisa bertahan hidup selama penyekapan.

Sementara tato menimbulkan dugaan lebih gelap: apakah itu simbol cinta, atau justru cap kepemilikan yang dipaksakan?

"Bahwa update terkait dengan tersangka TH yang saat ini sedang kita lakukan pendalaman ya dan kita lakukan penyidikan," katanya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#kasus penyekapan #viral #taufik hidayat #penganiayaan #bandung