Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sadis! Taufik Hidayat Bikin Yuvita Buta Total, Terungkap Momen Mengerikan Saat Mata Kiri Dihantam Besi dan Mata Kanan Dipukul Helm

Laila Zakiya • Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:42 WIB
Tampang Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penyiksaan Yuvita.
Tampang Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penyiksaan Yuvita.

 

SOLOBALAPAN.COM - Kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap Yuvita Tri Rezeki alias YTR terus menyita perhatian publik. Kekejaman yang dialami korban selama bertahun-tahun menyisakan luka permanen yang sulit dibayangkan—mulai dari wajah babak belur, gigi rontok, hingga kehilangan penglihatan total pada kedua matanya.

Fakta terbaru yang diungkap Polda Jawa Barat menunjukkan bahwa kebutaan Yuvita bukan terjadi dalam satu momen, melainkan akibat rangkaian penyiksaan brutal di empat lokasi berbeda di Bandung dan sekitarnya.

Awal Penyiksaan di Cicaheum, Korban Dipukul dan Disundut Rokok

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan, fase awal kekerasan terjadi saat Taufik dan Yuvita tinggal di sebuah indekos di kawasan Cicaheum, Kota Bandung.

"Pertama itu adalah tersangka dan korban tinggal di daerah Cicaheum. Itu kurun waktunya 15 Mei 2024 hingga 15 September 2024. Dari keterangan beberapa saksi, termasuk korban, dan sudah kita tanyakan juga kepada tersangka, di tempat ini korban mengalami kekerasan dipukul bagian badan dan disundut rokok," kata Rudi.

Pada fase ini, kekerasan masih berupa pukulan ke tubuh dan penyiksaan menggunakan rokok. Namun, itu menjadi awal dari rentetan penganiayaan yang semakin sadis.

Hal serupa juga ditegaskan polisi berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan korban.

"Dari keterangan beberapa saksi, termasuk korban, dan sudah kita tanyakan juga kepada tersangka, di tempat ini korban mengalami kekerasan dipukul bagian badan dan disundut rokok," ungkap Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan, di Mapolda Jabar, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga: Adu Irit Vario Evo 160 vs Aerox 155, Motor Skutik Mana yang Lebih Hemat?

Mata Kiri Yuvita Rusak Setelah Dipukul Besi

Kondisi Yuvita memburuk saat pasangan itu pindah ke lokasi kedua, yang masih berada di sekitar Cicaheum.

Di tempat inilah salah satu momen paling fatal terjadi. Taufik disebut memukul mata kiri Yuvita menggunakan besi hingga menyebabkan kerusakan serius.

"Di TKP kedua inilah terjadi pemukulan terhadap mata kiri dengan besi. Itu yang menyebabkan nanti kalau kesehatan nanti tanyakan sama Kepala Direktur Rumah Sakit, yang sekarang ini dikabarkan tidak bisa melihat," ungkap Rudi.

Kapolda juga menegaskan kembali temuan tersebut.

"TKP kedua ini terjadilah pemukulan terhadap mata kiri dengan besi," jelas Rudi.

Pukulan ini menjadi titik awal hilangnya fungsi penglihatan pada mata kiri korban.

Baca Juga: Kerangka Skuad Persis Solo di Liga 2 Ternyata Sudah Rampung 80 Persen, Amankan Eks Garudayaksa hingga PSS Sleman

Mata Kanan Dipukul Helm, Yuvita Buta Total

Kengerian belum berhenti. Setelah diusir dari kos kedua akibat konflik dengan penghuni lain, Taufik membawa Yuvita ke Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Di lokasi ketiga inilah Yuvita kehilangan penglihatan sepenuhnya.

"Di TKP ketiga ini mata kanan dipukul menggunakan helm. Dan korban sudah mulai tidak bisa melihat lagi melalui dua matanya. Ini juga melalui kekerasan di lutut, ditebas dengan benda tajam sehingga korban sulit berjalan," katanya.

Kapolda kembali menegaskan kronologi serupa dari hasil penyelidikan.

"Di TKP ketiga ini mata kanan dipukul menggunakan helm. Dan korban sudah mulai tidak bisa melihat lagi melalui dua matanya. Ini juga melalui kekerasan di lutut, ditebas dengan benda tajam sehingga korban sulit berjalan," beber Kapolda.

Selain kehilangan penglihatan, Yuvita juga dibuat kesulitan berjalan karena lututnya dilukai dengan benda tajam—diduga untuk mencegah korban melarikan diri.

Luka Membusuk hingga Ada Belatung

Saat akhirnya ditemukan dan dilarikan ke rumah sakit, kondisi Yuvita disebut berada di titik yang sangat memprihatinkan.

Luka di kepalanya membusuk, bernanah, bahkan sempat menjadi sarang belatung. Ayah korban, Irin, menceritakan bagaimana kondisi putrinya saat pertama kali dirawat.

"Sekarang udah sembuh, sebagian dijahitin semua. Ini di sini (telinga) masih bolong tapi udah kering enggak keluar (nanah). Cuma kuping ini yang satu kan bekas pemukulan jadi tulang-tulangnya udah rapat," ungkap Irin.

"Kupingnya nempel karena?" tanya Dedi Mulyadi.

"Karena sering dipukul, di sini kan rada memar," kata Irin.

"Karena sering dipukul jadinya (telinga) nempel? ya Allah," pungkas Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Secret Despatches from Arabia: Kumpulan Laporan Intelijen T. E. Lawrence

Cedera yang dialami korban tidak hanya di bagian luar. Pemeriksaan medis juga menemukan rahang dan tulang hidung korban sempat patah.

"Tulang rahang kan katanya sempat patah tapi nyambung lagi kata dokternya jadi sekarang kaku. Kemarin sih bilangnya gitu," ujar Melani.

"Patah dipukul tangan atau helm?" tanya Dedi Mulyadi.

"Katanya banyak lah (Taufik) mukulnya, pertama pakai helm, kursi juga pernah, pakai tangan, pakai gantungan besi," imbuh Irin.

Diduga Disiksa Setelah Hartanya Habis

Keluarga korban juga mengungkap dugaan motif lain di balik penyiksaan brutal tersebut: eksploitasi finansial.

Menurut pengakuan Yuvita kepada keluarga, kekerasan mulai meningkat setelah seluruh hartanya dikuasai pelaku.

"Kenapa disiksa seperti itu?" tanya Dedi Mulyadi.

"Katanya awalnya tuh setelah hartanya Vita habis, mulai penyiksaan dimulai," imbuh Melanie.

Tabungan korban, barang berharga, hingga aset lainnya diduga dikuras habis.

"Tabungannya diambil, berapa diambil (Taufik)," tanya Dedi.

"Kalau dari barang-barang totalnya Rp52 juta. Tapi kalau katanya BPJS kan dicairin," ungkap Melani.

Baca Juga: 3 Tahun Sekap dan Aniaya Kekasih, Terungkap Awal Mula Taufik Hidayat Pertama Kali Kenal Wanita Korban Penyekapan di Bandung

"Berapa BPJS dicairin?" tanya Dedi lagi.

"Kurang tahu," jawab Melani.

Bahkan identitas korban disebut dipakai untuk pinjaman online dan paylater.

"Katanya buat pinjol juga (atas nama Yuvita), paylatter juga dipakai," ungkap Melani.

"Vita pakai emas?" tanya Dedi.

"Pakai, semuanya dijual-jualin," imbuh Melani.

Kini Taufik Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Jawa Barat. Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis atas penganiayaan berat, penyanderaan, dan perampasan kemerdekaan.

"Ini mohon dukungan semuanya, supaya kekerasan yang dilakukan oleh tersangka ini mendapat hukuman yang setimpal," katanya.

Ancaman hukuman maksimal yang menanti pelaku mencapai 12 tahun penjara. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#kasus penyekapan #viral #taufik hidayat #penganiayaan #bandung