Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Terungkap! Taufik Tak Cuma Sekap dan Aniaya YTR, Seluruh Harta Korban Juga Diduga Dikuasai hingga Tak Bisa Kabur

Laila Zakiya • Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:37 WIB
Tampang Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penyiksaan Yuvita.
Tampang Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penyiksaan Yuvita.

 

SOLOBALAPAN.COM - Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki (YTR) di Bandung terus membuka fakta-fakta baru yang bikin publik geram. Taufik Hidayat yang sebelumnya menjadi sorotan karena dugaan kekerasan brutal terhadap kekasihnya, kini diduga tidak hanya menyiksa secara fisik, tetapi juga menguasai seluruh harta benda korban.

Fakta mengejutkan ini diungkap oleh rekan kerja korban berinisial FW. Menurutnya, YTR selama ini hidup di bawah kontrol penuh Taufik, hingga tidak memiliki akses terhadap barang-barang pribadinya sendiri.

Motor, handphone, bahkan rekening bank milik YTR disebut berada dalam kendali pelaku. Kondisi inilah yang diduga membuat korban kesulitan untuk melarikan diri dari lingkaran kekerasan yang dialaminya.

FW mengaku sempat mendengar langsung curahan hati YTR sebelum korban akhirnya menghilang dari lingkungan kerja.

“Korban meminta sedikit ada drama dengan saya sebelum perbincangan itu selesai. ‘Teh, nanti kan katanya gajian, uang saya dan ATM saya kan sudah dipegang oleh pelaku. Saya minta sedikit drama’,” kata FW, dikutip pada Jumat, 26 Juni 2026.

Demi membantu YTR, FW dan korban sempat menyusun skenario. FW akan berpura-pura menagih utang sebesar Rp10 juta agar Taufik mengizinkan sebagian uang korban dicairkan.

Rencananya, YTR akan mengirim Rp2 juta setiap bulan dari gajinya. Namun realitas di lapangan jauh dari harapan.

“Memang di transfer, tapi tidak senilai Rp2 juta hanya Rp500 ribu. Dia membuktikan transferannya. Di foto itu juga terlihat pelaku yang mendampingi korban untuk transfer. Jadi sepertinya ada ancaman juga dari pelaku,” jelas FW.

Dari situ, dugaan kontrol total terhadap kehidupan korban makin menguat. Bahkan saat proses transfer uang, pelaku disebut terus mengawasi korban.

Baca Juga: Proses Naturalisasi Direstui DPR, Luke Vickery dan Mitchell Baker Siap Bela Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026

Kekerasan Diduga Berlangsung Sejak 2024

Polisi mengungkap penyiksaan terhadap YTR berlangsung dalam waktu panjang, sejak Mei 2024 hingga Juni 2026. Motif utamanya disebut dipicu rasa cemburu dan emosi pelaku.

"Pelaku melakukan secara berulang dari Mei 2024 sampai Juni 2026 dilakukan karena kesal dan cemburu terhadap korban," terang  Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan saat konferensi pers, Jumat (26/6/2026).

Hubungan Taufik dan YTR bermula dari aplikasi kencan pada 2024. Setelah merasa dekat, keduanya memutuskan tinggal bersama di rumah kos.

"Mereka kenalan dan merasa dekat. Lalu hidup satu rumah di dalam tempat kos," bebernya.

Namun hubungan tersebut berubah menjadi mimpi buruk bagi korban.

Baca Juga: Kini Masih Geger, Ini Beda Keinginan Sarwendah dan Ruben Onsu di Tengah Konflik Soal Nafkah Thalia dan Thania

Dari Pukulan Hingga Disundut Rokok

Kekerasan pertama terjadi saat keduanya tinggal di indekos kawasan Cicaheum, Kota Bandung.

"Berdasarkan keterangan saksi dan korban, kekerasan ini bermula saat keduanya tinggal di indekos kawasan Cicaheum, Kota Bandung, pada Mei hingga September 2024," ujar Rudi menambahkan.

Di lokasi pertama itu, YTR sudah mengalami penganiayaan brutal.

"Kekerasan dialami korban, yaitu badan dipukul dan disundut rokok," kata Rudi.

Kekerasan terus meningkat ketika mereka pindah ke lokasi kedua. Di sinilah kondisi korban mulai memburuk drastis.

"Di kosan ini, terjadi pemukulan mata kiri korban dengan besi, itu menyebabkan matanya tidak melihat," ucap Rudi.

Bukan hanya itu, saat pindah ke lokasi ketiga, mata kanan korban juga menjadi sasaran kekerasan.

"Menurut keterangan korban, mata kanannya dipukul menggunakan helm hingga ia tidak bisa melihat sama sekali. Selain itu, lutut korban juga ditebas dengan benda tajam sehingga ia sulit berjalan," ujar Rudi.

Akibat kekerasan berulang tersebut, YTR akhirnya kehilangan penglihatan total dan mengalami cacat fisik permanen.

Baca Juga: Secret Despatches from Arabia: Kumpulan Laporan Intelijen T. E. Lawrence

Disekap di Kamar Kos dan Dikunci dari Luar

Penyiksaan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik. Polisi juga mengungkap bahwa Taufik menyekap korban secara sistematis.

"Pelaku memukul wajah, mulut, dan telinga korban pakai helm. Memukul berulang kali hingga korban luka berat. Pelaku melakukan penyekapan dengan cara mengunci korban di dalam kamar dan meninggalkan korban dalam tidak berdaya," tutur Rudi.

Korban disebut tidak diperbolehkan keluar kamar. Semua akses komunikasi dan mobilitas diduga diputus.

Inilah yang menjelaskan mengapa YTR nyaris menghilang dari kehidupan sosialnya selama bertahun-tahun.

Rekan kerja korban bahkan mengaku tidak pernah lagi melihat YTR setelah surat pengunduran dirinya diserahkan ke kantor—yang ironisnya, bukan oleh korban sendiri, melainkan oleh Taufik. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#kasus penyekapan #viral #taufik hidayat #penganiayaan #bandung