Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Geger 6 Gempa Besar dalam 24 Jam, Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja? Fakta Venezuela hingga Jepang Bikin Merinding

Laila Zakiya • Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:55 WIB
Ilustrasi gempa.
Ilustrasi gempa.

 

SOLOBALAPAN.COM - Dalam waktu kurang dari 24 jam, dunia dibuat geger oleh rentetan gempa besar yang terjadi nyaris beruntun di sejumlah wilayah. Mulai dari Jepang, Filipina, California, hingga Venezuela, aktivitas seismik mendadak menjadi perhatian global setelah sederet gempa kuat tercatat dalam waktu berdekatan.

Peristiwa ini pertama kali ramai diperbincangkan usai unggahan viral di media sosial yang menyoroti banyaknya gempa besar dalam sehari.

Fenomena tersebut langsung memicu kekhawatiran publik, terutama karena sebagian besar wilayah terdampak berada di zona tektonik aktif.

Tercatat sebanyak 6 gempa besar terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Data yang beredar menunjukkan gempa besar terjadi di beberapa lokasi dengan magnitudo yang tidak kecil, yakni Jepang 6,9 magnitudo, Filipina 4,9 magnitudo, New Guinea 5,1 magnitudo, California 5,6 magnitudo, serta Venezuela yang diguncang dua gempa besar sekaligus berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo.

Fenomena ini makin mengundang perhatian karena sebagian besar wilayah tersebut berada di kawasan Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, area yang dikenal sebagai salah satu zona gempa paling aktif di dunia.

Pakar gempa dan tsunami Indonesia, Daryono Perwira Sakti, menegaskan bahwa rangkaian gempa ini menjadi pengingat penting tentang betapa aktifnya pergerakan lempeng bumi.

"Enam gema besar dalam 24 jam di kawasan Ring of Fire Pasifik merupakan pengingat bahwa wilayah ini adalah zona tektonik paling aktif di dunia, tempat interaksi lempeng bumi secara terus menerus memicu aktivitas gempa," ujarnya melalui akun X @daryono_eq_talk.

Meski demikian, tidak semua gempa tersebut berasal dari sistem geologi yang sama.

Baca Juga: ATEEZ Resmi Comeback Lewat 'GOLDEN HOUR : Part.5', Gandeng Aktor Hollywood Chase Infinity

Venezuela Jadi Episentrum Tragedi Terbesar

Dari seluruh rangkaian gempa, Venezuela menjadi negara dengan dampak paling mematikan. Dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan menimbulkan kerusakan masif dan korban jiwa dalam jumlah besar.

“Kerusakan paling parah terjadi di negara bagian La Guaira, di mana banyak bangunan runtuh dan infrastruktur lumpuh,” ujar Rodríguez dilansir dari Anadolu.

Laporan terbaru menyebut jumlah korban tewas akibat gempa kembar di Venezuela mencapai 920 orang. Sementara itu, 3.630 warga lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Ratusan bangunan rusak berat, ribuan warga mengungsi, dan operasi penyelamatan masih berlangsung. Banyak korban diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Yang menarik, meski gempa Venezuela menjadi yang paling besar, negara ini sebenarnya bukan bagian dari Ring of Fire Pasifik. Gempa di sana dipicu oleh interaksi antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan.

Artinya, gempa di Venezuela tidak memiliki hubungan langsung dengan gempa di Jepang atau California.

Jepang Ikut Diguncang, Ribuan Penumpang Terdampak

Tak lama setelah Venezuela, Jepang juga mengalami guncangan kuat. Gempa yang terjadi di wilayah tengah dan timur Jepang sempat membuat layanan transportasi terganggu.

Otoritas Jepang melaporkan sedikitnya 10 orang mengalami luka ringan akibat gempa tersebut. Guncangan bahkan terasa hingga wilayah metropolitan Tokyo.

Layanan kereta cepat Tokaido Shinkansen sempat dihentikan sebagai langkah pengamanan. Akibatnya, sekitar 22.000 penumpang terdampak.

Meski begitu, otoritas memastikan gempa ini tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Fuji.

Baca Juga: Gabung Persebaya Surabaya, Ramadhan Sananta Ungkap Alasan Pilih Nomor Punggung 9

Apakah Semua Gempa Ini Saling Berkaitan?

Ini menjadi pertanyaan yang paling banyak muncul di tengah kepanikan publik.

Sekilas, rentetan gempa yang muncul hampir bersamaan memang terasa menakutkan. Seolah-olah bumi sedang mengalami sesuatu yang tidak biasa.

Namun para ahli menilai jawabannya hampir pasti tidak.

Aktivitas gempa besar dalam rentang waktu berdekatan bisa saja terjadi sebagai kebetulan statistik. USGS mencatat sekitar 20.000 gempa terjadi setiap tahun di seluruh dunia, atau sekitar 55 gempa per hari.

Artinya, bumi memang terus bergerak setiap saat.

Kemajuan teknologi juga membuat setiap gempa kini bisa langsung terdeteksi dan tersebar luas lewat media sosial dalam hitungan menit. Inilah alasan mengapa gempa terasa seolah terjadi “di mana-mana”.

Di media sosial, banyak warganet ikut menyoroti fenomena ini dengan beragam respons.

"Dan saya masih curiga dengan kemungkinan bahwa kenaikan suhu permukaan bumi ini berpengaruh terhadap kenaikan aktivitas pergerakan lempeng dan vulkanis. Jadi kayak semacam mekanisme alam bumi gitu untuk ngebikin atmosfer tertutup dengan awan-awan vulkanis yang nantinya bisa mendinginkan bumi," ujar akun @akubukanako.

Bagi negara-negara rawan gempa seperti Indonesia, peristiwa ini juga menjadi alarm penting untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan bencana. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#gempa bumi #venezuela #jepang