SOLOBALAPAN.COM - Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 resmi merampungkan masa penggemblengan para perwira terbaiknya. Menjadi kawah candradimuka institusi, program pendidikan elite Lemdiklat Polri yang dibuka sejak 20 Januari 2026 ini fokus melahirkan calon jenderal dan pemimpin masa depan yang adaptif, taktis, dan berbasis kepemimpinan digital (data-driven leadership).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri, sekaligus mendukung kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi nasional yang inklusif. Pola pendidikan komprehensif tersebut dipertajam lewat Seminar Sekolah yang digelar di Gedung Oetaryo Sespimti Lemdiklat Polri Lembang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
Membawa motto “CERDAS” (Cekatan, Etis, Responsif, Dedikatif, Akuntabel, dan Strategis), para peserta didik (serdik) tidak hanya ditempa di dalam kelas, melainkan diuji langsung melalui serangkaian program domestik hingga internasional.
Sisi Humanis: Sentuhan Empati Sosial dan Respons Bencana
Di samping materi kepemimpinan tingkat tinggi, para calon jenderal ini dituntut mengasah empati sosial secara nyata di lapangan. Di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, para serdik menginisiasi program bedah rumah di Kampung Sukamaju Barat, Desa Kayu Ambon.
Mereka bergotong-royong merenovasi total rumah lapuk berbahan bilik bambu milik pasangan lansia, Lili (73) dan Sumarsih (63), yang sehari-hari bertahan hidup sebagai tukang pijat. Hanya dalam waktu 13 hari, rumah yang dihuni sejak 1983 tersebut sukses disulap menjadi hunian permanen berukuran 5×6 meter yang layak dan aman.
Aksi kemanusiaan kilat juga ditunjukkan saat bencana tanah longsor menerjang wilayah Cisarua, Desa Pasirlangu, Senin (26/1/2026). Para perwira ini turun langsung menyalurkan bantuan logistik mendesak ke posko pengungsian berupa beras, susu, mi instan, kasur lipat, hingga selimut.
“Harapannya ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita, terutama para pengungsi yang masih bertahan di lokasi. Kami juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” terang Ketua Senat Sespimti Dikreg ke-35, Kombes Yudhis Wibisana.
Wawasan Lapangan dan Pesan Menohok: "Pemimpin Tidak Bisa Di-digitalisasi"
Kematangan berpikir para peserta didik kian diasah lewat Dialog Kebangsaan di Bandung Barat, Rabu (6/5/2026). Menghadirkan Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto sebagai narasumber, dialog tersebut mengupas tuntas digitalisasi pelayanan publik menuju birokrasi modern.
Purwadi mengingatkan peran krusial seorang pemimpin di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), di mana kecepatan respons lapangan menjadi kunci kepercayaan publik. Namun, ia menekankan satu prinsip fundamental: “Pemimpin tidak bisa di-digitalisasi.”
Sejalan dengan komitmen tersebut, para serdik dibekali orientasi lapangan mendalam melalui Praktek Kerja Dalam Negeri (PKDN). Mengusung tema pembangunan keutamaan pendidikan berbasis moral dan literasi, PKDN dirancang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam mengawal pembangunan nasional.
Berguru 'Smart Policing' Tingkat Dunia ke Shanghai
Tidak tanggung-tanggung, kurikulum Sespimti Polri Dikreg ke-35 turut memboyong para perwira terbaiknya ke luar negeri melalui program Praktik Kerja Luar Negeri (PKLN). Pada 20 Mei 2026, delegasi melakukan kunjungan strategis ke KJRI Shanghai, Tiongkok.
Di Shanghai, rombongan membedah langsung implementasi konsep smart city dan smart policing yang menjadi salah satu model pengelolaan keamanan publik berbasis teknologi paling maju di dunia. Mereka mengunjungi Shanghai Police College hingga Yangpu Branch Public Security Bureau untuk mempelajari pemanfaatan AI, big data, dan cloud computing dalam sistem komando terpadu.
Studi komparatif ini membuktikan bahwa keberhasilan keamanan publik berbasis teknologi wajib ditopang oleh budaya kerja digital dan integrasi data yang kuat. Pengalaman berharga ini menjadi referensi emas bagi Polri untuk memperkuat command center dan analitik kejahatan di tanah air.
Uji Nyali Gagasan Kebijakan di ‘Leader Expo’
Sebagai gong akhir dan puncak dari seluruh rangkaian pembelajaran, Sespim Lemdiklat Polri menggelar ajang bergengsi bertajuk ‘Leader Expo’. Agenda ini menjadi wadah unjuk gigi bagi para serdik untuk memamerkan rekam jejak kualitas, transformasi, serta pemikiran inovatif mereka selama menempuh pendidikan.
Melalui ‘Leader Expo’, hasil karya berupa ide, gagasan, dan model kebijakan transformasional yang diformulasikan para peserta didik dipajang dan siap didebat secara terbuka oleh para penguji serta pembimbing. Pameran ini sekaligus menjadi bukti autentik kesiapan mereka untuk diterjunkan ke masyarakat.
Kasespim Lemdiklat Polri, Irjen Pol. Midi Siswoko, menjelaskan bahwa kegiatan Leader Expo merupakan salah satu bentuk publikasi dan ekspos seluruh naskah akademik yang ditulis serdik selama mengikuti pendidikan di Sespim.
"Saya mengapresiasi kegiatan ini, semoga dapat menginspirasi para pihak agar ke depan Sespim Polri semakin maju dan profesional dalam mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian di era digital," pungkas Irjen Pol. Midi Siswoko.
Editor : Damianus Bram