SOLOBALAPAN, NASIONAL — Gelombang protes masyarakat akibat kebijakan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa belakangan ini berbuntut panjang.
Tak hanya mengganggu roda perputaran ekonomi dan aktivitas rumah tangga, sengkarut pelayanan publik ini langsung mengarahkan sorotan tajam netizen pada Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Darmawan Prasodjo.
Sentimen negatif publik kian memanas setelah beredarnya data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik sang Dirut yang melonjak drastis.
Isu ini mencuat tepat setelah dirinya kembali dipercaya menduduki kursi nomor satu di PLN lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Kamis (18/6/2026).
Desakan Mundur di Tengah Lonjakan Kekayaan 265 Persen
Darmawan Prasodjo, yang menjabat sebagai Dirut PLN sejak Desember 2021, kini menghadapi desakan mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral atas ketidaknyamanan sistem kelistrikan nasional.
Baca Juga: 2 Cara Cek Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir Jawa-Bali via HP, PLN Sebut Mulai Berkurang Hari Ini
Berdasarkan dokumen resmi KPK, pundi-pundi kekayaan pria nomor satu di PLN ini terus merangkak naik secara signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Untuk melihat visualisasi lompatan kekayaan Darmawan dari tahun ke tahun, berikut adalah tren pertumbuhannya:
-
Tahun 2021: Mengantongi total kekayaan sebesar Rp30.152.993.378 (Awal menjabat Dirut).
-
Tahun 2023: Angka kekayaan melonjak naik menjadi Rp70.937.351.686.
-
Tahun 2025: Rekor tertinggi menembus angka fantastis Rp110.072.697.106.
Jika dikalkulasikan, dalam kurun waktu sekitar lima tahun, harta kekayaan sang Dirut telah menggelembung hingga lebih dari 265% dari total modal awal saat pertama kali menakhodai PLN.
Tabel Rincian Neraca LHKPN Terbaru Dirut PLN Darmawan Prasodjo
Guna memberikan transparansi data yang scannable mengenai dari mana saja sumber gurita aset senilai Rp110 miliar tersebut berasal, berikut adalah rincian kalkulasi bersih LHKPN periode terbaru:
Mengoleksi Properti Mewah dan Tren Kendaraan Listrik
Berdasarkan bedah rincian dokumen di atas, mayoritas kekayaan Darmawan ditopang oleh kepemilikan sektor properti senilai Rp45,7 miliar.
Aset tanah dan bangunan termahalnya terletak di kawasan elite Jakarta Selatan seluas 1308 m²/1593.93 m² dengan taksiran harga pasar mencapai Rp22,9 miliar, disusul hunian di Tangerang Selatan senilai Rp12 miliar.
Sisi menarik lainnya juga terlihat di garasi rumahnya. Sebagai bos dari perusahaan listrik negara, Darmawan tampak konsisten menerapkan gaya hidup ekosistem elektrik dengan mengoleksi sejumlah kendaraan bertenaga baterai (EV), antara lain:
-
Mobil Listrik Hyundai Ioniq (2021) hasil sendiri senilai Rp350.000.000.
-
Mobil Listrik Premium Denza D9 (2025) hasil sendiri senilai Rp900.000.000.
-
Motor Listrik United T1800 (2021) senilai Rp7.000.000.
-
Motor Listrik Smoot Tempur (2023) hasil hadiah senilai Rp5.000.000.
Kontrasnya pertumbuhan harta eksekutif di tengah merosotnya performa keandalan listrik di tingkat akar rumput inilah yang memicu sinisme publik.
Netizen mendesak agar PLN di bawah kepemimpinan periode baru Darmawan Prasodjo fokus membenahi infrastruktur gardu listrik makro alih-alih sibuk melakukan pembelaan di media sosial.
(did)