SOLOBALAPAN, KRIMINAL — Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan sadis yang menjerat Taufik Hidayat terus menguak fakta-fakta baru yang mencengangkan publik.
Setelah resmi mendekam di sel khusus Polda Jawa Barat, sisi gelap masa lalu sang predator kini dibongkar habis-habisan oleh mantan istri pertamanya, Susi.
Melalui sebuah wawancara di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Susi secara berani membuka suara mengenai pengalaman pahit berumah tangga bersama Taufik.
Meski ikatan pernikahan mereka pada tahun 2015 silam hanya bertahan seumur jagung, trauma yang ditinggalkan diakui masih membekas hingga saat ini.
Tabiat Kasar, Protektif, dan Mengamuk Jika Ditolak
Susi mengungkapkan bahwa durasi pernikahan mereka hanya berlangsung selama dua minggu sebelum akhirnya memutuskan untuk bercerai.
Selama waktu yang sangat singkat tersebut, Susi mengaku langsung dihadapkan pada tabiat asli Taufik yang sangat temperamental, sangat protektif, dan cemburuan dalam skala yang tidak wajar.
Salah satu pemicu utama kekerasan verbal maupun fisik yang dilakukan Taufik adalah ketika keinginan biologisnya tidak dipenuhi. Taufik disebut kerap meluapkan emosi secara agresif apabila Susi menolak untuk diajak berhubungan suami istri.
"Kalau dia minta (berhubungan), suka marah-marah. Suka banting helm sama sepatu," ungkap Susi seperti dikutip dari tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel via Kilat.com, Kamis (25/6/2026).
Selain bertindak kasar di dalam rumah, Taufik juga membatasi ruang gerak sosial Susi dengan sangat ketat.
Susi dilarang keras untuk sekadar keluar rumah atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar karena sifat cemburu buta yang dimiliki pelaku.
Tabel Ikhtisar Sisi Gelap Masa Lalu Rumah Tangga Taufik Hidayat
Guna memberikan gambaran yang jelas mengenai rekam jejak perilaku tersangka jauh sebelum kasus penyekapan Bandung mencuat, berikut adalah tabel klasifikasi berdasarkan kesaksian mantan istri:
| Komponen Hubungan | Realitas & Catatan Kejadian Masa Lalu | Dampak Psikologis & Sosial |
| Tahun Pernikahan | Terjadi pada tahun 2015. | Menjadi awal mula trauma emosional bagi pihak wanita. |
| Durasi Pernikahan | Hanya bertahan selama 2 minggu (14 Hari). | Berakhir cerai akibat akumulasi sikap kasar pelaku. |
| Pemicu Utama Amukan | Penolakan hubungan intim & rasa cemburu buta. | Pelaku kerap merusak barang (banting helm dan sepatu). |
| Kondisi Pasca-Cerai | Susi berpisah dalam kondisi mengandung (berbadan dua). | Terpaksa berjuang membesarkan anak seorang diri (single parent). |
| Komitmen Anak | 10 tahun menelantarkan darah dagingnya sendiri. | Taufik dikabarkan tidak pernah menemui atau menafkahi sang anak. |
Tegas Telantarkan Anak Kandung Selama Satu Dekade
Kebejatan Taufik tidak berhenti pada tindakan abusif di ranah domestik. Susi membeberkan fakta memprihatinkan bahwa perceraian mereka terjadi saat dirinya tengah mengandung buah hati hasil pernikahan mereka.
Susi dipaksa berjuang sendirian di bawah garis kemiskinan untuk membesarkan anak kandung mereka tanpa sedikit pun bantuan moral maupun materiil dari Taufik.
Ironisnya, hingga usia sang anak kini menginjak 10 tahun, Taufik dilaporkan sama sekali tidak pernah menunjukkan iktikad baik untuk menemui, melihat, atau mengakui keberadaan darah dagingnya sendiri.
Kesaksian dari mantan istri ini semakin memperkuat asesmen tim psikologi forensik kepolisian terkait adanya gangguan perilaku kepribadian antisosial yang melekat pada diri Taufik Hidayat, yang melandasi tindakan penyiksaan sadis menahun terhadap korban-korban berikutnya.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo