Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ditunjuk Prabowo Jadi Kepala BGN Baru Gantikan Dadan Hindayana, Nanik S. Deyang Ternyata Rangkap Jabatan di Pertamina?

Laila Zakiya • Kamis, 25 Juni 2026 | 15:22 WIB
Kepala BGN Nanik S. Deyang bahas soal namanya yang terseret di dugaan korupsi tata kelola BGN. (Tangkapan Layar Total Politik)
Kepala BGN Nanik S. Deyang bahas soal namanya yang terseret di dugaan korupsi tata kelola BGN. (Tangkapan Layar Total Politik)

 

SOLOBALAPAN.COM - Penunjukan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru memunculkan perhatian besar dari publik.

Selain menggantikan posisi Dadan Hindayana, nama Nanik kini ramai diperbincangkan karena diduga merangkap jabatan sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Nanik sebagai pimpinan baru BGN. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” ujar Prasetyo.

Pergantian pucuk pimpinan BGN ini menjadi sorotan karena lembaga tersebut memegang peran penting dalam agenda pemerintah, khususnya untuk peningkatan kualitas gizi nasional.

Menurut Prasetyo, posisi Kepala BGN membutuhkan figur yang memiliki kapasitas manajerial tinggi serta mampu memastikan program berjalan efektif.

"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Badan Gizi Nasional memiliki peran yang sangat strategis di dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat. Tugas ini tentu menuntut tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program dapat berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas," ujarnya.

Di balik pengangkatan tersebut, publik kemudian menyoroti fakta lain terkait karier Nanik. Ia diketahui masih tercatat sebagai Komisaris Independen di PT Pertamina (Persero).

Nanik sebelumnya diangkat sebagai komisaris melalui keputusan RUPS Tahun Buku 2024 dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-150/MBU/06/2025. Hal ini membuat publik mempertanyakan apakah ia kini resmi memegang dua jabatan strategis sekaligus.

Baca Juga: Bujuk Buron Taufik Hidayat Menyerah, Dadang Ahyar Pilih Donasikan Uang Hadiah Rp250 Juta untuk Yuvita

Sorotan terhadap status rangkap jabatan ini semakin meluas setelah ramai dibahas di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan status administratif Nanik yang muncul di dua institusi berbeda: BGN dan Pertamina.

"Ini maksudnya Nanik masih ada di jajaran Komisaris Pertamina dan Kepala BGN, ini punya 2 jabatan apa gimana ya?," tanya seorang warganet.

Komentar tersebut memicu diskusi panas di kalangan masyarakat. Sebagian mempertanyakan mekanisme pengawasan jabatan publik, sementara yang lain menyoroti budaya rangkap posisi di lingkaran elite.

"Lah, gak cuma ibu ini, yang dapat jatah 3 jabatan aja ada," ujar akun @ayahaleatha.

Tak sedikit pula komentar bernada satir yang mempertanyakan kompetensi dan proses penunjukan pejabat.

"Wkwkwk jadi jabatan di negeri ini memang tak perlu kompetensi, cukup loyalitas," jelas akun @tahulontongajaib.

Sementara komentar lain menyoroti perbedaan bidang antara jabatan yang diemban Nanik.

"Enak banget ya pejabat sekarang. Rangkap-rangkap jabatan, mana nggak nyambung lagi bidangnya," tandas akun @asrisulis terkait dengan jabatan Nanik S Deyang yang jadi perbincangan tersebut.

Di luar polemik tersebut, profil Nanik sendiri bukan sosok asing. Perempuan kelahiran 3 Januari 1968 itu dikenal sebagai jurnalis senior yang pernah berkarier di Tabloid Bangkit, bagian dari grup Kompas Gramedia.

Selama berkarier di dunia media, Nanik banyak menangani isu sosial, politik, ekonomi, hingga gaya hidup. Ia juga memiliki rekam jejak di dunia politik.

Baca Juga: Gilas Masalah Sampah, Jateng Gandeng Danantara Bangun PSEL Target Zero Sampah 2028

Pada Pilpres 2019, Nanik diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Kini, publik menunggu kejelasan soal status rangkap jabatan Nanik S. Deyang. Apakah ia akan melepas kursi Komisaris Independen Pertamina setelah resmi memimpin BGN, atau tetap menjalankan dua posisi sekaligus, masih menjadi tanda tanya besar. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Nanik S. Deyang #Kepala BGN #viral #jabatan