Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ayah Taufik Hidayat Buka-bukaan Soal Anaknya Usai Jadi Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Bandung, Deretan Korban Kompak Ucap Syukur

Laila Zakiya • Kamis, 25 Juni 2026 | 11:16 WIB
Taufik Hidayat menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (23/6/2026). ANTARA/Rubby Jovan
Taufik Hidayat menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (23/6/2026). ANTARA/Rubby Jovan

 

SOLOBALAPAN.COM - Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap wanita di Bandung yang menyeret nama Taufik Hidayat terus menyita perhatian publik. Setelah buron dan masuk daftar pencarian orang, Taufik akhirnya berhasil diamankan polisi.

Di tengah ramainya sorotan publik, pernyataan ayah Taufik justru menjadi perhatian karena membongkar tabiat sang anak sejak lama.

Pengakuan tersebut muncul saat keluarga korban berusaha mencari jejak Taufik sebelum pelaku tertangkap.

Kakak ipar korban, Melanie, mendatangi rumah keluarga Taufik dan bertemu langsung dengan ayah pelaku. Dari pertemuan itu, terungkap bahwa Taufik disebut bukan sosok asing dengan masalah.

"Katanya memang bermasalah sih di sana juga. Kalau nggak mabuk, nyuri, ya, penganiayaan emang," kata Melanie kepada Dedi Mulyadi, dikutip Rabu 24 Juni 2026.

Pernyataan tersebut membuat publik semakin terkejut. Pasalnya, dugaan perilaku kasar Taufik ternyata disebut sudah berlangsung lama, jauh sebelum kasus penyekapan terhadap YTR terungkap.

Ayah Taufik juga mengaku sudah lama tidak mengetahui keberadaan anaknya. Menurut pengakuannya, Taufik jarang pulang ke rumah dan hampir tidak pernah memberi kabar.

"Katanya tidak pernah (pulang), 'udah lama kok nggak pulang', kata bapaknya. 'Saya juga nggak tahu keberadaan anak saya'," ungkap Melanie menirukan ucapan ayah Taufik.

Pengakuan itu memperkuat dugaan bahwa Taufik sengaja menjauh dari keluarga selama menjalankan aksi kejinya terhadap YTR.

Baca Juga: Masih Bisa Cengengesan Usai Aniaya Wanita Korban Penyekapan di Bandung Selama 3 Tahun, Taufik Hidayat Punya Potensi Bebas dari Hukum!

Tak hanya dari keluarga korban, masa lalu Taufik juga mulai terkuak dari mantan istrinya, Susi. Ia mengungkap bahwa pernikahannya dengan Taufik hanya bertahan dua minggu meski sebelumnya sudah berpacaran selama empat bulan pada 2015.

"Gak lama, 2 minggu langsung ditinggalin," ujarnya.

Menurut Susi, sifat posesif dan temperamental Taufik sudah terlihat sejak awal pernikahan. Bahkan hal kecil bisa memicu ledakan emosi.

"Jadi kalau misalkan marah, sini mas kawin gitu. Jadi mas kawin sama cincin tunangan dibawa semua," jelasnya.

Ia juga membeberkan kebiasaan kasar Taufik ketika emosi.

"Jadi kalau masalah kecil itu digede gedein. Cemburuan banget pak, sampai kalau misalkan maaf kalau dia minta suka marah marah gitu. Banting helm sama sepatu," tandas Susi.

Setelah Taufik berhasil ditangkap, rasa lega datang dari berbagai pihak, terutama keluarga korban. Ayah korban menyatakan kini mereka menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat.

“Kami hidup di negara hukum. Karena itu kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang membantu proses penangkapan, termasuk aparat kepolisian dan Gubernur Jawa Barat.

“Terima kasih Pak Dedi dan seluruh pihak yang sudah membantu. Terima kasih juga kepada jajaran kepolisian yang bekerja sama sampai akhirnya pelaku berhasil ditangkap,” ujar keluarga korban.

Baca Juga: Ruben Onsu Stop Nafkah hingga Tuduh Eksploitasi Anak? Sarwendah Akhirnya Bongkar Bukti untuk Lawan Balik!

Yang paling menyentuh datang dari korban sendiri. Meski masih menjalani perawatan intensif, YTR akhirnya bisa mengungkapkan perasaannya setelah mendengar kabar Taufik ditangkap.

"Alhamdulillah senang sekali, terima kasih Bapak Kapolda sudah ngebantu saya. Saya jadi senang lagi, saya jadi bahagia lagi, dan saya lebih tenang karena dia sudah tertangkap," ujarnya.

Ucapan YTR menggambarkan betapa besar trauma yang ia alami selama tiga tahun penyekapan. Namun rasa syukur itu juga disertai harapan agar pelaku mendapat hukuman setimpal.

"Saya pengennya dia dihukum seberat mungkin biar dia ngerasain apa yang saya rasain," jelasnya.

Kasus ini masih terus diproses oleh Polda Jawa Barat. Publik kini menanti bagaimana proses hukum akan berjalan terhadap Taufik Hidayat, sementara pengakuan ayah dan deretan kesaksian korban semakin membuka gambaran kelam tentang sosok pelaku. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#kasus penyekapan #viral #taufik hidayat #penganiayaan