SOLOBALAPAN.COM - Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita di Bandung yang menyeret nama Taufik Hidayat terus menyita perhatian publik. Di tengah sorotan terhadap penangkapan pelaku, muncul satu nama yang menjadi sosok penting dalam berakhirnya pelarian Taufik, yakni Dadang Ahyar Ismail.
Pria tersebut diketahui menjadi orang pertama yang membantu menyerahkan Taufik kepada pihak kepolisian.
Menariknya, Dadang justru memilih menolak hadiah sayembara senilai Rp250 juta yang sebelumnya diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi secara terbuka menunjukkan kemarahannya atas dugaan penyekapan dan penyiksaan yang dialami korban, Yuvita Tri Rezeki.
Korban disebut mengalami luka berat hingga kehilangan penglihatan akibat kekerasan yang diduga dilakukan Taufik.
"Saya sangat marah terhadap pelaku laki-laki seperti ini. Saya meyakini bahwa tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya," ujar Dedi melalui akun Instagramnya, Senin (23/6).
Untuk mempercepat penangkapan, Dedi bahkan mengumumkan sayembara besar bagi siapa pun yang dapat membantu aparat menemukan keberadaan Taufik.
"Kepada seluruh warga, mari kita sama-sama membantu mencarinya. Siapa pun yang mengetahui keberadaannya, segera informasikan kepada aparat agar yang bersangkutan dapat segera ditangkap," katanya.
Baca Juga: Resmi Go Public! Fuji Ajak Rakin Khan Temui Haji Faisal, Sebut Sang Kekasih Kena Sidak
Dadang Ahyar, Mantan Atasan yang Berhasil Membujuk Taufik Menyerahkan Diri
Di balik tertangkapnya Taufik, Dadang Ahyar ternyata memiliki hubungan masa lalu dengan pelaku. Ia merupakan mantan atasan Taufik saat keduanya bekerja di perusahaan jasa penagihan motor.
Saat status Taufik sebagai buronan viral di media sosial, pelaku disebut berada dalam kondisi tertekan. Dalam situasi tersebut, Taufik menghubungi Dadang untuk meminta bantuan.
Alih-alih membantu pelarian, Dadang justru membujuk Taufik agar menghentikan pelarian dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Setelah diskusi panjang, Taufik akhirnya mendatangi rumah Dadang di kawasan Ciparay, Kabupaten Bandung. Di sana, Taufik memutuskan untuk menyerahkan diri.
Dadang kemudian bergerak cepat dengan menghubungi rekannya yang berprofesi sebagai polisi. Dari sana, Taufik dibawa ke Polsek Majalaya sebelum akhirnya digiring ke Polda Jawa Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Update Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Lionel Messi Memimpin, Penyerang Elite Eropa Membayangi
Tolak Hadiah Rp250 Juta, Dadang Minta Uang Diserahkan untuk Korban
Meski menjadi sosok yang membantu proses penangkapan, Dadang tak tertarik menerima hadiah sayembara yang dijanjikan Dedi Mulyadi.
Ia justru meminta agar uang tersebut dialihkan untuk membantu pemulihan korban yang kondisinya dinilai jauh lebih membutuhkan.
"Pak KDM (Dedi Mulyadi) langsung aja kasihin ke korban, soalnya lebih membutuhkan dia, kasian sekali, saya juga ngeri ngelihatnya gitu, semoga korban cepat sembuh," kata Dadang.
Sikap Dadang menuai simpati publik. Banyak warganet menilai tindakannya menunjukkan empati besar terhadap korban, alih-alih mengejar keuntungan pribadi.
Dedi Mulyadi Respons Soal Hadiah Sayembara
Setelah Taufik berhasil diamankan, Dedi Mulyadi memberikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Barat atas gerak cepat mereka.
"Yang pertama, saya ucapkan terima kasih. Tadi malam saya sudah sampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Kapolda, bahwa cepat sekali Taufik Hidayat bisa ditangkap," ungkap Dedi kepada wartawan di Garut.
Ia juga menegaskan harapannya agar Taufik menerima hukuman maksimal sesuai beratnya tindak pidana yang dilakukan.
"Ya hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Itu berat lho. Diserahkan kepada hakim atas dasar perbuatan yang dilakukan. Yang pasti harus hukuman yang paling berat dari pasal yang ada," ucap Dedi.
Saat ditanya mengenai kelanjutan hadiah Rp250 juta, Dedi menjelaskan bahwa persoalan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut karena penangkapan dilakukan aparat kepolisian.
"Sekarang polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan," katanya.
"Takutnya kan ada unsur yang melanggar karena ini aparat. Nanti saya akan ketemu dengan Pak Kapolda," tutur KDM. (lz)
Editor : Laila Zakiya