Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral Penari Drumband Rok Mini di Acara Tahun Baru Islam, MTs NU Mranggen Demak Minta Maaf

Andi Aris Widiyanto • Rabu, 24 Juni 2026 | 11:40 WIB
Salah satu peserta drumband yang dinilai tidak etis ketika tampil di perayaan hari besar umat Islam. (dok beritasemaranghariini)
Salah satu peserta drumband yang dinilai tidak etis ketika tampil di perayaan hari besar umat Islam. (dok beritasemaranghariini)

DEMAK, SOLOBALAPAN.COM – Penampilan seorang penari perempuan yang mengenakan rok mini dalam sebuah grup drumband mendadak viral dan memicu polemik di media sosial. Aksi tersebut diketahui terjadi dalam acara menyambut Tahun Baru Islam (Hijriah) yang digelar di halaman kompleks MTs-MA NU Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Video tersebut langsung memicu banjir kritik dari netizen setelah diunggah oleh sejumlah akun informasi lokal, salah satunya @beritasemaranghariini. Dalam potongan video yang beredar, penari tersebut tampak berjoget mengenakan baju putih lengan panjang dipadukan dengan rok mini berwarna biru muda yang dinilai kurang pantas untuk acara bernuansa islami.

Baca Juga: Masuk Pembangunan Tahap Ketiga, Persik Kediri Berpeluang Punya Kandang Baru Musim Depan

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, pihak MTs-MA NU Mranggen langsung buka suara dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik.

Kepala Sekolah Tegaskan Pelaku Bukan dari Kalangan Siswa

Kepala MTs NU Mranggen, Muhamad Abdul Kodir, menjelaskan bahwa acara bertajuk Gebyar Muharram ke-16 tersebut diselenggarakan pada 16 Juni 2026. Agenda tahunan ini digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Abdul Kodir menegaskan bahwa oknum penari yang berpenampilan seksi dan viral tersebut bukanlah siswi dari madrasah setempat, melainkan anggota dari kelompok drumband umum yang diundang untuk memeriahkan acara.

“Tampilan yang viral itu berasal dari grup drumband umum. Bukan dari siswa MTs NU Mranggen maupun peserta pelajar yang mengikuti kegiatan ini,” terang Abdul Kodir.

Ia menambahkan, pihak panitia sebenarnya sudah memberikan arahan dan rambu-rambu yang ketat saat rapat teknis (technical meeting) sebelum acara dimulai. Seluruh peserta telah diminta untuk menjaga etika kesopanan serta menyesuaikan kostum dengan lingkungan pendidikan berbasis Islam. Namun, panitia tidak mengantisipasi adanya ketidakpatuhan di lapangan.

Kuota Pelajar Vakum, Dialihkan ke Peserta Umum

Baca Juga: Sebelum Umrah, Ruben Onsu Lepas Rindu di Bandara Usai Adukan Pembatasan Akses Anak ke KPAI

Lebih lanjut, Abdul Kodir menguraikan bahwa ajang Gebyar Muharram tahun ini total diikuti oleh 26 grup drumband. Dari puluhan peserta tersebut, hanya tiga kelompok yang berstatus sebagai perwakilan pelajar, sementara sisanya merupakan grup umum dari berbagai daerah.

“Kami biasanya membagi kuota seimbang antara pelajar dan umum. Karena banyak grup drumband sekolah yang vakum pascapandemi, kuota tersebut akhirnya kami alihkan kepada peserta umum,” tuturnya.

Pihak sekolah sangat menyayangkan fokus masyarakat teralihkan oleh insiden tersebut. Padahal, rangkaian Gebyar Muharram juga diisi dengan kegiatan positif seperti mujahadah, wisuda kelulusan, hingga pemberian apresiasi besar berupa hadiah sepeda motor bagi siswa yang berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an.

Menjadi Bahan Introspeksi dan Evaluasi Total

Atas kegaduhan yang menggelinding di ruang publik, manajemen sekolah berkomitmen penuh untuk menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi total agar tidak terulang di masa depan.

“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang muncul. Kejadian ini menjadi bahan introspeksi agar kegiatan berikutnya dapat berlangsung lebih baik dan sesuai harapan semua pihak,” tegas Abdul Kodir.

Baca Juga: Tantri Kotak Kena Tipu Teman Dekat, Total Kerugian Para Korban Ditaksir Capai Rp 10 Miliar!

Ke depan, pihak lembaga berjanji akan memperketat proses skrining terhadap peserta luar agar seluruh jalannya acara tetap selaras dengan nilai-nilai pendidikan dan syiar keagamaan yang menjadi identitas MTs-MA NU Mranggen. (an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#viral penari perempuan #MTs-MA NU Mranggen #peringatan tahun baru Islam #perempuan mengenakan rok mini #drumband