Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung Sembunyi di Mana? Diduga Berada di Sini, Fetish Aneh dan Masa Lalunya Terbongkar Pelan-pelan

Laila Zakiya • Selasa, 23 Juni 2026 | 15:26 WIB
Taufik Hidayat jadi DPO di kasus penyekapan seorang wanita di Bandung. (X/@joglodejava)
Taufik Hidayat jadi DPO di kasus penyekapan seorang wanita di Bandung. (X/@joglodejava)

 

SOLOBALAPAN.COM - Kasus penyekapan wanita di Bandung yang menyeret nama Taufik Hidayat masih terus memanas. Publik kini dibuat bertanya-tanya: di mana sebenarnya buronan kasus penyiksaan terhadap YTR itu bersembunyi?

Setelah diduga menyekap dan menganiaya YTR selama tiga tahun hingga korban mengalami kebutaan permanen, keberadaan Taufik Hidayat alias TH masih belum berhasil dipastikan.

 Meski begitu, berbagai petunjuk baru mulai bermunculan—mulai dari dugaan lokasi persembunyian, pola perilaku menyimpang, hingga masa lalu yang perlahan terbuka ke publik.

Polda Jawa Barat terus melakukan pengejaran intensif terhadap pria 30 tahun tersebut. Polisi memastikan TH sempat nyaris tertangkap, namun kembali lolos.

“Dia suka berpindah-pindah dan hampir beberapa waktu lalu bisa kami gerebek tapi pelaku mampu kabur,” kata Hendra.

Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa TH tidak menetap di satu lokasi dan kemungkinan terus berpindah untuk menghindari pengejaran aparat.

Baca Juga: 5 Rekam Jejak Richard Muljadi: Dari Pesta Mewah Anjing hingga Diciduk Kejagung Kasus Batubara

Diduga Sempat Terlihat di Serpong

Di tengah pencarian besar-besaran, muncul kesaksian baru yang mengarah ke wilayah Tangerang. Seorang netizen mengaku melihat sosok yang diyakini sebagai Taufik Hidayat di kawasan apartemen Gading Serpong.

“Semalem aku ngeliat pelaku di daerah apartemen gwr sekitar pukul 8 malam sehabis aku nongkrong di indomaret gwr di daerah Tangerang. Aku gatau pelaku tinggal di sini atau engga tapi aku ngeliat dan bisa mastiin itu dia karna emang mukanya sama.” tulis akun @SistersInDanger.

Ia bahkan mengaku sempat mengamati pakaian yang dikenakan pria tersebut.

“Semalem pelaku lagi pake celana pendek coklat kaos hitam duduk di tangga deket pintu masuk sambil ngobrol sama orang tapi aku gatau orangnya,” tulis akun tersebut.

Meski belum terverifikasi secara resmi, informasi ini memunculkan spekulasi bahwa TH mungkin sudah keluar dari wilayah Bandung untuk menghindari pengejaran.

Sayembara Rp250 Juta Diluncurkan

Kasus ini bahkan mendapat perhatian langsung dari Dedi Mulyadi. Gubernur Jawa Barat itu mengumumkan hadiah Rp250 juta bagi siapa pun yang memberi informasi akurat tentang keberadaan TH.

“Kepada seluruh warga, mari kita sama-sama membantu mencarinya. Siapa pun yang mengetahui keberadaannya, segera informasikan kepada aparat agar yang bersangkutan dapat segera ditangkap,” katanya.

Sementara Kapolda Jabar memastikan pengejaran akan terus dilakukan sampai pelaku tertangkap.

“Kami tidak menyampaikan secara teknis, yang pasti sampai kemanapun pelaku itu kita akan kejar,” kata dia.

Baca Juga: Resmi Debut Solo! EVAN Eks ENHYPEN Umumkan 'EVER' Sebagai Nama Fandom Resmi

Fetish Aneh Mulai Terbongkar

Di luar dugaan penyiksaan terhadap YTR, pengakuan dari sejumlah perempuan lain mulai membuka sisi gelap perilaku TH.

Salah satu pengakuan paling mencolok datang dari perempuan yang mengaku berkenalan dengan TH lewat aplikasi kencan. Ia mengaku dibawa ke kos pelaku di kawasan Jalan Cagak Maruyung, Kabupaten Bandung.

“Kenalnya dari aplikasi datting apps (tantan) terus dia ngajak kenalan kebetulan lokasi saya sama dia gk jauh cuma jarak 25 menit. Abis itu saya diajak ketemuan saya juga gatau kalo bakalan di ajaknya ke kosannya. Tapi saya tau daerah kosannya dia di jalan cagak maruyung kab Bandung,” ujar dia.

Hal yang membuat publik merinding adalah pengakuan soal tindakan aneh TH yang diduga memiliki obsesi terhadap kehamilan.

“Terus saya disuruh pipis dan saya ditespek. Pas saya gamau saya dipaksa terus saya diteriakin kata-kata kasar terus saya dikunci dari luar. Nah pas saya nurutin kemauannya buat ditespek dan hasil tespeknya garis 1 dia marah-marah kak sambil teriak an* kenapa lu gak hamil. Sambil mecahin botol kawa kawa. Abis itu dia nunjukin foto dia sama ibunya yg udah meninggal itu ke saya. Untung aku bisa lolos kabur.”

Pengakuan tersebut memunculkan dugaan adanya fetish atau obsesi psikologis tertentu terkait kehamilan, kontrol terhadap pasangan, dan kekerasan berbasis dominasi.

Baca Juga: Sempat Ngadu ke KPAI, Ruben Onsu Akhirnya Ketemu Thania dan Thalia, Sarwendah Ada?

Korban Lain Mulai Berani Bersuara

Kasus ini tak lagi hanya soal YTR. Satu per satu perempuan mulai mengaku pernah mengalami teror dari TH.

Seorang perempuan lain mengaku hampir menjadi korban pada awal 2024.

“Aku salah satu korbannya juga di tahun 2024 awal. Alhamdulillah aku selamat Kak, karena waktu itu aku langsung minta pulang,” tulisnya.

Ia juga mengaku merasakan perilaku tidak biasa dari TH saat berbicara.

“Kalo ketemu aku kaya yang ngobat, soalnya ngomongnya balelol,” tulisnya.

Pengakuan lain bahkan menyebut adanya perampasan barang, kekerasan fisik, hingga pelecehan seksual.

“Ka itu dia ada di tiktok namanya Yuda tapi aku diblok dulu aku diajak ketemuan terus aku dibawa ke tempat kos terus dia ambil barang berharga aku HP, uang sama identitas aku. Terus aku dipukulin aku sempat dilecehin juga cuma pas waktu itu aku sempat teriak sampe penghuni ada yang nolongin aku. Ka tolong cari orang itu dia psikopat ka,” tulis perempuan tersebut.

Tak hanya korban dari hubungan singkat, polisi juga mengungkap mantan istri TH diduga pernah mengalami kekerasan.

Fakta ini memperkuat dugaan bahwa pola kekerasan TH bukan kejadian sekali, melainkan perilaku berulang.

Harta Korban Diduga Ikut Dikuras

Selain menyiksa secara fisik, TH diduga menguasai hampir seluruh harta korban YTR selama masa penyekapan.

Mulai dari motor, HP, laptop, perhiasan emas, hingga tabungan BPJS Ketenagakerjaan dilaporkan hilang. Pelaku juga diduga memakai identitas korban untuk mengakses layanan paylater dan pinjaman online.

Modus ini menunjukkan dugaan eksploitasi bukan hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga finansial.

Baca Juga: Update Kecelakaan Bus Ngargoyoso Karanganyar: Polisi Tahan Sopir, PO Bus Siap Ganti Rugi Kerusakan Warga

Kondisi YTR Masih Memprihatinkan

Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Meski kondisinya mulai membaik, luka yang dialami sangat berat.

“Baru dibersihkan luka-luka yang infeksi di bagian kepala dan wajah, soalnya di kepalanya masih ada cairan nanah,” kata Melanie.

“Nunggu itu keluar dulu semua, baru operasi lanjutan untuk memperbaiki struktur wajah yang hancur,” ungkapnya.

Meski sudah dapat berkomunikasi, kalimat pertama yang diucapkan korban justru membuat publik tersentuh.

“Pertama yang diucapin minta maaf,” tuturnya.

Ucapan itu memperlihatkan trauma mendalam yang dialami korban setelah bertahun-tahun hidup dalam kontrol dan kekerasan.

Masa Lalu Taufik Kini Dikupas

Semakin lama buron, semakin banyak potongan masa lalu TH yang terungkap.

TH diketahui berasal dari Kampung Tegalame, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Ia disebut pernah bekerja sebagai debt collector eksternal dan juga buruh harian lepas.

Publik juga menyoroti akun TikTok @dudajelek351 yang diduga terkait dengannya. Akun tersebut masih disebut aktif bahkan setelah identitas TH viral.

“Dia lagi aktif woyy,” kata salah satu netizen.

“2x komenku dihapus,” ungkap seorang netizen.

“Komenku juga dihapus semua wkwk,” ujar netizen lain.

Banyak yang menduga pelaku masih memantau perkembangan kasusnya lewat media sosial. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#kasus penyekapan #viral #taufik hidayat #bandung