SOLOBALAPAN.COM - Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, berinisial YTR (29), terus menyita perhatian publik. Sosok pria bernama Taufik Hidayat alias TH (30) kini menjadi buronan polisi setelah diduga menjadi pelaku utama dalam kasus yang membuat korban mengalami luka berat hingga buta permanen.
Seiring kasus ini viral secara nasional, rekam jejak Taufik Hidayat mulai dikuliti satu per satu. Tak hanya dugaan kekerasan terhadap YTR, sejumlah pengakuan dari perempuan lain bermunculan dan mengarah pada pola perilaku agresif yang disebut sudah berlangsung lama.
Taufik Hidayat Diduga Punya Riwayat Bermasalah Sejak Lama
Taufik Hidayat mendadak menjadi sorotan setelah publik mengetahui kondisi YTR yang mengenaskan usai diduga disekap selama bertahun-tahun. Korban ditemukan dalam kondisi luka parah di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Di tengah pengejaran polisi, latar belakang TH mulai terungkap. Ia diketahui bekerja sebagai debt collector eksternal di sebuah perusahaan pembiayaan. Publik juga menyoroti aktivitas media sosial yang diduga masih berkaitan dengannya.
Akun TikTok dengan username @dudajelek351 bahkan disebut masih aktif dalam beberapa hari terakhir dan memiliki lebih dari 20 ribu pengikut. Temuan ini memicu spekulasi liar di tengah upaya aparat memburu keberadaan TH.
Tak berhenti di situ, berbagai komentar di media sosial menyebut Taufik memiliki reputasi buruk di lingkungan pergaulannya. Meski belum dikonfirmasi aparat, sejumlah warganet mengklaim perilaku agresifnya sudah terlihat sejak usia sekolah.
Baca Juga: Nekat Konvoi Pakai Knalpot Brong Saat 1 Suro, Ratusan Motor Pengombyong Diangkut ke Mapolres Sragen
Pengakuan Wanita: Dipaksa Pacaran, Diteror Telepon Tiap Hari
Sorotan terhadap Taufik semakin tajam setelah seorang perempuan mengaku pernah mengalami intimidasi langsung darinya. Wanita itu mengaku mengenal TH melalui media sosial dan awalnya tak menaruh curiga.
Namun situasi berubah ketika TH mulai menunjukkan obsesi berlebihan dan memaksanya menjalin hubungan asmara.
"Dia terus maksa aku mau aku jadi pacar dia tapi akunya ga mau,” bunyi pengakuan wanita itu.
Penolakan tersebut justru memicu teror yang disebut berlangsung intens. Korban mengaku TH terus menelepon, melakukan video call, hingga melontarkan makian ketika diabaikan.
"Tiap hari tiap saat dia terus aja nelpon aku, VC aku gak aku angkat, eh dia malah ngamuk ngata-ngatain aku nyaci maki aku. Akhirnya aku blokir no dia dan semua sosmed dia aku blok karna aku takut," jelasnya.
Pengakuan ini memunculkan dugaan bahwa perilaku posesif dan manipulatif TH bukanlah kejadian tunggal.
Baca Juga: Isi Libur Semester, Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Luar Daerah Serbu Wisata Kuliner Pasar Gede Solo
Ada Korban Lain yang Mengaku Selamat dari TH
Bukan hanya satu perempuan yang buka suara. Seorang wanita lain melalui media sosial mengaku pernah hampir mengalami kejadian serupa pada awal 2024.
Ia mengaku sempat dibawa TH ke daerah yang tidak dikenalnya, yakni Solokan Jeruk. Beruntung, ia berhasil memohon agar dipulangkan.
"Aku salah satu korbannya juga di tahun 2024 awal. Alhamdulillah aku selamat Kak, karena waktu itu aku langsung minta pulang, itu pun pulangnya diturunin di Indomaret Cicaheum," tulisnya.
Perempuan itu juga menilai ada sesuatu yang janggal dari perilaku TH saat berbicara.
"Kalo ketemu aku kaya yang ngobat, soalnya ngomongnya balelol (tidak jelas/kelu)," ungkapnya lagi.
Ia bahkan mengaku sempat menempuh jalur hukum atas pengalaman tersebut.
Dugaan Korban Bertambah, Muncul Nama Garut
Kasus TH kini berkembang lebih luas. Tim advokat Hotman 911 mengungkap adanya informasi tentang kemungkinan korban lain di wilayah Garut.
Pangeran Reza Pramadia dari tim hukum tersebut mengatakan laporan yang masuk menunjukkan pola kekerasan serupa.
"Berdasarkan informasi yang masuk ke tim Hotman 911, ada korban lain di kawasan Garut yang serupa mengalami penyiksaan oleh pelaku. Karena itu, kami berharap pihak kepolisian bergerak cepat agar pelaku bisa segera ditangkap," ungkap Pangeran Reza Pramadia, Minggu (21/6/2026).
Jika dugaan ini terbukti, kasus TH berpotensi menjadi lebih besar dari sekadar penyekapan satu korban.
Kronologi YTR Hilang Hingga Ditemukan dalam Kondisi Mengerikan
Keluarga YTR mulai kehilangan kontak dengan korban sejak 2023. Saat itu, YTR baru mengenal Taufik Hidayat dalam sebuah konser musik di Bandung.
Setelah menjalin hubungan, korban perlahan menjauh dari keluarga. Padahal sebelumnya, YTR dikenal rutin pulang ke rumah setiap pekan.
Adik korban, Syahrul Ulum, mengungkap perubahan drastis pada kakaknya.
"Semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh. Sebenernya komunikasi telepon ada, tapi cuman jarang."
"Itu juga susah. Kalau dihubungin susah. Kadang kalau dihubungin itu, bilangnya kasar. Kayak bukan kakak saya sendiri," ucapnya.
Selama tiga tahun, keluarga sempat percaya YTR bekerja di Jakarta. Mereka bahkan pernah memviralkan pencarian orang hilang.
Namun respons korban justru membuat keluarga curiga.
"Waktu sulit komunikasi itu, keluarga sempat memviral bahwa teteh saya hilang. Waktu itu, sempat diviralkan di Instagram, pencarian orang gitu."
"Terus teteh chat, marah-marah minta dihapus. Waktu itu janggal, kok beda, tapi ujungnya dihapus," katanya.
Polisi Nyaris Tangkap TH, Tapi Pelaku Kabur
Kasus ini terbongkar setelah keluarga menerima pesan WhatsApp misterius yang menyebut YTR berada di IGD RSHS Bandung.
Saat tiba di rumah sakit, keluarga dibuat syok melihat kondisi korban.
"Kami langsung berangkat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), sekitar waktu Isya. Setelah tiba, kami terkejut. Soalnya banyak luka. Dokter juga curiga, soalnya ada luka yang sudah lama gitu. Terus katanya yang nganter juga pelaku (TH)," ujarnya.
Korban kini telah menjalani operasi kepala, namun penglihatannya tidak dapat diselamatkan.
"Sekarang masih dirawat. Kemarin sudah menjalani operasi bagian kepala. Semua lagi dirawat. Kondisi sudah bisa komunikasi, cuma masih sulit. Terus teteh sudah buta, matanya sudah tidak keselamatan, jadi udah enggak bisa melihat," ucapnya.
Sementara itu, polisi mengaku sempat hampir menangkap TH. Namun pelaku berhasil kabur karena terus berpindah lokasi.
"Kami sudah beberapa hari ini mengejar tersangka yang memang dari beberapa hasil pemetaan, dia suka berpindah-pindah dan hampir beberapa waktu lalu bisa kami gerebek tapi pelaku mampu kabur," kata Hendra.
Polda Jawa Barat hingga kini masih memburu Taufik Hidayat yang telah berstatus DPO. Publik berharap pelaku segera tertangkap agar seluruh dugaan kekerasan terhadap perempuan yang menyeret namanya bisa diungkap secara terang. (lz)
Editor : Laila Zakiya