Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Taufik Hidayat Ternyata Memang Dikenal Punya Fetish Aneh? Viral Wanita Disekap Pacar 3 Tahun, Mata Sampai Rusak hingga Bibir Hilang

Laila Zakiya • Senin, 22 Juni 2026 | 15:37 WIB
Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan.

 

SOLOBALAPAN.COM - Kasus dugaan penganiayaan brutal yang menyeret nama Taufik Hidayat (TH) terus menjadi sorotan publik. Pria tersebut diduga melakukan penyekapan dan kekerasan terhadap kekasihnya selama hampir tiga tahun di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Kasus ini viral bukan hanya karena kondisi korban yang sangat memprihatinkan, tetapi juga karena muncul sederet pengakuan dari perempuan lain yang mengaku pernah berinteraksi dengan Taufik melalui aplikasi kencan.

Publik kini dibuat geger setelah muncul dugaan bahwa Taufik memiliki pola perilaku manipulatif hingga fetish yang dinilai tidak biasa.

Baca Juga: Fakta Perjalanan Cinta Asnawi Mangkualam dan Yuriska Patricia, Dari Kondangan Bareng Berujung Lamaran

Korban Hilang Selama 3 Tahun, Keluarga Mengira Bekerja di Jakarta

Korban berinisial YTT (29) diketahui sempat menghilang tanpa kabar selama kurang lebih tiga tahun. Keluarga awalnya tidak mengetahui keberadaan korban dan percaya bahwa ia bekerja di Jakarta.

"Sebelumnya korban menghilang tidak ada kabar, dan tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih tiga tahun," ungkapnya.

Menurut keterangan keluarga, semuanya bermula ketika korban berkenalan dengan seorang pria dalam acara konser musik pada 2023.

"Awal mula ceritanya itu mau menjalin hubungan lah pertamanya, di Tritan Point, pas udah konser gitu. Sekitar tahun 2023 mah ada," ujar Syahrul.

Setelah menjalin hubungan dengan terduga pelaku, korban perlahan memutus komunikasi dengan keluarga. Padahal sebelumnya, korban dikenal rutin pulang ke rumah.

"Iya, langsung semenjak saat itu langsung lost contact aja sama teteh. Padahal sebelum pacaran, biasanya seminggu sekali itu pulang ke sini, soalnya teteh kerja di Nabati Pasteur dan ngekost di daerah sana," katanya.

Selama tiga tahun, keluarga hanya sesekali menerima kabar melalui WhatsApp, dengan informasi bahwa korban berada di Jakarta.

"Jadi selama tiga tahun kita enggak dapat kabar. Pernah sekali dapat kabar, katanya ada di Jakarta," jelasnya.

Baca Juga: Bukan PSIS Semarang, Klub Baru Jateng United di Super League Siap Ambil Alih Kemegahan Stadion Jatidiri?

Keluarga Sempat Cari Korban, Malah Dapat Ancaman

Pihak keluarga pernah mencoba memviralkan pencarian korban di media sosial. Namun, mereka justru mendapat ancaman misterius yang meminta unggahan tersebut dihapus.

"Iya pas ada lah setahun lebih hilang, kami keluarga sempat memviralkan pencarian sang kakak di sosmed. Tapi tiba-tiba ada yang ngancam dan minta postingan itu dihapus. Kami curiganya itu mah si pelaku," ucapnya.

Kecurigaan keluarga akhirnya terbukti setelah korban ditemukan dalam kondisi kritis di rumah sakit.

"Kami dapat info ada telepon bahwa kakak kami ada di RSHS katanya korban kecelakaan. Kami mendengar itu kaget lah, terus kami meluncur ke sana. Ternyata itu yang mengantar itu adalah pelaku dan penjaga kos yang di Cileunyi. Tapi pas saya nyampe ke sana kakak saya udah di IGD sendirian," bebernya.

Kondisi Korban Sangat Parah, Mata Rusak hingga Bibir Hilang

Saat keluarga melihat korban di IGD, mereka mengaku seperti tersambar petir. Luka korban disebut sangat mengerikan.

"Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki dan luka ringan di bagian tangan," jelasnya.

Luka yang dialami korban disebut mencakup gangguan penglihatan, kerusakan wajah, hingga kesulitan berjalan.

"Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka berat di antaranya tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara, tidak bisa berjalan serta mengalami kerugian materiil sebesar kurang Rp 52.000.000," ucapnya.

Syahrul bahkan menjelaskan detail kondisi kakaknya yang membuat publik merinding.

"Jadi kedua mata, yang mata sebelah kanannya udah infeksi, yang sebelah kirinya udah mengecil dan udah gak bisa ngelihat. Terus mulut bagian ini (bibir atas) udah nggak ada. Terus kaki sebelah sininya bekas bacokan katanya," ungkapnya.

Tak hanya itu, bagian kepala korban juga mengalami infeksi parah.

"Sebelah sini teh bagian kepala teh, kayak orang perempuan yang pakai bando gitu, terus banyak nanah lah di sini teh. Udah dibersihin, jadi sekarang juga muka udah agak eh agak bersih, udah dibersihin. Jadi udah kelihatan lah, udah kelihatan bagian wajah-wajah yang itunya," ucap Syahrul.

Baca Juga: Belajar Bangkit dari Kegagalan Lewat Aforisme Indah Paulo Coelho dalam Buku 'Manual Ksatria Cahaya'

Diduga Dianiaya dengan Tangan Kosong hingga Senjata Tajam

Polisi menduga kekerasan dilakukan berulang selama bertahun-tahun menggunakan berbagai cara.

"Diduga selama rentang waktu tersebut mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban hilang," terangnya.

Korban juga mengaku pernah dibacok dan dipukul menggunakan helm.

"Jadi cerita lewat Bapak saya. Katanya teteh saya pernah di bacok. Kepala suka dipukulin pakai helm, wajahnya juga gitu, jadi pernah pakai sajam juga tangan kosong, kaki bekas bacokan. Terus di kulitnya bekas rokok tapi udah kering. Di kepala juga ada bekas sayatan juga," kata Syahrul.

Taufik Hidayat Disebut Punya Fetish Aneh

Di tengah penyelidikan polisi, media sosial X diramaikan pengakuan perempuan lain yang mengaku pernah menjadi korban Taufik.

Salah satu akun mengungkap dugaan fetish aneh pelaku terhadap perempuan yang dikenalnya lewat aplikasi dating.

"Sikopat Taufik Hidayat punya fetish aneh juga dia tiap dapat korban di aplikasi dating. Info ini kami dapat dari beberapa DM yang masuk ke kami. Dia juga sering ancam bawa senpi, update terakhir area Tangerang. Telepon 110 bila ketemu di jalan," tulis akun @dhemit_is_back.

Seorang perempuan mengaku mengenal Taufik melalui aplikasi TanTan sebelum diajak bertemu.

"Kenalnya dari aplikasi dating aps (TanTan) terus dia ngajak kenalan kebetulan lokasi saya sama dia gak jauh cuma jarak 25 menit. Abis itu saya diajak ketemuan, saya juga gak tahu kalau bakalan di ajaknya ke kosannya. Tapis aya tahu daerah kosanya dia di Jalan Cagak Maruyung Kabupaten Bandung," ujarnya.

Pengakuan tersebut makin mengejutkan ketika korban mengungkap Taufik memaksanya melakukan tes kehamilan.

"Terus saya disuruh pipis dan saya di tespek. Pas saya gak mau saya dipaksa terus, saya diteriakin kata-kata kasar, terus saya dikunci dari luar. Nah pas saya nurutin kemauannya buat di tespek dan hasil tespeknya garis 1 dia marah-marah Kak sambil teriak 'Anjing kenapa lu gak hamil'. Sambil mecahin botol kawa-kawa," tandasnya.

Baca Juga: Rahasia Lagu Love Is Film Wild Sing Viral, Ternyata Terinspirasi Ini!

Polisi Masih Memburu Pelaku

Hingga kini, polisi masih memburu Taufik Hidayat yang diduga melarikan diri.

“Masih proses (pengejaran),” kata Rumi Untari dalam pesan singkat, Senin (22/6).

“Masih pendalaman (perkembangan kasus),” tambahnya.

Pihak kepolisian menegaskan pengejaran terhadap pelaku masih terus berlangsung.

“Kepolisian sudah beberapa hari ini berjibaku untuk mencari tersangka,” kata Hendra, Jumat (19/6) lalu.

Keluarga korban berharap kasus ini diusut hingga tuntas agar tidak muncul korban berikutnya.

Kasus ini menjadi alarm serius tentang bahaya hubungan manipulatif dan kekerasan dalam relasi. Di tengah viralnya pengakuan korban-korban lain, publik kini menanti langkah tegas aparat untuk segera menangkap Taufik Hidayat. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#fetish #penganiayaan #bandung