Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Bayu Sapto? Geger SPG di Solo Kepergok Dilecehkan Oknum Guru SD, Nasib Pelaku Kini Dinonaktifkan

Laila Zakiya • Senin, 22 Juni 2026 | 12:16 WIB
Oknum Guru BSN yang lecehkan seorang SPG di salah satu swalayan di Solo. (A Christian/Radar Solo - X/ dxrkchocolx)
Oknum Guru BSN yang lecehkan seorang SPG di salah satu swalayan di Solo. (A Christian/Radar Solo - X/ dxrkchocolx)

 

SOLOBALAPAN.COM — Nama Bayu Sapto atau BSN mendadak menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap seorang sales promotion girl (SPG) di sebuah swalayan di Solo.

Kasus ini menjadi perhatian luas setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi terduga pelaku viral di media sosial. Dalam video tersebut, Bayu Sapto alias BSN diduga merekam bagian bawah rok korban menggunakan ponsel saat korban sedang bekerja.

Insiden itu disebut terjadi pada Sabtu, 13 Juni 2026, sekitar pukul 14.30 WIB di sebuah supermarket di Solo.

Siapa Bayu Sapto?

Bayu Sapto diketahui merupakan seorang guru PPPK di salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Menurut data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, BSN diangkat sebagai guru PPPK sejak 2023. Selama bertugas, ia diketahui menjabat sebagai wali kelas IV.

Identitas BSN mencuat ke publik setelah korban memilih menempuh jalur hukum dan melaporkan dugaan pelecehan tersebut ke Mapolresta Solo.

Baca Juga: Isu Malut United dan Adhyaksa FC Ganti Nama, I.League Beri Sinyal Sanksi Pengurangan Poin?

Kronologi Dugaan Pelecehan SPG di Solo

Korban berinisial C mengaku awalnya tidak menyadari aksi terduga pelaku. Saat kejadian, ia tengah mengecek stok minuman di booth tempatnya bekerja.

"Awalnya saya nggak sadar, posisinya saya menghadap ke booth untuk mengecek stok, saya SPG salah brand minuman di sana. Terus divideo di bawah rok saya, pelakunya sudah pergi. Terus ada ibu-ibu yang mendatangi saya bilang, 'Ada mas-mas berbaju merah ngerekam bagian rok bawah saya'," kata korban kepada awak media di Mapolresta Solo, Kamis (18/6/2026).

Setelah mendapat informasi dari seorang pengunjung, korban berusaha mencari pria dengan ciri-ciri yang disebutkan.

Ternyata terduga pelaku masih berada di area swalayan bersama istri dan dua anaknya.

"Aku melihat sekitar pelakunya masih di situ bersama kedua putrinya dan istrinya lagi berbelanja. Aku lihatin pelaku, kayak salah tingkah gitu. Setelah itu dia buru-buruin istri dan anaknya berbelanja untuk segera ke kasir. Kemudian saya cek CCTV, ternyata benar, tapi setelah itu pelaku sudah pergi," jelasnya.

Karena belum memiliki bukti kuat saat itu, korban tidak langsung menghampiri pelaku. Ia memilih mengecek rekaman CCTV toko, yang kemudian memperkuat dugaan pelecehan.

Baca Juga: Dulu Tak Pernah Sekolah dan Makan Sehari Sekali, Kini Nayla Berani Bermimpi Jadi Dokter lewat Sekolah Rakyat

Bayu Sapto Kini Dinonaktifkan

Menyusul viralnya kasus tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo langsung mengambil langkah tegas.

Kepala Disdikbud Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi tindakan yang mencoreng dunia pendidikan.

"Yang bersangkutan sudah kami bebastugaskan. Kami mengambil langkah tegas karena perilaku tersebut tidak bisa dibenarkan dan tidak sejalan dengan nilai-nilai yang harus dijunjung seorang pendidik," ujar Havid dalam jumpa pers di ruang rapat kantor Disdikbud Sukoharjo, Senin (22/6).

Selain pembebastugasan, Bayu Sapto juga ditarik dari sekolah untuk menjalani pembinaan sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami mengambil langkah nonjob sementara. Yang bersangkutan ditarik ke dinas atau koordinator wilayah terlebih dahulu sambil menunggu proses pemeriksaan dan penentuan sanksi," ujar Kepala Disdikbud Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, dikutip pada Senin, 22 Juni 2026.

Pihak Disdikbud menilai opsi mutasi tidak tepat karena berpotensi memunculkan persoalan baru.

"Kalau langsung dimutasi, kasihan sekolah yang nantinya menerima. Oleh karena itu, untuk sementara kami tarik dari sekolah dan menunggu proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Baca Juga: Icuk Nugroho Meninggal Dunia Sakit Apa? Pemeran Saep 'Bos Copet' Preman Pensiun Tutup Usia, Ini Kronologinya

Menunggu Proses Hukum dan Sanksi Disiplin

Selain pemeriksaan internal, Bayu Sapto juga akan menghadapi proses penegakan disiplin ASN.

"Per hari ini, Senin 22 Juli 2026 kita akan membebaskan tugaskan pelaku sebagai pengajar. Sambil nanti menunggu proses hukum yang berjalan. Adapun hari ini, nanti SK terkait pembebasan tugasan kita berikan hari ini," terangnya.

Tim penegakan disiplin yang terdiri dari Disdikbud, Inspektorat, dan BKPSDM juga akan menyelidiki kasus tersebut lebih lanjut.

"Sanksi kita berdasarkan hasil pemeriksaan resmi oleh tim penegakan disiplin di tingkat Kabupaten," ucapnya.

Hingga kini, Disdikbud menyebut belum ada laporan terkait dugaan tindakan serupa terhadap murid di sekolah tempat BSN mengajar.

"Sampai saat ini belum ada laporan terkait tindakan asusila terhadap murid. Semoga memang tidak ada. Namun kami tetap melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pihak sekolah maupun pihak terkait lainnya," katanya.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa integritas seorang guru tak hanya diukur dari kemampuan mengajar, tetapi juga dari perilaku dan etika di tengah masyarakat.

"Kami berharap seluruh tenaga pendidik selalu menjaga perilaku dan marwah profesi guru. Kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan harus terus dijaga bersama," tandasnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#BSN #Bayu Sapto #spg #pelecehan seksual #solo