Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tuding Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Ditunggangi Politik, Aliansi BEM Bersatu Malah Kena Skakmat Bantahan Kampus

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 17 Juni 2026 | 17:03 WIB
Konferensi pers pernyataan sikap BEM Bersatu di Jakarta, Selasa (16/6/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya
Konferensi pers pernyataan sikap BEM Bersatu di Jakarta, Selasa (16/6/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya

SOLOBALAPAN, NASIONAL — Eskalasi ketegangan di ranah gerakan mahasiswa pasca-penemuan alat pelacak di mobil mantan Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto, memasuki babak baru yang kian memanas.

Aliansi yang mengatasnamakan diri sebagai BEM Bersatu mendadak jadi sasaran kritik publik setelah melayangkan tuduhan bahwa aksi-aksi Tiyo telah ditunggangi oleh kepentingan elite politik praktis.

Bukannya mendapat dukungan, identitas 10 anggota BEM Bersatu kini justru dikuliti netizen.

Imbasnya, gelombang klarifikasi dan bantahan keras dari berbagai universitas langsung pecah di media sosial karena merasa nama institusi mereka dicatut secara sepihak.

Duduk Perkara Tudingan BEM Bersatu: Serang Mobil Fortuner Tiyo

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Timur pada Selasa (16/6/2026), juru bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyatakan keresahannya terhadap aksi demonstrasi mahasiswa belakangan ini yang dinilai mulai kehilangan arah, minim kajian, dan lemah argumentasi.

Baca Juga: Profil Tiyo Ardianto, Eks Ketua BEM UGM Kritikus Presiden Prabowo, Dari Lulusan Paket C hingga Kuliah Filsafat UGM

BEM Bersatu secara gamblang menuding Tiyo Ardianto memiliki kedekatan dengan jaringan partai politik tertentu.

Tudingan tersebut didasarkan pada kepemilikan mobil SUV Fortuner yang dipinjam dan digunakan oleh Tiyo saat insiden pelacakan terjadi.

"Mobil Fortuner yang digunakan diduga terdaftar atas nama Siti Nuraini, adik Letjen TNI Purn Setyo Sularso yang merupakan besan Jenderal TNI Andika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat dengan kehadiran politisi PDIP Andi Wiwayanto di tengah massa aksi," papar Rahmat Djimbula dalam konferensi persnya.

Daftar 10 Anggota BEM Bersatu yang Jadi Sorotan

Pasca-konferensi pers tersebut viral, identitas para perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Bersatu langsung tersebar luas.

Berikut adalah daftar 10 nama yang mengeklaim sebagai perwakilan berbagai kampus di Indonesia:

No Nama Mahasiswa Klaim Jabatan / Utusan Asal Kampus
1 Wildan Ricky Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA
2 Muhammad Yani BEM Fakultas Hukum UIJ
3 Ardi Zulkifly Ketua BEM FISIP UNAS
4 Ardiansyah Ketua BEM Institut Al Aqidah
5 Ahmad Ghazy BEM Psikologi UNJ
6 Alfi Ketua BEM FEB UNPAM
7 Rahmat Djimbula Ketua BEM Hukum UIC (Juru Bicara BEM Bersatu)
8 Dicky BEM F.IPS Unindra
9 Ahmad BEM Fakultas Teknik Universitas BSI
10 Rezky Anandar BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI

Ramai-Ramai Kampus Buka Suara dan Beri Bantahan Keras

Hanya berselang beberapa jam setelah klaim tersebut mencuat, sejumlah pengurus BEM universitas resmi dan aliansi mahasiswa langsung merilis pernyataan sikap untuk memulihkan nama baik almamater mereka.

1. BEM Psikologi UNJ: Ahmad Ghazy Sudah Lulus!

Pihak BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menegaskan tidak pernah memberikan persetujuan atau mengirimkan wakil ke dalam aliansi BEM Bersatu.

Mereka mengonfirmasi bahwa Ahmad Ghazy memang alumni angkatan 2020, namun yang bersangkutan sudah lulus sejak tahun 2024.

Dengan demikian, Ghazy sama sekali bukan lagi anggota aktif maupun pengurus di kepengurusan BEM FPsi UNJ periode 2026.

2. Aliansi Mahasiswa Unpam: Kampus Kami Tidak Punya BEM!

Bantahan tak kalah sengit datang dari Universitas Pamulang (Unpam).

Melalui media sosial resmi, Aliansi Mahasiswa Unpam menegaskan bahwa sosok bernama Alfi bukanlah ketua BEM mereka, sebab struktur organisasi BEM di Unpam sudah lama dihapus oleh pihak rektorat dan diganti dengan Himpunan Mahasiswa (HIMA) tingkat prodi.

Pernyataan Sikap Aliansi Mahasiswa UNPAM:

"Kami Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang mengutuk dan mengecam keras segala bentuk kesewenang-wenangan yang dilakukan... atas klaim BEM FEB di forum aliansi BEM Bersatu. Tindakan ini memberikan dampak negatif yang sangat besar, menurunkan citra kampus, menghilangkan kepercayaan, dan mencederai nilai serta marwah sebuah gerakan."

3. BEM Institut STIAMI: Organisasi Tersebut Fiktif

Pihak BEM Institut STIAMI secara resmi menyatakan bahwa di dalam struktur kelembagaan kampus mereka tidak ada organisasi yang bernama "BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI".

Mereka memastikan institusi mereka tidak terlibat dalam gerakan luar tersebut.

4. BEM FTI UBSI: Tidak Ada Anggota Bernama Ahmad

Terakhir, BEM Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (BEM FTI UBSI) ikut mengeluarkan surat penolakan.

Mereka menyatakan tidak pernah menghadiri atau mendelegasikan siapa pun dalam konferensi pers BEM Bersatu di Jakarta Timur. Bahkan, setelah dilakukan pengecekan internal, pihak BEM FTI UBSI membantah memiliki pengurus aktif yang bernama Ahmad.

Gelombang bantahan dari internal kampus ini pun langsung memicu sentimen negatif dari publik luas, yang kini balik mempertanyakan keabsahan legalitas serta motif asli di balik pembentukan forum aliansi BEM Bersatu tersebut.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Tiyo Ardianto #Aliansi BEM Bersatu #politik #kampus #BEM UGM