SOLOBALAPAN, NASIONAL — Sosok mantan Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto, mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Hal ini menyusul unggahan video darinya yang membongkar penemuan alat pelacak misterius yang sengaja dipasang di mobil pinjaman yang tengah dikendarainya. Insiden ini pun langsung dikaitkan publik dengan rekam jejak Tiyo yang dikenal vokal dan kerap melayangkan kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Prabowo.
Kronologi Penemuan Dua Alat Pelacak (PBX Finder)
Insiden pengintaian ini bermula saat Tiyo melakukan perjalanan dinas dari Kudus menuju Semarang pada Jumat, 12 Juni 2026. Tiyo membeberkan rentetan kejadian ganjil yang dialaminya secara terperinci:
-
Jumat, 12 Juni 2026 (14.00 WIB): Tiyo berangkat dari Kudus dan tiba di Hotel Cordova Tembalang, Semarang sekitar pukul 19.00 WIB untuk beristirahat.
-
Sabtu Pagi, 13 Juni 2026: Tiyo menghadiri diskusi di Balai Penjamin Mutu Provinsi Jawa Tengah. Di lokasi ini, ia mulai menyadari adanya sejumlah orang tidak dikenal yang menguntit dan memotret aktivitasnya secara terang-terangan.
-
Sabtu Siang (12.30 WIB): Selesai acara, Tiyo bertolak ke Yogyakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi di Gejayan. Sepanjang perjalanan, ponselnya mulai memunculkan notifikasi peringatan radar asing.
-
Sabtu Malam (20.00 / 21.00 WIB): Seusai aksi di Gejayan, notifikasi kembali muncul. Tiyo memeriksa kolong mobil dan menemukan alat berbentuk kotak bermagnet yang menempel di bodi belakang. Alat tersebut sempat direndam air semalaman.
-
Minggu, 14 Juni 2026: Saat hendak kembali ke Semarang, ponselnya memunculkan notifikasi lagi bahwa alat pelacak masih bergerak bersamanya. Meski alat pertama sudah dipindahkan ke tangan temannya, sistem iPhone Tiyo tetap berbunyi saat ia menuju bandara.
-
Penyisiran Kedua: Setelah diperiksa kembali secara jeli, ditemukan alat kedua berupa lingkaran pipih yang ditempel lakban hitam di bagian ban kanan belakang mobil.
"Alat pertama tidak kotor sama sekali, itu mungkin menandakan bahwa alat baru dipasang ketika saya di Yogya. Sepanjang perjalanan Semarang ke Yogya kan beberapa kali hujan. Kalau tidak kotor, kemungkinan besar baru dipasang," ungkap Tiyo, dikutip dari Kompas.com.
Melalui sinkronisasi ponsel, sistem keamanan mengonfirmasi bahwa perangkat pengintai tersebut adalah PBX Finder yang telah aktif merekam pergerakannya sejak 12 Juni 2026. Mobil tersebut diketahui merupakan pinjaman dari seorang kerabat.
Profil dan Latar Belakang Pendidikan Tiyo Ardianto
Tiyo Ardianto bukanlah nama baru di dunia pergerakan mahasiswa. Ia dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang kerap menyoroti program-program pemerintah.
Karakter kritiknya yang lugas bahkan sempat memicu ketegangan dengan tokoh politik senior, Adhyaksa Dault, yang menilai pernyataannya cenderung menghina Presiden Prabowo.
Menariknya, Tiyo memiliki latar belakang pendidikan yang sangat inspiratif dan mendobrak stigma konvensional:
| Komponen Profil | Detail Informasi Personal |
| Nama Lengkap | Tiyo Ardianto |
| Asal Sekolah / Daerah | PKBM Omah Dongeng Marwah, Kudus, Jawa Tengah |
| Jalur Masuk Kuliah | Menggunakan Ijazah Kesetaraan Paket C (Lulusan 2021) |
| Kampus & Program Studi | Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada (UGM) |
| Jabatan Organisasi | Ketua BEM KM UGM (Menjabat sejak Januari 2025) |
Sisi Seniman dan Deretan Prestasi Sastra
Di luar aktivitasnya sebagai singa podium dan aktivis kampus, pemuda asal Kudus ini ternyata merupakan seorang pekerja seni yang multi-talenta. Tiyo aktif berkecimpung sebagai sutradara, aktor teater, hingga penyair.
Berikut adalah rekam jejak kepengarangan dan prestasi seni yang pernah ditorehkan oleh Tiyo Ardianto:
-
Sutradara Teater (2018): Menjadi penulis sekaligus sutradara untuk pementasan teater bertajuk "Anang-ing Muria" di Universitas Muria Kudus pada 25 Desember 2018.
-
Pertemuan Penyair Nusantara XI (2019): Diundang sebagai salah satu penyair termuda, di mana karya puisinya berhasil lolos dan diterbitkan dalam buku antologi puisi se-Asia Tenggara berjudul "Sesapa Mesra Selinting Cinta".
-
Editor Buku (2020): Dipercaya menjadi editor utama yang menyunting buku kumpulan puisi "Boeng - Antologi Puisi Kebangkitan Kaum Muda".
-
Festival Monolog (2020): Menyabet gelar sebagai Penyaji Terbaik 2 dalam ajang Festival Monolog Bahasa Jawa di FBS Universitas Negeri Semarang (UNNES).
-
Juara 1 Nasional (2021): Meraih Juara 1 dalam Lomba Baca Puisi Inspiratif tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Penerbit Erlangga.
Kasus penemuan alat pelacak PBX Finder di mobil operasional Tiyo Ardianto ini kini tengah mengundang gelombang solidaritas dan perhatian luas dari masyarakat, yang mendesak adanya perlindungan terhadap hak-hak berekspresi dan keamanan para aktivis di ruang publik.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo