Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ogah Dicap Cepu, Nanik S. Deyang Ngaku Sudah Kaya dari Lahir, Tak Mau Disangkutpautkan Dugaan Korupsi Dadan Hindayana CS di BGN?

Laila Zakiya • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:24 WIB
Kepala BGN Nanik S. Deyang bahas soal namanya yang terseret di dugaan korupsi tata kelola BGN. (Tangkapan Layar Total Politik)
Kepala BGN Nanik S. Deyang bahas soal namanya yang terseret di dugaan korupsi tata kelola BGN. (Tangkapan Layar Total Politik)

 

SOLOBALAPAN.COM — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, akhirnya angkat bicara secara blak-blakan untuk membersihkan namanya dari berbagai spekulasi miring.

Mantan jurnalis senior ini membantah keras anggapan netizen yang menuding dirinya terlibat dalam konspirasi anggaran, ataupun bertindak sebagai 'cepu' yang mengorbankan Dadan Hindayana Cs serta eks Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya.

Tegaskan Integritas: "Dari Lahir Kaya, Gua Nggak Miskin-miskin Amat"

Menanggapi masuknya nama beliau ke dalam daftar 26 orang yang diduga tersangkut dalam tata kelola MBG, wanita kelahiran Madiun ini memberikan jawaban yang sangat menohok.

Sambil berkelakar di hadapan media, ia menyatakan tidak memiliki motif ekonomi sedikit pun untuk menyentuh dana haram hasil korupsi.

"Kalau diajak (korupsi) gua pasti kagak mau. Gue 14 tahun ikut Prabowo bro, nggak punya uang gua minta aja sama beliau. udah gitu gue dari lahir kaya, gua nggak miskin-miskin amat, pokonya gua kaya aja," pesan Nanik, dikutip dari kanal Youtube Total Politik.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa posisinya di dalam kelembagaan sama sekali tidak menyentuh urusan penentuan koordinat operasional proyek penunjang gizi tersebut.

Menurutnya, tata kelola teknis itu sepenuhnya berada di bawah wewenang pejabat lain.

“Gua nggak ngerti kalau urusan titik itu, titik mereka, gua nggak bagian itu, titik-titik itu. Itu kan operasional Pak Sony, ngeklik titik-titik dapur itu gua nggak ngerti,” lanjutnya.

Baca Juga: Sama-Sama Family Man, Ini 6 Perbandingan Latar Belakang Keluarga Justin Hubner dan Mendiang Dali Wassink

Jawab Isu Pihak Internal yang Menjadi Whistleblower

Tudingan bahwa Nanik bertindak sebagai cepu awalnya dipicu oleh sebuah surat ucapan terima kasih bernada ambigu dari Sony Sanjaya yang viral di media sosial.

Dalam surat tersebut, Sony menyinggung soal 'hadiah terindah' dari Nanik, yang kemudian ditafsirkan liar oleh publik sebagai kode bocornya data korupsi ke kejaksaan.

Melalui sebuah tayangan digital, Nanik mematahkan asumsi tersebut dengan logika yang gamblang. Menurutnya, sebuah skandal tidak bisa diklaim dibongkar oleh informan jika datanya sudah telanjur menjadi konsumsi publik luas terlebih dahulu.

"Sekarang gini ya, kalau pengadaan barang itu meledak (viral) lebih dulu di medsos, gimana mau cepu? Kalau cepu kan sesiati yang belum diketahui orang," kata Nanik, dikutip pada Minggu 14 Juni 2026.

"Nah apa yang diperiksa di Kejaksaan itu kan sudah ramai di medsos, sebelum gue cepu juga udah viral duluan. Emang gue punya buzzer untuk itu? Mending ngasih makan anak yatim," sambungnya.

Baca Juga: Gemasnya Kamari Pakai Kebaya di Akad Nikah Jennifer Coppen dan Justin Hubner, Erick Thohir Jadi Saksi!

Sanggah Isu Pertemuan Rahasia dengan Presiden Prabowo

Tidak berhenti di situ, beredar pula desas-desus yang menyebut Nanik sengaja mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto demi melaporkan dugaan penjualan titik-titik SPPG yang melibatkan jajaran Dadan Hindayana Cs.

Menanggapi isu miring tersebut, Nanik menantang publik untuk memeriksa langsung catatan administrasi kepresidenan melalui Sekretaris Kabinet demi membuktikan bahwa rumor tatap muka tersebut murni isapan jempol belaka.

"Jadi gue kalo dibilang cepu, coba lo tanya mas teddy sama sekretarisnya bapak, sejak gue diangkat menjadi wakil itu gue belum pernah ketemu sama pak prabowo," pungkasnya.

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung masih terus merampungkan perhitungan kerugian negara terkait dugaan manipulasi harga perkiraan sendiri (HPS) dan operasional SPPG demi memastikan keadilan hukum di tubuh Badan Gizi Nasional. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Nanik S. Deyang #Sony Sanjaya #Dadan Hindayana #BGN #dugaan korupsi