Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Filipina Diguncang Gempa 7,7 M hingga Jepang Keluarkan Peringatan Dini Tsunami, Apa Kabar di Indonesia?

Laila Zakiya • Senin, 8 Juni 2026 | 09:36 WIB
Ilustrasi tsunami - Sejumlah kawasan di Indonesia harus waspada usai gempa Rusia.
Ilustrasi tsunami .

SOLOBALAPAN.COM – Wilayah selatan Mindanao, Filipina, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 pada Senin pagi, 8 Juni 2026, pukul 06.37 WIB.

Guncangan hebat berpusat di kedalaman 47 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara (sektor Mindanao, Filipina), dan dilaporkan oleh Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC) sempat tercatat hingga magnitudo 8,1 di lepas pantai pulau tersebut.

Dampak dari guncangan besar ini memicu kepanikan internasional. Negara tetangga seperti Jepang langsung mengaktifkan status darurat, sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gelombang tsunami skala kecil terpantau sudah resmi masuk dan menerjang beberapa wilayah pesisir utara Indonesia.

Dampak di Asia: Jepang Siaga Peringatan Tsunami Pasifik

Dahsyatnya kekuatan gempa memicu kekhawatiran terjadinya gelombang laut tinggi yang bisa merambat lintas negara. Pemerintah Jepang menjadi salah satu yang paling sigap dalam mengantisipasi ancaman ini guna meminimalisir potensi kerugian.

Dilansir kantor berita AFP, Senin (8/6/2026), pihak berwenang Jepang mengeluarkan peringatan tsunami di sepanjang sebagian besar wilayah pesisir pasifiknya.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan bahwa tsunami setinggi hingga satu meter (tiga kaki) diproyeksikan akan melanda berbagai wilayah mulai pukul 11:30 pagi waktu setempat.

Baca Juga: Kini Pilih Tinggal Bersama Ruben Onsu, Onyo Bongkar Suasana Tak Nyaman Saat Masih Serumah dengan Sarwendah

Kondisi Terkini di Indonesia: Tsunami Terdeteksi di 7 Wilayah

Bagaimana situasi di tanah air? BMKG mengonfirmasi bahwa gelombang tsunami akibat gempa Filipina ini telah masuk ke wilayah Indonesia.

Berdasarkan pemantauan instrumen Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), gelombang tsunami dengan ketinggian bervariasi telah menghantam setidaknya tujuh wilayah pesisir di Indonesia Timur.

Pada gelombang pantauan pertama, BMKG mendeteksi kehadiran anomali gelombang di tiga titik wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara:

"Telah terdeteksi di Kedi Maluku Utara (07:20WIB) 0,09 m, Ulu Siau (07:27WIB) 0,18 m, Melonguane (07:27WIB) 0,19 m #BMKG," tulis BMKG.

Tak berselang lama, pemutakhiran data InaTEWS kembali mencatat perambatan gelombang tsunami yang meluas ke empat wilayah pesisir lainnya dengan kenaikan permukaan air laut yang jauh lebih tinggi:

"Tsunami akibat Gmp Mag:7,7 SR, terdeteksi di Tahuna (06:58WIB) 0,30 m, Paleleh (07:34WIB) 0,45 m, Tanjung Sidupa (07:39WIB) 0,32 m, Talengan (08:20WIB) 0,75 m BMKG," tulis BMKG.

Baca Juga: Riyandi hingga Irfan Jauhari Dirumorkan Hengkang, Persis Solo Janjikan Visi Cepat Promosijalu

Peta Status Ancaman BMKG: Daftar Daerah Siaga dan Waspada

Merespons ancaman yang terus berkembang, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menggelar konferensi pers untuk menyampaikan wilayah-wilayah di Indonesia yang masuk dalam zona bahaya.

BMKG membagi wilayah terdampak ke dalam dua status tingkat ancaman, yaitu Siaga dan Waspada.

"BMKG telah mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, termasuk Kalimantan Timur," ujar Faisal dalam konferensi pers, Senin (8/6/2026), dilansir dari ANTARA.

Berikut adalah rincian pembagian wilayah sesuai dengan status pemutakhiran dari BMKG:

1. Status Ancaman SIAGA

Masyarakat di daerah ini diminta untuk segera melakukan evakuasi mandiri dengan menjauhi kawasan pantai menuju tempat aman yang memiliki elevasi lebih tinggi.

* Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Minahasa, dan Kota Bitung (Sulawesi Utara).
* Buol, Toli-Toli, Donggala, dan Kota Palu (Sulawesi Tengah).
* Kota Ternate (Maluku Utara).
* Gorontalo.

2. Status Ancaman WASPADA

Masyarakat di wilayah ini diimbau untuk waspada, menjauhi area pantai, dan dilarang keras melakukan aktivitas di sepanjang pinggiran pantai maupun tepian sungai.

* Kota Tidore, Halmahera, dan Halmahera Utara (Maluku Utara).
* Bulungan, Nunukan, dan Kota Tarakan (Kalimantan Utara).
* Kutai Timur, Kota Bontang, dan Berau (Kalimantan Timur).

Baca Juga: Waisak Raya 2570 TB di Solo Perkuat Toleransi dan Cinta Kasih Antarumat Beragama

Rekomendasi Evakuasi dan Potensi Gempa Susulan

Pihak berwenang meminta warga tidak meremehkan ketinggian tsunami yang datang, sebab gelombang susulan bisa saja memiliki energi yang lebih destruktif.

Hingga pukul 07.11 WIB, BMKG mencatat sudah terjadi dua kali aktivitas gempa susulan (aftershock) berkekuatan signifikan, yaitu M 6,7 dan M 5,9.

"Rekomendasi bagi daerah dengan status ancaman Siaga agar masyarakat segera menjauhi pantai menuju tempat aman yang lebih tinggi. Untuk status ancaman Waspada, diharapkan menjauhi pantai dan tidak melakukan aktivitas di pinggiran pantai maupun tepian sungai," ujarnya.

Masyarakat di seluruh wilayah pesisir yang telah disebutkan di atas diimbau untuk tetap tenang, mengikuti jalur evakuasi resmi yang telah ditentukan oleh BPBD setempat, serta terus memantau pembaruan informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#gempa bumi #filipina #tsunami #bmkg