SOLOBALAPAN, NASIONAL — Tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Dadan Hindayana (Kepala) beserta dua Wakil Kepala, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di tengah badai hukum yang menerpa lembaga tersebut, nama Nanik S Deyang yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala BGN sejak 17 September 2025 justru terbebas dari jerat kasus.
Tak hanya aman, Nanik kini dijadwalkan akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN yang baru pada Senin (8/6/2026) pekan depan.
Lantas, mengapa Nanik S Deyang tidak ikut terseret dalam pusaran kasus korupsi tersebut?
Analisis Lolosnya Nanik S Deyang dari Jerat Korupsi
Analis Komunikasi dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio (Hensa), memberikan pandangannya terkait posisi aman Nanik S Deyang.
Hensa memilih berprasangka baik (positive thinking) dengan menyoroti dua faktor utama:
-
Waktu Bergabung: Nanik dinilai aman karena ia merupakan sosok yang paling belakangan masuk dan bergabung ke dalam struktur kepemimpinan BGN.
-
Loyalitas Tingkat Tinggi: Nanik dikenal memiliki rekam jejak loyalitas yang kuat dan tegak lurus kepada Presiden Prabowo, sehingga ia dianggap mampu menjaga marwah dan kepercayaan yang diberikan.
Bersamaan dengan pelantikan Nanik pada Senin mendatang, Presiden Prabowo juga dijadwalkan akan melantik jajaran Wakil Kepala BGN yang baru, yakni Mayjen TNI Trenggono dan Agustina Arumsari.
Pesan dan "Hadiah Misterius" dari Tersangka Sony Sanjaya
Fakta menarik lainnya muncul dari salah satu tersangka, Sony Sanjaya.
Tepat setelah status hukumnya ditetapkan, ia justru memberikan ucapan selamat secara terbuka kepada Nanik atas jabatan barunya.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @sonysanjayabd pada Rabu (3/6/2026), Sony mengunggah sebuah surat berisi ucapan selamat dan menyinggung soal sebuah "hadiah".
"Kepada Yth: Ibu Nanik S Deyang. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala BGN. Terima kasih atas hadiah indah yang diberikan kepada saya," tulis Sony dalam suratnya tanpa merinci lebih lanjut apa hadiah yang ia maksud.
Dalam keterangan unggahannya, Sony tetap memanjatkan doa terbaik agar Nanik diberikan kekuatan dan kemudahan dalam mengemban amanah memimpin BGN.
Catatan Kritis Pengamat: Prabowo Diminta Tetap Awasi BGN
Meski Nanik adalah sosok kepercayaan Prabowo, penunjukannya sebagai Kepala BGN tak lepas dari sorotan kritis.
Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, secara blak-blakan menilai bahwa perombakan (reshuffle) pimpinan BGN ini memiliki motif politik yang lebih kuat ketimbang motif teknokratis.
Agung mencatat bahwa kedekatan personal antara Nanik dan Prabowo telah terajut sejak lama.
Nanik yang merupakan mantan jurnalis pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pada Pilpres 2019, dan hubungannya dengan Prabowo bahkan telah terbangun erat sejak Pilpres 2014.
Mengingat program MBG adalah ujung tombak pemerintahan, Agung mendesak Presiden Prabowo untuk tetap melakukan pengawasan ketat. Berikut adalah poin-poin krusial yang harus diawasi dari kepemimpinan Nanik S Deyang:
| Fokus Pengawasan BGN | Penjelasan Poin Kritis |
| Kualitas Eksekusi Lapangan | Tidak boleh ada celah atau toleransi terhadap kasus keracunan makanan, menu seadanya, maupun ketidakprofesionalan petugas di dapur umum. |
| Kesesuaian Tupoksi | Memastikan Kepala BGN mampu menjalankan fungsi manajerial dan mencapai target pemenuhan gizi yang sesuai dengan konsep awal. |
| Transparansi Anggaran | Pengelolaan dana jumbo lebih dari Rp300 triliun (sekitar Rp1 triliun per bulan) harus dilakukan secara akuntabel, profesional, dan hati-hati (prudent). |
Pengawasan yang ketat sangat dibutuhkan agar kepercayaan publik dan pasar tetap terjaga, sekaligus memastikan program Makan Bergizi Gratis tidak lagi dinodai oleh skandal penyalahgunaan anggaran di masa mendatang. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo